MUSABAQAH QIRA’AT AL-QUR’AN
Musabaqah Qira’at Al-Qur’an dalam pedoman ini adalah suatu jenis musabaqah dalam membaca Al-Qur’an dengan menggunakan ragam bacaan yang mempunyai nilai sanad mutawatir, yang dinisbatkan kepada imam qira’at tujuh dan imam qira’at sepuluh. Musabaqah Qira’at Al-Qur’an dapat diikuti oleh qari dan qariah dewasa dengan martabat mujawwad. Golongan Qira’at Al-Qur’an terdiri dari Qira’at Mujawwad Dewasa diikuti oleh pria dan wanita.
Qira’at
Qira’at yang dipergunakan adalah qira’at tujuh menurut thariq asy-syathibiyyah. Pada setiap MTQ, peserta hanya membaca qira’at imam yang akan ditentukan oleh LPTQ Nasional, dari imam-imam qira’at sebagai berikut:
a. Imam Nafi’, riwayat Qalun dan Warsy.
b. Imam Ibnu Katsir, riwayat Al-Bazzi dan Qunbul.
c. Imam Abu ‘Amr, riwayat Ad-Duri dan As-Susi.
d. Imam Ibnu Amir, riwayat Hisyam dan Ibnu Dzakwan.
e. Imam ‘Ashim, riwayat Syu’bah dan Hafsh.
f. Imam Hamzah, riwayat Khalaf dan Khallad.
g. Imam al-Kisa’i, riwayat Abu al-Harits dan ad-Duri al-Kisa’i.
Maqra
Maqra adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang harus dibaca oleh peserta dalam pelaksanaan musabaqah untuk semua peserta MTQH baik pada babak penyisihan atau pada babak final. Maqra untuk golongan Qira’at Al-Qur’an baik dalam babak penyisihan maupun dalam babak final ditentukan Qira’at Mujawwad Dewasa: Juz 1 s.d. Juz 30.
Pelaksanaan Babak Penyisihan
a. Penentuan maqra peserta yang akan tampil dilakukan dan diundi 16 (enam belas) jam sebelum acara penampilan.
b. Penentuan qira’at dan riwayat diberikan 15 menit sebelum peserta tampil.
c. Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan sebagai berikut:
1) Cara Tampil
Penampilan peserta diatur berdasarkan nomor peserta.
Pada penampilan babak penyisihan, pendaftaran dilaksanakan 30 menit sebelum musabaqah dimulai.
Ketentuan penampilan adalah sebagaimana tercantum dalam pedoman umum musabaqah.
Peserta musabaqah cabang Qira’at Al-Qur’an golongan murattal dan mujawwad pada babak penyisihan tampil dengan dua riwayat dari satu Imam Qira’at.
Peserta harus menggunakan mushaf yang disediakan oleh LPTQ.
Peserta tidak perlu mengucapkan salam pada awal dan akhir bacaan.
Bacaan dimulai dengan ta’awwuz dan diakhiri dengan tashdiq.
Untuk mujawwad jumlah lagu minimal 5 (lima) buah lagu dengan lagu pertama adalah bayyati dengan 3 (tiga) tangga nada.
Untuk murattal jumlah lagu minimal 3 (tiga) buah lagu dengan lagu pilihan bebas.
Tanda persiapan mulai, persiapan akhir dan selesainya waktu diatur oleh majelis hakim (pengatur lampu isyarat).
2) Lama Penampilan
Lama tampil setiap peserta pada babak penyisihan Mujawwad Dewasa adalah 10-12 menit.
d. Tanda Isyarat
1) Dalam pelaksanaan perhakiman cabang Qira’at Al-Qur’an murattal dan mujawwad dipergunakan tanda isyarat lampu, sebagai tanda mulai membaca, persiapan untuk berhenti membaca dan berhenti/selesai membaca, disesuaikan dengan waktu yang disediakan baik pada babak penyisihan maupun babak final.
2) Dalam keadaan darurat, seperti tanda isyarat lampu yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dapat diganti dengan tanda isyarat ketukan atau lainnya yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
3) Tanda isyarat lampu diatur sebagai berikut:
Lampu kuning pertama sebagai tanda persiapan membaca.
Lampu hijau sebagai tanda mulai membaca.
Lampu kuning kedua sebagai tanda persiapan berhenti.
Lampu merah sebagai tanda berhenti membaca.
e. Penentuan Finalis
1) Finalis dikukuhkan oleh majelis hakim.
2) Pengumuman finalis dilaksanakan oleh dewan hakim.
Pelaksanaan Babak Final
a. Penentuan maqra bagi yang akan tampil dilakukan 10 (sepuluh) jam sebelum acara penampilan.
b. Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan sebagai berikut:
Penampilan peserta diatur berdasarkan nomor peserta.
Ketentuan penampilan adalah sebagaimana tercantum dalam pedoman umum musabaqah.
Lama tampil setiap peserta pada babak final Mujawwad Dewasa adalah 12-15 menit.
c. Cara Tampil
Peserta musabaqah cabang Qira’at Al-Qur’an pada babak final tampil dengan dua riwayat dari satu Qira’at Imam dengan menggunakan mushaf yang disediakan oleh pelaksana musabaqah.
Tanda persiapan mulai, persiapan akhir dan selesainya waktu diatur oleh majelis hakim (pengatur lampu isyarat).
Penentuan qari/qariah terbaik ditetapkan oleh majelis hakim.
d. Pengumuman qari/qariah terbaik dilaksanakan oleh ketua dewan hakim.