Menyongsong Era Baru Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

 

Kegiatan MTQ memiliki peran yang cukup besar dan penting dalam pembinaan tilawatil Quran di samping peran pendidikan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka dari itu, Al-Quran tidak cukup sekedar dibaca dan dilantunkan dengan baik sesuai tajwid-nya serta dilafalkan, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan umat Islam. Umat Islam dengan bimbingan ulama dan cendekiawan dengan latar belakang multi disiplin ilmu, harus bisa mengeksplorasi isi kandungan Al-Quran dalam merespon problematika kemanusiaan dan menjawab tantangan setiap zaman. Mari jadikan momentum MTQ sebagai sarana bagi seluruh umat Islam agar senantiasa terus menjalin persahabatan dan kerjasama antar-bangsa di dalam ikatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariah.

 

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Serdang Bedagai akan kembali digelar. Tahun ini, giliran Kecamatan Dolok Masihul yang menjadi tuan rumah ajang tahunan tersebut. Gelaran MTQ ini kali menandai era baru ajang kompetisi tilawatil Quran. Disebut era baru, karena ada sejumlah terobosan yang dilakukan LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kabupaten Serdang Bedagai dalam rangka perbaikan penyelenggaraan.

 

LPTQ akan menghadirkan inovasi baru dalam gelaran MTQ Serdang Bedagai pada tahun ini, salah satunya adalah peluncuran website LPTQ yang dapat menghadirkan informasi yang lengkap dan terbuka tentang penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten. Dalam website tersebut telah menyediakan seperti pendaftaran awal dan informasi pendaftar yang langsung dapat dilihat diwebsite. Melalui website LPTQ juga masyarakat dapat dengan jelas mengetahui jadwal tampil setiap peserta, sampai masyarakat dapat melihat secara realtime penilaian peserta musabaqah.

 

Data yang terintegrasi inilah yang menjadi terobosan dari LPTQ dalam menyongsong MTQ pada tahun ini. Bisa dikatakan bahwa MTQ Serdang Bedagai merupakan pelopor digitalisasi Musabaqah Tilawatil Qur’an di Provinsi Sumatera Utara. Bahwa MTQ Serdang Bedagai sendiri telah memulai pendaftaran dengan sistem daring dimulai sejak tahun 2019. Kemudian terus berkembang hingga saat ini.

 

Terobosan berikutnya adalah pada tahun ini MTQ Serdang Bedagai sudah mulai menggunakan maqra digital. Dengan sumber daya yang minim, LPTQ Serdang Bedagai mampu mewujudkan hal tersebut. Ini merupakan suatu yang luar biasa karena semangat untuk terus berinovasi tidak dapat dibendung oleh karena kurangnya dukungan dana. Maqra digital seperti maqra tilawah dan maqra hafalan yang dikonsep sendiri oleh LPTQ Serdang Bedagai.  Maqra hafalan digital menggunakan layar LCD yang terhubung pada setiap hakim. Teknisnya peserta diundi untuk memilih paket soal, kemudian soal tersebut langsung tampil pada layar LCD.

 

Pada tahun ini juga penilaian disajikan secara online, sehingga setelah peserta tampil penilaian dapat langsung dilihat melalui website. Hal ini bisa menjadi peringatan dewan hakim untuk dapat menilai peserta se-objektif mungkin, sehingga tidak ada kesalahan penilaian yang akan ditampilkan. Dengan ini diharapkan dewan hakim akan menjadi semakin mengasah kemampuan menilainya dan menghindarkan dari praktik-praktik yang tidak baik dalam hal penilaian.

 

Kita harus mengakui bahwa digitalisasi ini bukan merupakan suatu beban yang harus dihindari, justru dengan digitalisasi kegiatan musabaqah dapat menjadi lebih efisien dan efektif. Disamping sebagai tuntutan zaman, digitalisasi dapat kita artikan sebagai tantangan yang mesti kita jawab dengan meningkatkan kemampuan kita dibidang permusabaqahan. Kedepan harapannya perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) akan semakin  meningkatkan kualitas penyelenggaraan.