Mengenal MTQ Melalui Sejarahnya

 

MTQ merupakan istilah yang sering dijumpai dalam pesantren, sekolah Islam, dan lingkungan Islami. MTQ merupakan kepanjangn dari Musabaqah Tilawatil Qur’an. MTQ ini erat kaitannya dengan kitab suci Al-Qur’an. Secara bahasa, MTQ adalah festival keagamaan Islam Indonesia yang diadakan di tingkat nasional yang bertujuan untuk mengagungkan Al-Qur’an. Dalam pembacaannya, MTQ dibaca dengan diberikan sentuhan nada. Untuk itu, MTQ termasuk dalam seni membaca Al-Qur’an yang membutuhkan teknik khusus. Meskipun istilah ini telah populer dikalangan umat Muslim, namun masih ada orang belum mengetahui apa itu MTQ.

 

MTQ adalah kepanjangan dari Musabaqah Tilawatil Qur’an. MTQ adalah festival keagamaan Islam Indonesia yang diadakan di tingkat nasional yang bertujuan untuk mengagungkan Al Qur’an. Pada festival ini, peserta berlomba mengaji Al-Qur'an dengan menggunakan Qira'at. Qira’at adalah pengetahuan yang mempelajari tentang seni membaca Al-Qur’an. Dengan adanya qira’at ini, membaca Al-Qur’an menjadi berbeda dengan biasanya. Biasanya para pembaca MTQ akan mengikuti cara baca yang diajarkan oleh guru mengajinya, kemudian diikuti oleh para murid.

 

MTQ atau Musabaqah Tilawatil Quran adalah suatu upaya konkrit umat Islam untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Al-Qur’an supaya dijadikan sebagai pedoman hidup. Asal mula terbentuknya kegiatan MTQ sudah ada sejak tahun 1940 dengan ditandai berdirinya Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia. Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadhan tahun 1968. Kala itu, hanya melembagakan tilawah dewasa saja, dengan melahirkan Qari Ahmad Syahid dari jawa Barat dan Muhammadong dari Sulawesi Selatan. Karena MTQ yang pertama telah sukses, maka diselenggarakan MTQ kedua di Banjarmasin tahun 1969. Pada tahun 1970, MTQ ketiga diselenggarakan di Jakarta dengan acara yang sangat meriah. Sejak saat itu, MTQ mulai dikenal olet umat Muslim di seluruh Indonesia.

 

Kini, MTQ sudah berlangsung sebanyak 28 kali. Dengan semakin berkembangnya dunia Islam, bukan hanya tilawah yang dilombakan, namun juga termasuk Tahfizh Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Berikut ini adalah tahun dan tempat penyelenggaraan MTQ Nasional sejak pertama kali diadakan, yaitu:

1. 1968: Kota Makassar, Sulawesi Selatan

2. 1969: Bandung, Jawa Barat

3. 1970: Banjarmasin, Kalimantan Selatan

4. 1971: Medan, Sumatra Utara

5. 1972: Jakarta, DKI Jakarta

6. 1973: Mataram, Nusa Tenggara Barat

7. 1974: Surabaya, Jawa Timur

8. 1975: Palembang, Sumatera Selatan

9. 1976: Samarinda, Kalimantan Timur

10. 1977: Manado, Sulawesi Utara

11. 1979: Semarang, Jawa Tengah

12. 1981: Banda Aceh, Aceh

13. 1983: Padang, Sumatra Barat

14. 1985: Pontianak, Kalimantan Barat

15. 1988: Bandar Lampung, Lampung

16. 1991: Yogyakarta, DIY Yogyakarta

17. 1994: Pekanbaru, Riau

18. 1997: Jambi, Jambi

19. 2000: Palu, Sulawesi Tengah

20. 2003: Palangkaraya, Kalimantan Tengah

21. 2006: Kendari, Sulawesi Tenggara

22. 2008: Serang, Banten

23. 2010: Bengkulu, Bengkulu

24. 2012: Ambon, Maluku

25. 2014: Batam, Kepulauan Riau

26. 2016: Mataram, Nusa Tenggara Barat

27. 2018: Medan-Deli Serdang, Sumatera Utara

28. 2020: Padang- Padang Pariaman, Sumatera Barat

29. 2022: Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan