Lobster mutiara (Panulirus ornatus) adalah salah satu jenis crustacea yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Lobster mutiara hidup di karang dan pasir, dan ukuran baby lobster sekitar 1,8 hingga 2,2 sentimeter per ekor. Waktu panen sekitar usia delapan bulan. Lobster mutiara adalah hewan nokturnal yang peka terhadap cahaya. Mereka sering ditemukan di sekitar terumbu karang, dan bisa tinggal di kedalaman 100 meter di bawah permukaan laut dan di dasar laut yang berbatu. Upaya pemulihan lobster mutiara melalui restocking dibutuhkan untuk meningkatkan populasinya di alam.
- pH: Antara 7 hingga 9.
- Suhu: Minimal 26 derajat celcius hingga 30 derajat celcius.
- Oksigen: Kadar 4 ppm.
- Salinitas: 28 hingga 35 ppt.
- Kekeruhan: 30-40 cm.
- Kandungan amoniak: Maksimal 1,2 ppm.
- Kedalaman: 15–24,9 m.
- Kecerahan: 80–100%.
Lobster mutiara (Panulirus ornatus) hidup di perairan berkarang yang agakdangkal dan juga ditemukan pada perairan yang sedikit keruh.
Pakan yang cocok untuk budidaya lobster mutiara adalah:
- Ikan rucah
- Udang kecil
- Kerang yang dihancurkan
- Cumi-cumi
Pakan-pakan ini harus diberikan dalam keadaan segar dan sebanyak 10% dari bobot lobster per hari. Lobster akan menyerang sesamanya jika tidak diberi pakan yang cukup dan segar.
budidaya lobster mutiara membutuhkan indukan. Induk lobster memegang peranan penting dalam proses pembenihan. Semakin besar ukuran indukan, maka kualitas bibit akan lebih unggul.
Indukan lobster yang baik adalah:
- Berusia minimal 6 bulan
- Berukuran minimal 10 cm
- Memiliki berat ideal sekitar 62–64 gram
- Memiliki warna cerah dan segar
Dalam pembenihan lobster air tawar, pembudidaya umumnya memiliki lima paket induk yang terdiri dari 25 betina dan 15 jantan. Untuk pemijahan, biasanya 1–2 ekor induk jantan dengan 3 ekor induk betina.
- Untuk membuat lobster cepat bertelur, Anda dapat:
- Memastikan jumlah shelter tidak berlebihan agar lobster sering berinteraksi
- Memberikan pakan tambahan seperti cacing, keong, atau taoge
Induk betina akan mulai bertelur setelah 10–15 hari sejak induk jantan mengawininya. Sekali bertelur, lobster air tawar bisa menghasilkan 240–600 telur dengan persentase menetas sekitar 70 persen.
Alat yang diperlukan dalam budidaya lobster mutiara adalah:
- Aerator: Alat ini sangat penting karena lobster dapat mati akibat kekurangan pasokan oksigen. Aerator yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah atau besar kecilnya bak.
- Lubang persembunyian: Untuk menunjang keberhasilan pembenihan, dibutuhkan lubang persembunyian. Lubang persembunyian dapat berupa pipa paralon, potongan bambu, genteng, ijuk, atau tali rapia.
- Jaring jala, bagang, dan jenis alat tangkap lainnya: Sarana penunjang yang dibutuhkan.
Selain itu, lobster air tawar juga dapat diberikan pakan alami seperti cacing, jentik nyamuk, kutu air, cacing tanah, dan cacing sutera.
Modal awal untuk budidaya lobster air tawar adalah sekitar Rp15-20 juta. Budidaya lobster tidak membutuhkan lahan yang besar, bahkan dapat dilakukan di rumah dengan lapak kecil. Budidaya lobster mutiara membutuhkan biaya operasional yang besar. Pengeluaran paling besar adalah untuk biaya operasional, yaitu sekitar Rp43,8 juta per tahun. Benih lobster mutiara lebih mahal, tapi hasilnya banyak.
Harga lobster mutiara hasil budidaya di pasaran adalah Rp 600.000/kg untuk ukuran 300 gram dan Rp 1.200.000/kg untuk ukuran 1 kg ke atas. Harga ini bisa lebih mahal lagi jika disajikan di restoran. Namun, harga lobster mutiara hasil budidaya dapat anjlok akibat pandemi Covid-19. Pada Juni 2020, harga lobster mutiara berukuran di atas 300 gram hanya Rp 330.000 per kg. Lobster mutiara memiliki harga jual tertinggi dibandingkan jenis lobster lainnya.
Benih lobster mutiara yang sesuai untuk dibudidayakan adalah benih yang beratnya sekitar 4 gram per ekor. Benih lobster yang ditangkap dari laut cenderung memiliki ketahanan yang baik dan mudah dibudidayakan. Lobster mutiara (Panulirus ornatus) hidup di perairan berkarang yang agak dangkal dan juga ditemukan pada perairan yang sedikit keruh. Lobster mutiara termasuk yang jumlahnya sedikit. Ukuran baby lobster sekitar 1,8 hingga 2,2 sentimeter per ekor. Waktu panen sekitar usia delapan bulan.
Budidaya lobster di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021. Dalam aturan ini, ekspor benih lobster dilarang.
Berikut adalah persyaratan untuk membudidayakan lobster:
- Lokasi budidaya
- Daya dukung lingkungan perairan
- Sarana dan prasarana budidaya
- Penanganan penyakit
- Penanganan limbah
- Penebaran kembali
Permen KP Nomor 17 Tahun 2021 juga melarang penangkapan lobster pasir dari ukuran benih bening (pueruelus) hingga 150 gram. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu mengatakan bahwa budidaya lobster di Indonesia boleh dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, baik skala mikro, kecil menengah, hingga besar.