Berbeda dengan Mesir dan Mesopotamia yang dipimpin oleh raja/Firaun, di Lembah sungai Indus tidak ditemukan bukti adanya penguasa tunggal.Namun beberapa ahli menduga bahwa pemerintahan Lembah Sungai Indus berbentuk kolektif (Dewam Kota), yang terdiri dari para pemimpin masyarakat, bangsawan, dan tokoh agama.
Peradaban Indus memiliki sistem administrasi kota yang sangat terorganisir dengan tata kota yang rapi dan terencana, seperti yang terlihat di Harappa dan Mohenjo-Daro. Kota-kota ini memiliki jalan yang tersusun dalam pola kotak, sistem drainase yang canggih untuk mengelola limbah, serta pembagian wilayah yang jelas antara daerah pemukiman dan pusat pemerintahan atau keagamaan. Selain itu, terdapat bangunan publik seperti gudang penyimpanan yang menunjukkan pengelolaan barang dan perdagangan, serta penggunaan standar ukuran untuk menjaga konsistensi dalam kegiatan ekonomi dan konstruksi. Semua ini menunjukkan bahwa peradaban Indus mampu mengelola administrasi kota dengan efisien dan terstruktur.
Pemerintahan Lembah Indus diduga mengatur hasil pertanian dan kerajinan, mengawasi distribusi barang, serta menarik pajak. Segel-segel Indus menjadi bukti adanya sistem administrasi dan kontrol perdagangan, sehingga ekonomi kota berjalan teratur dan mendukung pembangunan.
Agama berperan penting dalam legitimasi kekuasaan. Simbol-simbol keagamaan pada segel dan artefak menunjukkan bahwa tokoh agama atau dewan pendeta kemungkinan terlibat dalam pemerintahan, sehingga aturan kota dipengaruhi oleh nilai spiritual dan kepercayaan masyarakat.
Sistem hukum dan ketertiban dalam peradaban Indus belum banyak diketahui secara rinci karena tulisan mereka belum sepenuhnya terpecahkan. Namun, dari tata kota yang teratur, sistem drainase yang baik, dan adanya pembagian wilayah yang jelas, diduga mereka memiliki aturan yang ketat untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan keteraturan masyarakat. Bukti ini menunjukkan bahwa peradaban Indus menerapkan sistem hukum tidak tertulis yang mengatur kehidupan sosial dan menjaga ketertiban di kota-kota mereka.