Cara Membuat Tabel
Tabel adalah susunan informasi berupa angka-angka, kata-kata atau kalimat-kalimat pendek yang diatur ke dalam kolom dan baris. Hal ini dilaksanakan untuk meringkas berbagai keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber dan meringkas hasil penelitian dan menyajikannya berupa angka-angka, kata-kata atau kalimat-kalimat pendek. Kecuali diuraikan dalam kalimat hasil penelitian ini juga perlu disajikan dalam bentuk tabel, sehingga dapat lebih mudah dibaca. Bagi pembaca yang hanya mempunyai waktu sangat singkat , tabel sangat menolong karena memberikan informasi yang lengkap dan dapat dimengerti dalam waktu yang sangat singkat. Tabel ditempatkan diantara kalimat-kalimat yang membahas tabel yang bersangkutan. Tabel diletakkan sedekat mungkin dengan pengantar tabel kecuali karena tidak cukup dapat di halaman berikutnya tetapi ditaruh paling atas, demikian juga apabila membutuhkan satu halaman penuh. Kalimat sebelum dan sesudah tabel diberi jarak 3 spasi agar jelas.
Nomor tabel. Setiap tabel diberi nomor urut dengan angka Arab yang ditulis di belakang kata tabel pada setiap judul tabel dan diikuti oleh titik.
Judul tabel. Judul diawali dengan huruf kapital, ditulis di atas tabel, tidak diakhiri dengan titik. Judul tabel termasuk nomor tabel disajikan di tengah baris (centered) ditulis menggunakan spasi satu.
Garis-garis pada tabel. Antara satu kolom dengan kolom lain dalam suatu tabel tidak perlu dipisahkan dengan garis. Garis-garis yang dipergunakan adalah:
Garis di bawah judul tabel berupa garis rangkap.
Garis penutup judul kolom atau garis di atas isi tabel berupa garis tunggal.
Garis penutup tabel juga berupa garis tunggal.
Ukuran tabel. Ukuran tabel harus sedemikian rupa sehingga syarat batas- batas halaman batas-batas kanan, kiri, atas dan bawah tetap terpenuhi. Apabila melebihi batas halaman, tabel dapat diperkecil ukuran hurufnya pada komputer. Dalam keadaan terpaksa, yaitu bila tabel terlalu panjang untuk dimuat dalam satu halaman, tabel tidak perlu dilanjutkan dengan tabel lanjutan pada halaman berikutnya (cukup dengan Lanjutan Tabel 3, misalnya), tetapi judul-judul kolom perlu dicantumkan pada tabel lanjutan. Sebaiknya usahakan untuk menghindari keadaan terpaksa ini.
Jarak antara baris-baris dalam tabel. Jarak baris dalam tabel adalah 1 spasi. Apabila diperlukan pengelompokan baris, maka antar baris dapat dipisahkan dengan spasi yang sedikit lebih besar.
Judul kolom. Judul suatu kolom dimulai dengan huruf-huruf kapital dan huruf-huruf selanjutnya dengan huruf kecil. Pengecualiannya adalah apabila menurut aturan bahasa harus ditulis dengan huruf kapital, misalnya untuk nama. Judul kolom harus ditulis dengan singkat.
Sumber tabel. Bila suatu tabel tidak menyajikan informasi asli dari penulis, melainkan informasi dikutip dari sumber lain, maka sumber lain tersebut dicantumkan pada catatan kaki tabel yang bersangkutan.
Penulisan angka desimal. Angka harus ditulis dengan lengkap, misalnya lima puluh lima per seratus, harus ditulis 0,55, dalam bahasa Indonesia angka tersebut tidak diperkenankan ditulis sebagai ,55, .55 ataupun 0.55.
Jumlah angka desimal di belakang koma. Jumlah angka dibelakang koma tergantung pada keperluan. Sebagai pedoman umum adalah satu angka ekstra dari yang masih dapat terukur. Sebagai contoh adalah apabila diperlukan dan digunakan ukuran sampai mm, maka tidak wajar apabila ditulis 50,62695 mm, tetapi lebih baik ditulis 50,63 mm. Untuk rata-rata lama bunting yang setelah dihitung dihasilkan angka 20,6835 hari cukup ditulis sebagai 20,68 hari. Pembulatan mengikuti kaidah-kaidah pembulatan yang berlaku umum.
Satuan. Penggunaan satuan mengikuti sistem metrik. Satuan ditulis langsung mengikuti judul kolom yang bersangkutan, dipisahkan dengan tanda koma. Untuk beberapa kolom yang memerlukan satuan yang sama, satuan dapat dicantumkan satu kali dengan garis datar simetris disebelah kanan dan kiri satuan tersebut. Panjang garis ini sama dengan jarak antara paling kiri dengan kolom paling kanan yang membutuhkan satuan yang sama.
Tanda untuk menyatakan beda nyata. Tanda yang digunakan untuk menyatakan aras perbedaan hasil analisis statistik (level of significance) adalah tanda asterik (asterisk), yaitu tanda * (tanda bintang). Asterik ini hanya dipergunakan untuk catatan kaki statistik, bukan untuk catatan kaki lain. Asterik dicantumkan pada angka, huruf atau kata yang memerlukan dan dicetak sebagai superskrip. Penjelasannya ada pada catatan kaki tabel yang bersangkutan yaitu *untuk P<0,05 dan ** untuk P<0,01.
Tanda untuk menyatakan perlakuan yang berbeda. Tanda abcd Untuk keperluan penjelasan lainnya, bagian tabel yang perlu dijelaskan diberi superskrip (dari kata superskript, yang berarti huruf berposisi lebih tinggi). Secara abjad yaitu a, b, c, d, dan seterusnya. Superskrip pada data seringkali dilaksanakan untuk perbandingan rerata (mean separation atau multiple comparison test of significance). Penjelasan pada catatan kaki dimulai dengan superskrip yang bersangkutan dan dilanjutkan dengan penjelsan dengan huruf kapital pada permulaannya dan diakhiri dengan titik (Lampiran 10).
Posisi tabel. Posisi sebuah tabel harus diusahakan selalu berdiri (portrait). Apabila tabel memanjang searah dengan sisi panjang kertas (landscape) makajudul tabel (atau bagian atas tabel) berada pada sisi kertas yang dijilid,sedangkan halaman tetap dibawah pada posisi kertas portrait.
Cara pembuatan gambar, grafik, dan foto
Gambar, grafik, foto dan sejenisnya diberi nomor urut tersendiri dengan angka Arab kemudian diberi titik sebelum judul gambar. Semua gambar dan sejenisnya disebut sebagai gambar dengan diberi nomor urut (misalnya Gambar 1, Gambar 2 dan seterusnya) untuk kemudian disambung dengan judulnya. Nomor gambar dan judul diletakkan di bawah gambar dan ditulis di tengah-tengah (centered) dan diakhiri dengan titik.
Cara pembuatan daftar pustaka
Daftar pustaka adalah daftar untuk menyajikan semua pustaka yang disitasi dalam KTI. Hanya pustaka yang disitasi dalam KTI saja yang dicantumkan pada daftar pustaka. Sebaliknya semua pustaka yang disitasi dalam KTI harus tercantum dalam daftar pustaka. Penyajian disusun secara sistematik, yaitu nama orang pertama dari pustaka yang disitasi diatur menurut abjad. Urutan abjad tidak hanya diberlakukan pada huruf pertama saja, tetapi juga untuk huruf-huruf berikutnya.
Penulisan nama mengacu pada style APA, pada penulis tunggal ditulis nama belakang (last/family name) diikuti singkatan nama depan (first name) dan nama tengah (middle name). Apabila penulisnya dua orang maka orang pertama ditulis nama akhir diikuti singkatan pada nama depan dan tengah,sedangkan untuk orang kedua diawali singkatan nama depan dan nama tengah diikuti nama belakang. Apabila penulis tiga orang atau lebih maka orang pertama ditulis nama belakang diikuti singkatan nama depan dan tengah diberi koma baru diteruskan singkatan nama depan dan tengah dari penulis berikutnya. Untuk nama Indonesia (Jawa) yang tidak mempunyai family name, untuk memudahkan penulisannya dibuat sama seperti yang mempunyai family name atau diberi garis penghubung, contoh: Sri-Palupi.
Daftar pustaka ditulis dengan spasi satu, kecuali antara satu pustaka dengan pustaka berikutnya yang dipisahkan dengan jarak antar baris 1 spasi (0 pt) dan di ketik rata kiri, jarak antar daftar pustaka add space after paragraph 8 pt. Setiap pustaka ditulis dengan urutan nama, tahun, judul, penerbit atau nama majalah lengkap dengan volume dan nomor halaman, yang kesemuanya dipisahkan dengan tanda baca titik.
Baris pertama untuk setiap pustaka ditulis pada batas kiri halaman, tanpa nomor. Baris kedua dan baris seterusnya untuk setiap pustaka tersebut diketik masuk ke kanan (indent) sejumlah enam ketukan. Apabila dua pustaka atau lebih ditulis orang atau kelompok orang yang sama, dengan tahun yang sama pula, maka untuk membedakan dua pustaka atau lebih tersebut, perlu ditandai dengan huruf kecil yang berbeda (a dan b, dan seterusnya) diletakkan langsung melekat di sebelah kanan tahun sedangkan apabila tahunnya berbeda diurutkan dari yang tua ke yang muda
Pustaka berupa textbook (buku ajar)
Cara penulisan pustaka untuk buku ajar dalam daftar pustaka pada prinsipnya dapat diuraikan sebagai berikut : Nama keluarga (last name) pengarang pertama ditulis dimuka sedangkannama pengarang yang kedua dan seterusnya tidak mengalami perubahan,dilanjutkan dengan titik sebelum tahun. Tahun ditulis lengkap, tidak boleh diputus dan diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan cara huruf pertama pada masing-masing kata dalam judul adalah kapital kecuali untuk kata-kata depan, misalnya pada, di, dan. Edisi buku yang berbahasa Inggris ditulis sebagai 1st ed., 2nd ed., 3rd ed., 4th setelah angka yaitu st, nd, rd dan th tidak diikuti oleh titik, ini sesuai dengan dua huruf akhir kata- kata the first, the second, the thirtd, the fourth, dan seterusnya. Nomor edisi untuk buku berbahasa Indonesia biasanya ditulis dengan Edisi ke- atau Cetakan ke- diikuti dengan angka Arabi. Penerbit buku harus dicantumkan. Setelah nama penerbit, dituliskan titik, kemudian dicantumkan kota tempat penerbit berada. Apabila nama kota lebihdari tiga kota, cantumkan kota pertama saja.
Contoh:
Becker, W. A. (1992). Manual of Quantitative Genetics. 4 th ed. Academy Enterprise Pullman: Washington, p. 53.
Lobley, M. and Baker, J.R. (2012). Succession and retirement in family farm businesses. Keeping It in the Family. International Perspectives on Succession and Retirement on Family Farms. 1 st ed. Aldershot: Ashgate,
pp. 1-20.
Pustaka dari majalah.
Yang dimaksudkan dengan majalah disini dapat berupa buletin, journal dan sejenisnya sehingga bukan judul buku tetapi berupa artikel. Apabila berupa artikel hanya huruf pertama judul saja yang ditulis dengan huruf kapital, kecuali untuk nama. Nama journal dapat disingkat.
Contoh:
Anwarudin, O. and Haryanto, Y. (2018). The role of farmer-to-farmer extension as a motivator for the agriculture young generation. International Journal of Social Science and Economic Research (IJSSER) 3(1):428–437.
Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A. & Fatchiya, A. (2019). Factors influencing the entrepreneurial capacity of young farmers for farmer succession. International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering 9(1):1008–1014.
Seperti pada contoh di atas, penulisan pustaka dari journal dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut:
Judul karangan ditulis biasa (tidak ditulis dengan huruf miring), dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik.
Nama journal (ditulis dengan huruf miring) dapat disingkat, apabila tidak terdapat dalam contoh hendaknya mengikuti bagaimana kelaziman majalah itu menyingkat.
Pustaka dari suatu abstrak
Untuk pustaka dari abstrak dalam daftar pustaka perlu dinyatakan dengan mencantumkan kata Abstr. Atau intisari di dalam tanda kurung.
Contoh:
Almquist, J. O. and D. C. Cunningham. (1996). Semen traits of beef bullejaculated frequently. J. Anim. Sci. 25:916 (Abstr.).
Dalam hal ini berati bahwa naskah lengkap tidak tersedia dan yang diperoleh hanya abstarct-nya saja.
Pustaka dari publikasi dalam buku yang diterbitkan oleh editor
Suatu buku dapat diterbitkan oleh editor dengan mengumpulkan berbagai tulisan dalam suatu budang yang telah diedit. Dalam hal ini diperjelaskan siapa penulisnya dan siapa editornya. Dibelakangan nama editor kata ed. Untuk seorang editor, sedang kata eds. Untuk lebih dari seorang editor.
Contoh:
Levin, R. J. (1984). Absorption from the alimentary tract. In: Physiology and Biochemistry of the Domestic Fowl. B.M. Freeman (ed). Vol. 5. Academic Press, London. Orlando, and Tokyo.
Dalam hal editornya lebih dari satu, ditulis eds., singkatan dari editors.
Contoh:
Rai, S. N., J. de Wit, V. C. Badve, and T. K. Walli (1993). A model to optimize energy intake of ruminants from biological treated crop residues. In: Feeding of Ruminants on Fibrous Crop Residues. K. Singh and J. B. Schiere (eds.). ICAR: New Delhi. pp. 222-237.
Pustaka dari buku yang merupakan salah satu dari seri buku-buku
Tata cara penulisannya hampir sama dengan cara penulisan buku yang diterbitkan oleh editor seperti yang diuraikan.
Contoh:
Malstrom, V. H. and R. M. Malstrom (1975). Norway. In: Life in Europe Series. R.
W. Fielder (ed.), Fideler co., Michigan.
Pustaka dari risalah pada surat kabar
Sumber yang berupa surat kabar dicantumkan tanggal, nomor, dan halaman yang memuat judul berita tersebut.
Contoh:
Zuprizal (2004). Tak Dijamin dari Ternak yang Sehat. Daging Import Ilegal Berbahaya. Kedaulatan Rakyat, 8 Agustus 2004. Tahun ke-59 Nomor 301:15.
Artikel tersebut diatas dimuat di surat kabar Kedaulatan Rakyat terbitan tanggal 8 Agustus 2004 pada halaman 15.
Pustaka dari suatu Karya Ilmiah
Pada pustaka ini perlu dicantumkan jenis Karya Ilmiah, skripsi, tesis, atau disertasi (ditulis dalam huruf miring), nama fakultas atau yang sederajat misalnya departemen, nama universitas, dan kota lokasi universitasnya.
Contoh:
Indriati, V. (2001). Transit Partikel Pakan Tunggal Gliricidia, Kaliandra, dan Jerami Jagung di Saluran Pencernaan Sapi Peranakan Ongole danKerbau. Thesis. Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Utomo, R. (2001). Penggunaan Jerami Padi sebagai Pakan Basal: Suplementasi Sumber Energi dan Protein Terhadap Transit Pertikel Pakan, Sitensis Protein Mikrobia, Kecernaan dan Kinerja Sapi Potong. Disertasi. Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pustaka dari sumber yang tidak diketahui pengarangnya
Apabila pustakaberasal dari suatu sumber yang nama pengarangnya tidak dicantumkan, makapada bagian yang seharusnya dicantumkan nama pengarang, dicantumkan kata-kata Anonim, singkatan dari kata anonimus (anonymous).
Contoh:
Anonim (1995). Earth’s most primitive mamals. In: The Wonders of life on Earth.
New York: Life Public., Time Inc.
Anonim (1995). Buku Statistik Peternakan. Direktorat Bina Program. Jakarta: Ditjen Peternakan, Deptan. RI.
Pustaka dari karangan suatu institusi
Yang dimaksud dengan institusi disini dapat berupa universitas, badan pemerintahan, lembaga penelitian dan sebagainya. Pustaka demikian nama institusi sebagai pengarangnya.
Contoh:
Indraningsih, K., Syahyuti, Sunarsih, Ar-Rozi, A., Sri, S. Dan Sugiarto (2013). Peran Penyuluh Swadaya Dalam Implementasi Undang – Undang Sistem Penyuluhan Pertanian. Bogor: Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Litbang Pertanian.
Penulisan pustaka tanpa tahun penerbitan
Bila tahun penerbitan tidaktercantum pada sumbernya, maka ditulis tanpa tahun diatara tanda kurung.
Contoh:
Walton, J. E. Tanpa tahun. Probability and statistics. William Brooks co. Q.Pty., Ltd. Brisbane. Sydney.
Sitasi dari internet
Semakin majunya era globalisasi, keterangan yang diperoleh dari internet sering pula sangat membantu. Dalam hal demikian ini, apabila sitasi dari internet betul-betul tidak dapat dihindari, maka sitasi yang berasal dari publikasi di internet masih diperbolehkan, tetapi penulis disarankan untuk mendapatkan print out.
Dalam hal ini maka nomor kode dari website perlu dicantumkan sebagai penerbit.
Contoh:
Anonim (2003). Acetalhdehide Chemica Backgrounder. Available at http//www/nsc.org./library.htm. Accession date 23rd Jan 2005.
Penulisan singkatan journal. Oleh karena suatu hal, tempat tidak cukup misalnya, diperbolehkan menyingkat nama jurnal. Contoh: J. Agric. Sci., J. Dairy Sci., World Anim. Rev., dan World Poult. Sci. J.
Cara Penulisan Lampiran
Lampiran diperlukan untuk menyajikan atau utuk dokumentasi data dengan lebih leluasa. Lampiran mungkin juga diperlukan untuk mengemukakan prosedur laboratorium, kuesioner, skema, atau denah percobaan dan sebagainya yang kalau disajikan pada bagian utama KTI akan mengganggu kelancaran membaca. Format pengetikan lampiran menyesuaikan tidak dipersyaratkan dengan format tertentu, tetapi akan lebih baik apabila tetap mengacu format secara umum misalnya penulisan tabel.