Daftar pustaka
Daftar pustaka memuat daftar buku-buku, majalah, buletin, journal dan berbagai sumber pustaka yang disitasi oleh penulis. Dalam daftar pustaka harus memuat semua pustaka yang disitasi, sebaliknya hanya pustaka yang disitasi saja yang dicantumkan dalam daftar pustaka. Daftar dari seluruh kepustakaan yang digunakan/dirujuk dalam teks. Daftar pustaka yang dirujuk minimal 20% merupakan pustaka primer dan 80% merupakan pustaka jurnal 10 tahun terakhir.
Penulisan pustaka jurnal merujuk pada gaya selingkung SMAKYS yang mengacu pada aturan penulisan American Psychological Association (APA) Style. Semua referensi yang digunakan dalam penulisan di daftar pustaka diurutkan MENURUT ABJAD. Contoh DAFTAR PUSTAKA terdapat dalam Lampiran
Lampiran
Lampiran berisi tentang hal-hal yang relevan dengan Penelitian, misalnya angket/kuesioner, pedoman wawancara, peta lokasi, cara analisis variabel, daftar riwayat hidup . Misalnya data selengkapnya tertera dalam Lampiran 1, 2,3, dst.
Cara Membuat Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak untuk tugas akhir dimulai dari nama siswa, nomor ssiswa, judul penelitian dan nama pembimbing tanpa gelar. Format penulisan menggunakan Capital Each Word (huruf kapital pada setiap kata), nama siswa, nomor siswa dan nama pembimbing ditulis tebal.
Abstrak mengemukakan latar belakang permasalahan, tujuan penelitian, , tempat dan waktu, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian tidak perlu ditulis semua dalam abstrak. Pemuatan hasil diutamakan terhadap hasil yang erat hubungannya dengan judul dan tujuan penelitian. Penulisan tidak boleh melebihi 500 kata, ditulis dalam satu alinea dengan spasi satu dan dimulai dari tepi kiri.
Di bawah baris terakhir ditulis kata kunci (key words). Kata kunci adalah beberapa kata (maksimum 5 kata) yang menyatakan ke dalam indeks mana penelitian dimasukkan. Karena kata kunci menyatakan ke dalam indeks mana suatu penelitian atau tugas akhir akan dimasukan, maka kata pertama dari kata kunci disarankan merupakan kata benda. Disarankan urut-urutan kata dalam kata kunci mengacu pada urut-urutan kata yang muncul dalam judul penelitian. Untuk mempermudah pembuatan kata kunci, penulis dapat menjawab pertanyaan: apa, diapakan, dengan apa pada percobaanya. Kata kunci dicantumkan langsung di bawah abstrak, diantara tanda kurung dan diletakan di tengah baris. Huruf pertama setiap kunci ditulis dengan huruf kapital.
Cara Sitasi (PENGUTIPAN)
Nama pengarang yang disitasi dapat ditulis di permulaan, di tengah atau di akhir. Berikut ini adalah beberapa contoh:
BUKU :
Nama pengarang ditulis pada permulaan kalimat
Contoh:
Bullock (1993) mendapatkan nilai h2 pada sapi Hereford sebesar 0,24.
Menurut Narwidina and Astuti (2009) Beras hitam mempunyai kandungan serat pangan (dietary fiber) dan hemiselulosa masing-masing sebesar 7,5% dan 5,8%,sedangkan beras putih hanya sebesar 5,4% dan 2,2%.
Menurut Omed et al. (2000) jenis pakan dan gerak laju pakan dalam rumen mempengaruhi jumlah mikrobia.
Nama pengarang ditulis pada akhir kalimat
Contoh :
Flavonoid dalam beras ketan hitam dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan menghambat kerja enzim α–glukokinase yang terdapat di usus halus (Brahmachari, 2011).
Khusus untuk Anonim (tidak ada pengarang) ditulis pada bagian terakhir kalimat. Contoh: Produksi jerami padi sawah sekitar 3,86 ton bahan kering per ha (Anonim, 1982).
Nama Pengarang ditulis di dalam atau di tengah kalimat
Contoh :
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Agustina (2013) bahwa peran bakteri asam laktat yang dapat menguraikan laktosa menjadi asam laktat dan asam organik lainnya.
Nama Pengarang ditulis pada permulaan dan di dalam kalimat
Contoh :
Phillips dan Andrew (1966) menemukan spermatozoa pada testis Hereford umur 224 hari, sedangkan Foosland (1954) pada umur 350 hari.
Nama Pengarang ditulis lebih dari dua
Nama pengarang lebih dari dua, cukup dicantumkan nama pengarang pertama saja, disertai kata et al. atau dkk. Kata et al., adalah singkatan dari et alii, yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai “dan kawan- kawan” (dkk). Penulis dapat menggunakan salah satu dari kedua singkatan tersebut (et al. atau dkk) asal konsisten.
Contoh :
Total padatan produk kefir dipengaruhi kualitas bahan utama dan meningkatkan konsistensi kefir, rasa dan aroma (Setyawardani et al., 2014).
Satu sitasi, lebih dari dua karangan
Suatu kalimat sitasi, seringkali merupakan suatu rangkuman yang mengandung satu pengertian tetapi dari berbagai sumber yang menguraikan hal yang sama. Jika yang dikutip lebih dari satu karangan atau sumber, maka diantara setiap nama pengarang beserta tahunnya, diberi tanda titik-koma (;).
Contoh:
Kondisi malnutrisi dapat berperan sebagai penyebab atau merupakan akibat dari penyakit diabetes (Devlin, 1982; Asdie dan Hardiman, 1989).
Sitasi dari sitasi Hal ini boleh dilaksanakan apabila terpaksa, misalnya publikasinya tidak ditemukan, dan harus atas persetujuan guru pembimbing.
Contoh:
Menurut Hardy (1989) dalam Horst (1990), konsentrasi inositol uterus kambing sangat peka terhadap pregnenolone.
Kalimat tersebut di atas dapat pula ditulis sebagai berikut:
Konsentrasi inositol uterus kambing sangat peka terhadap pregnenolone (Hardy, 1989 dalam Horst, 1990).