Selamat datang di halaman "About Us" Kelompok KTI SMAKYS! Kami adalah sebuah kelompok yang terdiri dari lima siswa yang berasal dari berbagai latar belakang dan karakter yang berbeda. Kelompok kami dibentuk dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang menjadi bagian dari pembelajaran di SMAKYS. Sejak awal, perjalanan kami penuh dengan tantangan, debat, dan juga kebersamaan yang akhirnya membawa kami pada sebuah hasil yang tidak hanya berupa karya ilmiah, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga.
Kelompok KTI SMAKYS dimulai dengan empat anggota utama: Josh, Davon, Lamberd, dan Calvin. Keempatnya memiliki minat dan cara berpikir yang berbeda, namun mereka sepakat untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas KTI. Namun, perjalanan kami tidak berhenti di sana. Pada suatu kesempatan, Lamberd mengajukan saran yang cukup mencengangkan: bagaimana jika kami menambah satu anggota lagi untuk memperkuat tim? Meskipun sempat ragu, akhirnya keputusan tersebut disetujui dan Marco pun bergabung menjadi anggota kelima dalam kelompok kami.
Dengan penambahan Marco, kelompok kami yang awalnya berjumlah empat orang berubah menjadi sebuah tim yang "jumbo" dengan lima anggota. Kami berharap dengan jumlah anggota yang lebih banyak, kami bisa lebih banyak menghasilkan ide-ide brilian. Namun, kenyataannya, semakin banyak anggota, semakin banyak pula perbedaan pendapat yang harus kami hadapi. Banyak tantangan yang muncul, baik dalam hal komunikasi, pembagian tugas, hingga perdebatan mengenai arah penelitian.
Salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi adalah menentukan judul penelitian. Sejak awal, kami merasa kesulitan dalam menemukan tema yang tepat dan bisa disetujui oleh guru pembimbing kami, Pak Halri Simamarta. Setelah banyak diskusi dan pertimbangan, kami mengusulkan judul pertama kami: “Pengaruh Screentime terhadap Pola Interaksi Sosial Siswa”. Judul ini muncul setelah kami memperhatikan kebiasaan siswa yang semakin bergantung pada perangkat digital. Namun, saat kami mengajukan judul ini kepada Pak Halri, ia menolaknya. Kami merasa kecewa, tetapi kami tak menyerah.
Kami kemudian mencari alternatif lain yang lebih relevan dengan topik yang kami pikirkan. Salah satu ide yang kami ajukan adalah mengenai “Pengaruh Nutrisi terhadap Perkembangan Anak”. Kami merasa topik ini cukup menarik dan banyak ditemukan referensinya. Namun, ternyata Pak Halri juga menolaknya. Saat itu, kami mulai merasa putus asa. Kami merasa seperti terjebak dalam kebuntuan dan bahkan perdebatan sengit mulai muncul di antara kami.
Setiap anggota kelompok memiliki pendapat yang berbeda, dan semakin lama kami semakin sulit menemukan solusi yang cocok bagi semua pihak. Ketegangan pun sempat terjadi karena masing-masing kami ingin topik yang lebih sesuai dengan minatnya. Namun, di tengah kebuntuan ini, Lamberd mengajukan sebuah ide yang tak terduga dan mungkin agak kontroversial: “Pengaruh Menonton Video Mukbang Terhadap Selera Makan”. Kami semua terkejut mendengar usulan tersebut, namun Lamberd menjelaskan dengan detail alasan di balik pilihannya. Berdasarkan pengamatannya, fenomena video mukbang (makan besar yang ditonton orang lain) memang sedang populer di kalangan anak-anak muda dan bisa jadi memiliki pengaruh terhadap kebiasaan makan mereka.
Setelah berdiskusi panjang lebar, kami akhirnya sepakat untuk mencoba mengajukan judul tersebut kepada Pak Halri. Ternyata, Pak Halri sangat tertarik dengan ide kami dan langsung menyetujuinya! Ini adalah momen yang sangat penting bagi kami, karena akhirnya kami menemukan topik yang bisa kami kerjakan bersama-sama.
Setelah judul disetujui, kami pun mulai bekerja keras untuk mengumpulkan data dan melakukan penelitian. Proses ini tidak berjalan mulus seperti yang kami bayangkan. Ada banyak tantangan dalam pembagian tugas, pengumpulan data, dan juga dalam memastikan bahwa penelitian kami dapat memberikan hasil yang valid dan menarik. Namun, kami belajar banyak tentang bagaimana bekerja sebagai tim, menghargai perbedaan pendapat, dan berkompromi dalam mencari solusi bersama.
Salah satu pelajaran penting yang kami dapatkan adalah bahwa setiap anggota memiliki kontribusi yang sangat berharga, meskipun peran kami sering kali berbeda-beda. Josh dan Marco banyak berfokus pada pengumpulan data, sedangkan Davon dan Calvin mendalami literatur yang relevan. Lamberd, dengan ide kreatifnya, seringkali menjadi penggerak dalam diskusi kami dan memberikan perspektif baru dalam setiap perdebatan. Semua peran ini akhirnya menyatu dalam satu tujuan: menyelesaikan KTI dengan sebaik-baiknya.
Meskipun kami sering berdebat mengenai pembagian tugas dan arah penelitian, kami menyadari bahwa perbedaan ini adalah bagian dari proses yang membuat kami semakin kuat. Kami belajar untuk bekerja sama, saling mendukung, dan memahami bahwa setiap langkah dalam penelitian ini membawa kami lebih dekat kepada tujuan kami.
test
test
test
Karya Tulis Ilmiah ini bukan hanya tentang menghasilkan sebuah laporan ilmiah, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang mengajarkan kami banyak hal. Kami belajar bagaimana mengelola waktu, menghadapi kegagalan, dan tetap optimis meskipun ada banyak halangan. Kami juga belajar bagaimana menghargai setiap pendapat dan ide dari setiap anggota tim, karena semua hal itu berkontribusi pada kesuksesan bersama.
Kini, dengan judul “Pengaruh Menonton Video Mukbang Terhadap Selera Makan”, kami merasa bangga dapat menyelesaikan proyek ini bersama-sama. Perjalanan yang penuh dengan debat, kegagalan, dan akhirnya kesuksesan ini akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Kami berharap melalui website ini, kami dapat berbagi kisah perjalanan kami, serta memberikan wawasan yang berguna bagi pembaca yang mungkin sedang menghadapi tantangan serupa.
Terima kasih telah mengikuti perjalanan kami. Kami berharap karya ini dapat bermanfaat, tidak hanya bagi kami sebagai penulis, tetapi juga bagi para pembaca yang ingin memahami lebih jauh tentang pengaruh video mukbang terhadap kebiasaan makan generasi muda. Kelompok KTI SMAKYS ini bukan hanya sekadar kelompok penelitian, tetapi juga sebuah tim yang saling mendukung dalam menghadapi setiap tantangan yang ada.
Terima kasih atas dukungan Anda!