Batam, 07-04-2025. Panduan Peraturan Pengujian KTI 2025 sudah dirilis oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAK Yos Sudarso Batam. Hal ini terlihat pada laman KTI SMAKYS yang sudah menampilkan mengenai informasi ini. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Pascalis Pandu Sunjoyo, menegaskan bahwa panduan ini dibuat agar seluruh proses pengujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) berjalan secara tertib, objektif, dan sesuai dengan norma akademik yang berlaku di SMAS Katolik Yos Sudarso. Dalam keterangannya, beliau juga menyebutkan bahwa seluruh siswa kelas XII wajib mematuhi peraturan ini tanpa pengecualian.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam panduan tersebut adalah etika penyaji. Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi yang disajikan, namun juga harus mampu menjawab pertanyaan dengan sikap santun dan tidak emosional. Etika berkomunikasi menjadi aspek yang sangat diperhatikan dalam sidang KTI, sejalan dengan pembentukan karakter siswa yang unggul secara akademik dan moral.
Peraturan ini juga menyentuh hal teknis seperti kewajiban membawa hard copy KTI. Dalam sesi wawancara, Ibu Maria, salah satu guru pembimbing KTI, menjelaskan bahwa hard copy penting untuk memudahkan penguji dalam mengevaluasi isi KTI secara langsung dan sistematis. Ia menambahkan bahwa berbagi dokumen digital dengan sesama peserta sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan dugaan pelanggaran integritas akademik.
Tak hanya siswa, panduan ini juga memberikan arahan khusus kepada para guru pendamping dan penguji. Guru tidak diperkenankan menggunakan ponsel untuk keperluan di luar pengujian saat sidang berlangsung. Selain itu, mereka harus bersikap objektif dan menghindari penilaian yang bersifat subjektif. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana sidang yang profesional dan adil bagi seluruh peserta.
Tanggapan positif datang dari beberapa siswa yang telah membaca panduan tersebut. Dimas, siswa kelas XIII.H, mengatakan bahwa peraturan ini cukup jelas dan membantu dirinya mempersiapkan sidang KTI dengan lebih percaya diri. “Awalnya saya gugup, tapi setelah membaca panduannya, saya jadi tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” ujarnya.
Di sisi lain, beberapa guru mengapresiasi adanya bagian contoh jawaban yang benar dan salah dalam panduan tersebut. Menurut Pak Andri, guru Bahasa Indonesia, bagian ini sangat membantu siswa dalam menyusun argumen yang logis dan profesional. Ia berharap siswa tidak lagi menjawab dengan pola pikir pribadi yang subjektif, tetapi mengedepankan data dan hasil analisis dalam KTI mereka.
Sementara itu, tim kurikulum SMAK Yos Sudarso juga akan mengadakan simulasi sidang KTI yang direncanakan berlangsung dua minggu sebelum jadwal pengujian resmi. Simulasi ini bertujuan untuk melatih siswa menghadapi suasana sidang yang sesungguhnya dan membiasakan mereka dengan format tanya-jawab serta sikap presentasi yang tepat.
Sebagai bagian dari evaluasi, setelah pelaksanaan pengujian KTI nanti, pihak sekolah juga akan mengadakan refleksi bersama guru dan siswa guna mengetahui hal-hal yang bisa ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam terus meningkatkan kualitas pelaksanaan KTI sebagai proyek akademik tahunan.
Dengan diberlakukannya panduan ini, diharapkan seluruh warga SMAK Yos Sudarso Batam, baik siswa maupun guru, dapat menjalani proses pengujian KTI 2025 dengan lancar, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai integritas akademik yang menjadi dasar pendidikan di sekolah tersebut.
Dimas, Siswa kelas XII.H