PEMANFAATAN SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN TAS PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN
PEMANFAATAN SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN TAS PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN
DISUSUN OLEH :
1.STANLEY CHRSTHOPHER HIU
2.FILO ABOGANI HAKIM
3.FARENZA BAIHAKI
4.JONATHAN MARIO SIBUEA
5.TITOUS BOTOUTA SUMBAYAK
6.FATHULKHAIR RAMDHANI (-)
PERSETUJUAN PEMBIMBING PJBL
Yang bertanda tangan d ibawah ini menyatakan bahwa PJBL kelompok :
Nama Kelompok : 5 (lima)
Kelas : XI-F1
Anggota : 1. Stanley Christhopher Hiu
2 .Farenza Baihaki
3. Filo Abogani Hakim
4. Jonathan Mario Sibuea
5. Titous Botouta Sumbayak
6. Fathulkhair Ramdhani (-)
Subtema : Eko-Kemasan Biogradable
Judul Potensi Lokal : CASSABAG (Inovasi Kantong Plastik Ramah Lingkngan Berbasis Pati singkong)
Benar-benar telah melalui proses pembimbingan dengan pembimbing sejak 31 Agustus 2026 sampai dengan 22 Oktober 2026 dan disetujui untuk dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya
Guru Pembimbing Ketua Kelompok
Delfiana Mangkuto, S.Pd S. Dr.STANLEY CHRISTOPHER HIU
NIP : NIS :
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
"Say No To Plastic, Say Yes To Sustainable Future."
PERSEMBAHAN
Karya dan proposal proyek ini kami persembahkan dengan penuh rasa syukur kepada:
1.Tuhan Yang Maha Esa, yang memberikan kesehatan dan kelancaran dalam setiap langkah penyusunan proyek ini.
2.Orang tua kami tercinta, atas segala doa, kasih sayang, dan dukungan moral maupun materiil yang tidak pernah putus.
3.Bapak/Ibu Guru Pembimbing, atas kesabaran, ilmu, serta bimbingan berharga yang diberikan selama proses pengerjaan.
4.Pihak Sekolah, yang telah memfasilitasi tempat bagi kami untuk belajar, berkarya, dan peduli terhadap lingkungan.
5.Teman-teman satu kelompok, atas kerja keras, kekompakan, dan kebersamaan dalam mewujudkan ide produk CASSABAG.
6.Seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan semangat hingga proposal ini dapat terselesaikan dengan baik.
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam sejahtera untuk kita semua.
Rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nya, proposal proyek Project Based Learning (PjBL) ini dapat terselesaikan sesuai rencana. Karya bertajuk "Pemanfaatan Pati Singkong Sebagai Bahan Baku Pembuatan Tas Plastik Ramah Lingkungan Cassabag" ini kami susun sebagai syarat pemenuhan tugas kelompok pada subtema Eko-Kemasan Biodegradable di SMA NEGERI 4 JAKARTA. Gagasan ini lahir dari kepedulian kami terhadap isu penumpukan sampah plastik yang kian memprihatinkan di sekitar kita.
Melalui pelaksanaan proyek PjBL ini, kami mencoba mengasah pola pikir kritis serta keterampilan dalam memanfaatkan potensi bahan lokal. Tepung pati singkong kami pilih sebagai bahan utama untuk menciptakan produk "CASSABAG", yaitu alternatif kantong plastik ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Proses pengerjaan proposal ini tentu tidak lepas dari arahan dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu, kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Guru Pembimbing serta seluruh rekan kelompok yang telah bekerja sama. Kami sangat menyadari bahwa hasil karya ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga masukan yang membangun sangat kami harapkan. Semoga proposal CASSABAG ini dapat memberikan manfaat nyata serta wawasan baru bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Jakarta, 28 Agustus 2026
Kelompok 5 (XI-F1)
DAFTAR ISI
PERSETUJUAAN PEMBIMBING PJBL ................................................................................................
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..............................................................................................................
KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN ..........................................................................................................................
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................................
1.2 Identifikasi Masalah .................................................................................................................
1.3 Pembatasan Masalah ............................................................................................................
1.4 Perumusan Masalah .............................................................................................................
1.5 Tujuan Penelitian .................................................................................................................
1.6 Manfaat Penelitian ...............................................................................................................
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................................
2.1 Bioplastik dari Pati Singkong ...............................................................................................
2.2 Fungsi Gliserin .......................................................................................................................
2.3 Fungsi Cuka (Asam Asetat) ..................................................................................................
2.4 Penelitian Terdahulu .............................................................................................................
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ................................................................................................
3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................................................................
3.2 Waktu dan Tempat ......................................................................................................................................
3.3 Alat dan Bahan ............................................................................................................................................
3.4 Prosedur Pebuatan Bioplastik ...................................................................................................................
BAB IV : PENUTUP ............................................................................................................................................................
4.1 Kesimpulan ..................................................................................................................................................
4.2 Saran ............................................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................................................................
LAMPIRAN .........................................................................................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Krisis pencemaran lingkungan akibat sampah plastik konvensional sintetis berbahan dasar minyak bumi telah menjadi isu ekologis global yang sangat krusial. Plastik konvensional membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami di tanah maupun perairan, sehingga memicu kerusakan ekosistem dan mengancam rantai makanan. Seiring bertambahnya kesadaran masyarakat dan sekolah terhadap keberlanjutan lingkungan, tuntutan terhadap penyediaan eko-kemasan yang mudah terurai secara hayati (biodegradable) semakin meningkat pesat.
Salah satu alternatif material terbarukan yang sangat potensial untuk mengatasinya adalah bioplastik berbahan dasar biomassa pati. Indonesia memiliki ketersediaan bahan baku pati singkong yang sangat melimpah, murah, dan terbarukan. Pati singkong mengandung amilosa dan amilopektin yang tinggi, yang berperan penting dalam pembentukan matriks plastik fleksibel.
Meskipun demikian, penggunaan pati murni sebagai bahan bioplastik memiliki keterbatasan teknis, seperti daya tahan air yang rendah (sifat hidrofilik) serta kekuatan yang relatif rapuh. Oleh karena itu, diperlukan inovasi Eko-Kemasan Bioplastik Pati Singkong sebagai produk olahan ramah lingkungan yang memadukan bahan baku pati lokal dengan bahan aditif (plasticizer gliserol dan penguat alami). Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif kemasan yang memiliki ketahanan fisik, nilai guna, dan nilai ekonomi, sekaligus menjadi bentuk penerapan kreativitas dalam memanfaatkan potensi lokal secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang menjadi dasar dalam pengembangan produk Eko-Kemasan Bioplastik Pati Singkong, yaitu:
1.Pemanfaatan pati singkong sebagai bahan baku lokal perlu dikembangkan menjadi produk bioplastik yang memiliki nilai guna dan nilai tambah, sehingga potensi pati singkong tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
2.Proses pembuatan bioplastik pati singkong perlu memperhatikan prinsip ramah lingkungan (Adiwiyata), khususnya melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal dan upaya mengurangi sisa atau limbah yang dihasilkan selama proses produksi.
3.Pengolahan pati singkong menjadi bioplastik perlu dilakukan secara optimal untuk mengurangi potensi pemborosan bahan baku, sehingga bahan yang digunakan dapat dimanfaatkan secara efektif dan menghasilkan produk yang bernilai.
4.Pengembangan produk eko-kemasan bioplastik perlu memperhatikan kualitas produk (sifat fisik dan ketahanan air), kelestarian lingkungan (biodegradabilitas), dan efisiensi biaya produksi, agar bioplastik pati singkong dapat menjadi inovasi kemasan berbahan potensi lokal yang tidak hanya layak digunakan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya.
1.3 Pembatasan Masalah
Agar pembahasan dalam proyek pembuatan bioplastik ini lebih terarah dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka masalah dalam proyek ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
1.Pemanfaatan pati singkong dalam proyek ini dibatasi sebagai bahan baku utama pembuatan bioplastik biodegradable dengan memanfaatkan tepung tapioka murni yang mudah diperoleh sebagai bagian dari potensi lokal.
2.Penerapan prinsip ramah lingkungan dibatasi pada pemanfaatan bahan dan sumber daya secara optimal, penggunaan bahan sesuai kebutuhan, serta upaya mengurangi sisa dan limbah yang dihasilkan selama proses pembuatan film bioplastik.
3.Pengurangan potensi pemborosan bahan baku dibatasi pada pemanfaatan pati singkong dan bahan pendukung (plasticizer gliserol dan penguat) yang digunakan selama proses produksi, dengan mengoptimalkan penggunaan bahan yang masih layak dan mengurangi sisa bahan yang tidak diperlukan.
4.Kualitas dan efisiensi produk dibatasi pada pengamatan terhadap hasil akhir bioplastik (meliputi ketahanan fisik, kelenturan, ketahanan air sederhana, dan laju biodegradasi di tanah) serta perhitungan biaya produksi sederhana tanpa membahas aspek produksi dalam skala industri.
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah yang telah diuraikan, maka permasalahan dalam proyek ini dirumuskan sebagai berikut:
1.Bagaimana pemanfaatan pati singkong sebagai bahan baku lokal dapat diolah menjadi produk bioplastik yang memiliki nilai guna dan nilai tambah?
2.Bagaimana pembuatan bioplastik pati singkong dapat menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal dan pengurangan sisa atau limbah?
3.Bagaimana pengolahan pati singkong menjadi bioplastik biodegradable dapat mengurangi potensi pemborosan bahan?
4.Bagaimana menghasilkan produk eko-kemasan bioplastik pati singkong yang tetap memperhatikan kualitas produk, kelestarian lingkungan, dan efisiensi biaya produksi?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan, proyek pembuatan Eko-Kemasan Bioplastik Pati Singkong bertujuan untuk:
1.Mengetahui dan mengembangkan pemanfaatan pati singkong sebagai bahan baku lokal menjadi produk bioplastik biodegradable yang memiliki nilai guna dan nilai tambah.
2.Menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam pembuatan bioplastik pati singkong melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal serta upaya mengurangi sisa atau limbah selama proses produksi.
3.Mengoptimalkan pengolahan pati singkong menjadi bioplastik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi potensi pemborosan bahan.
4.Menghasilkan produk eko-kemasan bioplastik pati singkong yang memperhatikan kualitas produk (sifat fisik), kelestarian lingkungan (biodegradabilitas), dan efisiensi biaya produksi sebagai inovasi kemasan berbasis potensi lokal.
1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Manfaat Teoritis
Memberikan kontribusi pengetahuan dan referensi praktis mengenai pemanfaatan polimer alam berbahan dasar pati singkong serta penerapan teknologi sederhana dalam pembuatan kemasan ramah lingkungan yang biodegradable.
1.6.2 Manfaat Praktis
Bagi Lingkungan: Membantu mengurangi akumulasi sampah plastik sintetis berbasis fosil melalui penyediaan alternatif eko-kemasan yang mudah terurai secara hayati di tanah.
Bagi Masyarakat & Sekolah: Memberikan inovasi pemanfaatan potensi komoditas lokal (pati singkong) menjadi produk eko-kemasan bernilai ekonomi tinggi dan bernilai guna.
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Variabel
2.1.1 Variabel bebas
Variabel bebas dalam proyek pembuatan produk ini adalah Formulasi Takaran Pati Singkong dan Bahan Aditif, yang meliputi:
Komposisi Pati Singkong (Manihot esculenta): Penggunaan pati murni (tepung tapioka) sebagai bahan baku utama pembentuk lembaran bioplastik.
Takaran Plasticizer Gliserol: Variasi penambahan gliserol yang berfungsi sebagai pelembut/peregang ikatan polimer agar lembaran bioplastik tidak kaku dan tidak mudah retak.
Takaran Bahan Penguat Alami: Penambahan aditif alami (seperti kitosan/cuka dapur) untuk membantu kerapatan adonan bioplastik.
2.1.2 Varabel Terikat
Variabel terikat dalam proyek ini adalah Karakteristik Fisik dan Kualitas Produk Bioplastik, yang terdiri dari:
Sifat Fisik dan Kelenturan: Tekstur, kehalusan permukaan, serta daya tahan lembaran bioplastik saat dilipat atau ditarik.
Ketahanan Air Sederhana: Daya tahan permukaan bioplastik saat terpapar percikan atau genangan air.
Biodegradabilitas (Uji Penanaman Tanah): Kemampuan dan kecepatan produk bioplastik terurai di dalam tanah.
2.1.3 Variabel Kontrol (Control Variable)
Variabel kontrol yang dijaga konstan selama proses pembuatan produk meliputi:
Suhu Pemanasan Adonan: Dijaga konstan pada suhu 80–90°C saat pengadukan.
Waktu Pengeringan: Pengeringan cetakan lembaran dilakukan secara seragam menggunakan oven/penjemuran pada suhu konstan.
Ukuran Cetakan: Menggunakan cetakan dengan luas dan ketebalan tuang yang sama.
2.2 Penelitian Relevan
Pemanfaatan Pati Singkong untuk Bioplastik: Penelitian dan percobaan terdahulu membuktikan bahwa pati singkong sangat potensial diolah menjadi lembaran bioplastik yang mudah terurai secara alami.
Pengaruh Gliserol pada Produk Bioplastik: Percobaan pembuatan bioplastik menunjukkan bahwa gliserol berpengaruh langsung terhadap kelenturan produk. Gliserol yang terlalu sedikit membuat bioplastik rapuh, sedangkan terlalu banyak membuat adonan lengket.
Pemanfaatan Produk Kemasan Ramah Lingkungan: Pengolahan komoditas lokal menjadi produk tempat/kantong kemasan terbukti dapat menunjang program ramah lingkungan (Adiwiyata) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
2.3 Kerangka Berpikir
Kondisi Awal (Problem): Tingginya penggunaan plastik sintetis & lembaran pati murni memiliki kelemahan rapuh dan mudah menyerap air.
Tindakan/Solusi (Action): Pembuatan bioplastik pati singkong dengan variasi takaran gliserol melalui penerapan prinsip ramah lingkungan (Adiwiyata).
Uji Coba Fungsi Produk (Process):
Pengamatan Tekstur & Kelenturan Lembaran
Uji Daya Tahan Air Sederhana
Uji Kecepatan Terurai di Tanah (Soil Burial Test)
Hasil Akhir (Outcome): Terciptanya produk Eko-Kemasan Bioplastik Pati Singkong yang lentur, tidak mudah sobek, ramah lingkungan, dan hemat biaya produksi.
2.4 Hipotesa
Berdasarkan kajian variabel dan penelitian relevan yang telah diuraikan, hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
Terdapat pengaruh dari variasi takaran gliserol terhadap tekstur dan kelenturan lembaran bioplastik pati singkong yang dihasilkan.
2. Produk bioplastik pati singkong dapat terurai secara alami di dalam tanah dalam waktu relatif singkat.
3. Terdapat takaran adonan yang paling optimal untuk menghasilkan produk kantong eko-kemasan yang kuat, fleksibel, dan layak pakai.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Tempat Penelitian:
Waktu Penelitian: Penelitian ini berlangsung mulai tanggal 31 Agustus 2026 sampai dengan 22 Oktober 2026
3.2 Sistematika Penelitian
Tahap Persiapan: Penyiapan alat (kompor/pemanas, cetakan, heat sealer) dan bahan baku (pati singkong, gliserol, air, dan asam asetat/cuka).
Tahap Pembuatan Produk: Pencampuran adonan, pemanasan hingga mengental (gelatinisasi suhu 80–90°C), penuangan ke cetakan, dan pengeringan.
Tahap Pembentukan & Pengujian: Pemotongan lembaran bioplastik, penyambungan menjadi tas menggunakan heat sealer, serta pengamatan daya tahan fisik dan biodegradabilitas.
Tahap Evaluasi & Laporan: Pencatatan hasil pengamatan, penyimpulan takaran terbaik, dan penyusunan laporan produk
3.3 Populasi dan Sanpel
Populasi: Seluruh formulasi variasi adonan bioplastik berbasis pati singkong.
Sampel: Lembaran dan prototipe kantong bioplastik yang dibuat dengan variasi takaran gliserol (takaran sedikit, sedang, dan banyak).
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Pembuatan Produk / Terapan (Project-Based Development), yaitu berfokus pada proses pembuatan suatu produk nyata dan pengujian fungsi produk tersebut.
3.5 Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan Deskriptif Kualitatif & Kuantitatif Sederhana, yaitu mendeskripsikan tekstur, penampilan, dan daya tahan produk berdasarkan pengamatan langsung serta pengukuran angka sederhana (waktu kering, ketahanan beban, dan waktu terurai).
3.6 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah Purposive Sampling. Pemilihan sampel dan penetapan variasi formulasi dilakukan secara sengaja berdasarkan kriteria dan pertimbangan teknis tertentu guna mencapai standar karakteristik kemasan yang optimal.
3.7 Teknik Pengumpulan Data
Pengamatan Fisik (Observasi): Mengamati kehalusan, kerataan, warna, dan kelenturan lembaran bioplastik saat dilipat.
Uji Fungsi Produk: Menguji ketahanan kantong bioplastik saat diberi beban barang kering ringan.
Uji Terurai Tanah: Menanam potongan bioplastik di tanah dan mengamati perubahan fisiknya pada hari ke-3, 7, 14, hingga 21.
3.8 Teknik Analisis Data
Analisis Deskriptif: Data hasil pengamatan visual dan uji fungsi produk dijelaskan secara naratif dan disajikan dalam bentuk tabel perbandingan untuk menentukan takaran pembuatan produk yang paling berhasil.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data
Data dalam proyek pembuatan produk eko-kemasan bioplastik pati singkong ini diperoleh melalui pencatatan proses produksi, pengamatan fisik visual, serta hasil uji coba fungsi produk yang dilakukan dari tanggal 31 Agustus hingga 22 Oktober 2026.
4.1.1 Hasil Pengamatan Fisik dan Sifat Produk
Berdasarkan variasi takaran adonan pati singkong dan gliserol yang dibuat, diperoleh data karakteristik fisik lembaran bioplastik sebagai berikut:1
DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Agristan. (2025). Potensi penggunaan edible film berbasis polisakarida pati singkong termodifikasi. Jurnal Agristan, 10(2), 45–58. https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/agristan/article/viewFile/13426/4252
Jurnal GPI. (2026). Pengembangan kemasan makanan biodegradable dari pati singkong. Jurnal Sains dan Teknologi, 1(1), 1–12. https://gpijournal.com/index.php/science/article/view/687
Jurnal Sains dan Teknik. (2025). Tinjauan sistematis peningkatan ketahanan kemasan ramah lingkungan berbasis pati singkong. BEJ Serambi Mekkah, 3(1), 12–25. https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/627
Organisasi Internasional untuk Standardisasi. (2012). ISO 14855-1:2012: Penentuan biodegradabilitas aerobik akhir bahan plastik dalam kondisi pengomposan terkontrol — Metode dengan analisis karbon dioksida yang dihasilkan — Bagian 1: Pengukuran manometrik. https://www.iso.org/standard/57902.html
Organisasi Internasional untuk Standardisasi. (2018). ISO 14855-2:2018: Penentuan biodegradabilitas aerobik akhir bahan plastik dalam kondisi pengomposan terkontrol — Metode dengan analisis karbon dioksida yang dihasilkan — Bagian 2: Pengukuran gravimetri karbon dioksida yang dihasilkan. https://www.iso.org/standard/72046.html
Penulisan. (2025). Uji biodegradasi bioplastik dengan metode ISO 14855. Scribd. https://id.scribd.com/document/659495222/Uji-Biodegradasi-Bioplastik
Universitas Brawijaya. (2022). Karakterisasi bioplastik berbasis agar (Gracilaria sp.) dan pati singkong yang diproses menggunakan metode ekstrusi [Skripsi/Tesis, Universitas Brawijaya]. Repositori Universitas Brawijaya. https://repositori.ub.ac.id/id/eprint/192232/
Universitas Gadjah Mada. (2014). Desain sistem produksi miniplant bioplastik berbentuk lembaran untuk memenuhi permintaan yang fluktuatif [Skripsi/Tesis, Universitas Gadjah Mada]. Electronic Theses and Dissertations UGM. http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/69702
Universitas Gadjah Mada. (2017). Perancangan sistem produksi mini plant plastik biodegradable berbahan dasar rumput laut, kitosan, dan polivinil alkohol untuk memenuhi peningkatan permintaan bioplastik [Skripsi/Tesis, Universitas Gadjah Mada]. Electronic Theses and Dissertations UGM. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/108192
Universitas Gadjah Mada. (2023). Optimasi kondisi operasi pembuatan plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung dan pati kulit singkong dengan penambahan PVA dan TiO₂ sebagai smart packing. Jurnal Rekayasa Proses, 17(1). https://journal.ugm.ac.id/jrekpros/article/view/77598
Universitas Malang. (2017). Analisis biodegradasi bioplastik yang terbuat dari pati singkong. Jurnal Ilmu dan Teknologi Teknik Mesin, 9(2), 112–120. https://journal2.um.ac.id/index.php/jmest/article/view/1207
Universitas Sumatera Utara. (2023). Pra rencana pabrik pembuatan biji komposit bioplastik dari pati singkong dengan proses asetilasi kapasitas 3.400 ton/tahun [Skripsi/Tesis, Universitas Sumatera Utara]. Repositori Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/88954
LAMPIRAN