1.Emphatize
Setelah memahami berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami sehari-hari di lingkungan sekitar, kami menemukan bahwa penggunaan kantong plastik masih sangat mudah ditemui, terutama ketika berbelanja atau membawa barang. Plastik memang praktis, ringan, dan mudah digunakan, tetapi penggunaannya secara berlebihan dapat menyebabkan penumpukan sampah karena plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Kami juga menyadari bahwa sebagian masyarakat, khususnya pelajar, masih menggunakan plastik tanpa terlalu memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Di sisi lain, singkong merupakan salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi pati. Berdasarkan pemahaman tersebut, kami melihat adanya peluang untuk memanfaatkan pati singkong sebagai bahan dasar pembuatan tas yang lebih ramah lingkungan. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan membantu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
2. Define
Penggunaan plastik sintetis yang berlebihan menyebabkan penumpukan sampah yang sulit terurai, mengancam ekosistem darat dan laut. Masyarakat membutuhkan alternatif kemasan dan tas yang ramah lingkungan, namun belum banyak pilihan yang terjangkau, mudah didapat, dan memiliki daya guna yang setara dengan plastik biasa, dari tahap define ini dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama adalah belum adanya produk tas ramah lingkungan berbasis bahan lokal yang terjangkau, kuat, dan estetis, serta minimnya edukasi publik mengenai manfaat produk biodegradable.
3. Ideate
Membuat tas belanja berbahan dari pati singkong yang di campur gliserin dan air untuk bioplastik
Mengembangkan desain tas yang kuat, tahan air, dan bisa dipakai berulang kali tanpa harus membuang lagi ke tempat sampah
Menggunakan pewarna makanan, agar tas tampak menarik dan juga ramah lingkungan masyarakat
4. Prototype
Langkah langkah membuat tas dari singkong :
Menentukan tujuan, ukuran, dan bentuk tas yang akan dibuat.
Menyiapkan bahan utama berupa singkong atau pati singkong serta bahan pendukung yang diperlukan.
Mengolah singkong hingga menghasilkan pati.
Mencampurkan pati singkong dengan air dan bahan tambahan sesuai kebutuhan.
Memanaskan dan mengaduk campuran hingga menjadi adonan yang merata.
Meratakan adonan pada cetakan sesuai ukuran tas yang telah ditentukan.
Mengeringkan bahan hingga membentuk lembaran yang cukup kuat dan fleksibel.
Memotong dan membentuk lembaran sesuai desain tas.
Menggabungkan bagian-bagian tas dan membuat pegangan.
Melakukan pengecekan terhadap bentuk, kekuatan, dan kelayakan tas sebelum digunakan.
5. Tes Uji Coba
Setelah prototype selesai dibuat, kami melakukan pengujian untuk mengetahui apakah tas biodegradable dari singkong sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian dilakukan dengan melihat kekuatan tas ketika digunakan untuk membawa barang, fleksibilitas bahan, kenyamanan saat dibawa, serta ketahanannya terhadap kondisi penggunaan yang wajar, kami juga mengamati bagaimana bahan tas mengalami perubahan ketika berada pada kondisi lingkungan yang sesuai untuk proses penguraian, hasil pengujian tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui kekurangan produk dan menentukan perbaikan yang diperlukan, seperti memperbaiki ketebalan bahan, bentuk tas, ukuran pegangan, maupun komposisi bahan agar produk menjadi lebih baik.