LATAR BELAKANG
Kami dari Kelompok 5 kelas XI melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PJBL) dengan subtema “Eko-Kemasan Biodegradable”. Melalui proyek ini, kami berusaha mengembangkan potensi bahan alami menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus membantu mengurangi permasalahan lingkungan. Salah satu permasalahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan kantong plastik sekali pakai yang masih tinggi. Plastik banyak digunakan karena praktis, ringan, dan mudah diperoleh, tetapi limbahnya sulit terurai secara alami sehingga dapat mencemari lingkungan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kami mengembangkan produk berupa tas biodegradable berbahan dasar singkong sebagai salah satu alternatif pengganti kantong plastik. Singkong dipilih karena merupakan bahan yang mudah ditemukan dan mengandung pati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar bioplastik. Dengan mengolah pati singkong menjadi material yang dapat digunakan untuk membuat tas, kami berupaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia sekaligus menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan.
Selain menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, proyek ini juga menjadi bentuk penerapan prinsip Adiwiyata melalui pemanfaatan sumber daya secara bijak dan upaya mengurangi limbah plastik. Proses pembuatan tas biodegradable juga dapat meningkatkan kreativitas dan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan alami menjadi produk inovatif. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga pada peningkatan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Melalui proyek Eko-Kemasan Biodegradable, kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana seperti singkong dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap tas biodegradable ini dapat menjadi salah satu langkah kecil dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong kebiasaan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.