Tujuan Pembelajaran:
1. Menguraikan latar belakang pelaksanaan kerja paksa pada masa Gubernur Jenderal H.W Daendels.
2. Menentukan tujuan utama penerapan kebijakan kerja paksa pada masa Gubernur Jenderal H.W Daendels
3. Menghubungkan kebijakan kerja paksa dengan kebijakan pemerintahan H.W Daendels pada bidang pertahanan/keamanan dan politik.
1.1 Pendahuluan
Kerja rodi merupakan sebutan untuk kerja paksa yang diterapkan kolonial Belanda kepada rakyat pribumi Nusantara. Menurut beberapa sumber kerja rodi yang dilakukan Belanda ini awalnya dijalankan dengan sistem upah walaupun hanya sedikit tetapi kemudian di beberapa daerah diterapkan tanpa upah. Kerja Rodi yang diterapkan pada masa pemerintahan Daendels adalah kerja paksa pembangunan Jalan Raya Pos yang menghubungkan Anyer-Panarukan dengan jarak mencapai 1.000 kilometer. Jelas pelaksanaan kerja paksa rodi ini menyebabkan kesengsaraan rakyat dan menimbulkan banyak korban berjatuhan.
1.2 Penerapan Kebijakan Kerja Paksa
Kerja Paksa Rodi di Indonesia terjadi pada masa pemerintahan kolonial Hindia – Belanda dibawah pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. H.W Daendels datang ke Indonesia pada tahun 1808. Ia datang ke negeri jajahan karena mendapat tugas dari Raja Perancis, Louis Napoleon. Pada saat itu Belanda sedang berada di bawah kekuasaan Perancis. Tugas utama H.W Daendels adalah mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Dalam melaksanakan tugasnya Daendels melalukan beberapa usaha diantaranya adalah membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya. Ia juga membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan dan mendirikan benteng-benteng pertahanan. Untuk mengefektifkan biaya dan sumber daya manusia yang ada, semua program tersebut didukung dengan sistem kerja paksa yang dikenal dengan kerja rodi atau kerja paksa.
1.3 Fakta Menarik Jalan Raya Pos
Jalan Raya Pos memang sangat fenomenal. Selain mengandung sejarah yang amat panjang juga terkandung fakta – fakta menarik di dalamnya. Jalan ini dibangun sejak kedatangan H.W Daendels ke Banten pada 14 Januari 1808 dan resmi memimpin Hindia Belanda. Ketika menjadi orang nomor satu di negeri jajahan ini, ia dikenal sebagai pemimpin yang kejam.
Pada dasarnya pembangunan jalan raya pos itu terinspirasi dari pembangunan jalan yang ada di Imperium Romawi. Curcus Publicus adalah nama jalan yang berada pada masa kekuasaan Byzantine menjadi inspirasi Daendels membuat jalan raya pos di Hinda - Belanda. Ia terinspirasi dengan jalan tersebut dengan tujuan mencontoh fungsinya yaitu sebagai pendukung distribusi logistik dan mobilitas pasukan Hindia Belanda di Pulau Jawa.
Namun demikian, walaupun awalnya hanya untuk mempermudah mobilitas, pada perkembangan selanjutnya Jalan Daendels ini menimbulkan banyak manfaat mulai dari mendukung komunikasi, ekonomi, hingga militer. Pada bidang komunikasi, jalan raya ini bermanfaat sebagai media untuk mempersingkat waktu pengiriman pesan. Pada bidang ekonomi, jalan ini membantu meringankan ongkos pengangkutan sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor menjadi tinggi. Sedangkan pada bidang militer, Jalan Raya Pos bermanfaat untuk mempermudah mobilitas pasukan Belanda yang ada di sekitar Pulau Jawa.
Daftar Pustaka
• Modul Mata Pelajaran Sejarah Peminatan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud 2013
• Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Sejarah Indonesia, Kelas XI Semester 1. Jakarta: Kemendikbud
• Ratna Hapsari & M.Adil, 2013, Sejarah, Indonesia, Jakarta: Penerbit Erlangga
• Sardiman. 2008. Sejarah SMA Kelas XI Program Ilmu Sosial. Jakarta: Quadra.
• Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (1984). Sejarah Nasional Indonesia (Vol. 6). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.