Teknik pointilis secara sederhana bisa diartikan sebagai menggambar dengan menyusun titik-titik hingga menjadi bentuk yang indah. Salah satu bentuk lukisan yang berkembang pada tahun 1800-an menggunakan titik-titik dengan warna primer untuk membentuk sebuah gambar di mana warna sekunder bisa terlihat. Teknik ini dinamakan pointilis, dan istilah ini pertama kali digunakan untuk mendeskripsikan karya seniman Perancis, Georges Seurat. Seurat adalah salah satu tokoh impresionisme-pointilis.
Pointilis mendeskripsikan sebuah Teknik di mana ratusan bahkan ribuan titik atau garis-garis kecil diaplikasikan pada kanvas, atau permukaan lain, untuk menciptakan suatu bentuk. Teknik ini bersandar pada kemampuan mata dan pikian pengamat untuk menggabungkan semua titik menjadi rangkaian warna. Teknik ini merupakan kebalikan dari metode tradisional yang mencampurkan warna pada palet terlebih dahulu, baru mengoleskannya pada permukaan kanvas.
Perhatikan gambar di bawah ini adalah pointilis hasil karya Georges Seurat:
Gambar 1. Karya Georges Seurat
Sebetulnya, saat kita menggambar dengan gaya pointilis maka secara tidak langsung kita sedang menggunakan teknik menggambar arsir titik yang biasa disebut dengan stippling. Semakin rapat titik-titik yang dibubuhkan, maka semakin gelap area tersebut dan cocok untuk membuat bayangan. Sementara semakin renggang titik yang dibubuhkan, maka semakin terang bagian itu. Melalui gelap-terang tersebutlah objek dibentuk dalam teknik ini.
Menggambar dengan menggunakan teknik ini memerlukan kesabaran dan ketelitian yang luar biasa. Alat yang cocok digunakan tentunya adalah drawing pen atau pena tinta. Karena ketukan pensil akan jauh lebih tipis dan lebih sulit diatur. Pensil juga akan cepat aus dan harus lebih sering diserut. Penggunaan kuas, entah itu cat minyak ataupun cat air hanya menggunakan ujung kuas saja, sebisa mungkin menghindari goresan agar tidak ada titik yang menyerupai garis. Besar titik untuk menggambar pointilis sangat beragam, tergantung kebutuhanmu hingga membentuk pola yang kamu inginkan.
Tahap 1 - Melakukan stippling
Sebelum benar-benar mulai menggambar, ada baiknya kamu latihan membuat titik-titik terlebih dahulu. Ambil kertas kosong dan buatlah titik-titik di sana. Gunakan drawing pen ukuran 0,1 atau 0,05 untuk membuat titik yang lebih mendetail daripada spidol. Jika tanganmu sudah terbiasa membuat titik-titik dengan berbagai jenis ketebalan dan jarak, sekarang saatnya lanjut ke step berikutnya.
Gambar 2. Stippling
Tahap 2 - Membuat pola gambar
Step kedua dari menggambar pointilis yang mesti kamu lakukan adalah membuat sketsa gambar di media kertas. Kamu dapat menggunakan kertas gambar atau sketchbook yang punya ketebalan bagus supaya warnanya tidak tembus ke halaman berikutnya. Kamu tidak perlu membuat gambar yang rumit, cukup gambar-gambar sederhana yang jelas dari segi bentuk dan outline-nya. Misalnya seperti lingkaran, segitiga, atau persegi. Jika kamu sudah menguasai bentuk sederhana, barulah selanjutnya kamu akan lebih mudah untuk mengeksplorasi bentuk yang lain. Perlu diingat, membuat pola gambar ini lebih baik menggunakan pensil atau media yang tidak terlalu tebal, sehingga nanti bisa dihapus dengan mudah.
Gambar 3. Pola gambar
Tahap 3 - Mendahulukan area yang gelap
Sekarang saatnya untuk menerapkan stippling pada bidang gambar sebenarnya. Dari pola yang sudah kamu buat, maka carilah area yang menurutmu lebih gelap, minim cahaya, atau mendapatkan bayangan. Jika kesulitan, gunakan perkiraanmu darimana asal cahaya dan dimana letak bayangannya, nah silahkan mulai berkreasi.
Gambar 4. Stippling dahulukan bagian yang gelap
Tahap 4 - Gradasi Stippling
Setelah memberikan stippling pada bagian yang gelap, sekarang saatnya berikan stippling pada bagian outline sesuai kebutuhan. Biasanya pada bagian outline diberikan stippilng gelap tapi tidak segelap tahap 3. Kemudian di bagian tengah buatlah titik yang berjauhan, sambil memperkirakan posisi yang lebih gelap teruslah melakukan stippling perlahan-lahan hingga memenuhi bagian. Ingat jika area yang stippling-nya lebih padat maka akan menimbulkan efek gelap, dan stippling yang lebih renggang/longgar akan menimbulkan efek area yang lebih terang.
Gambar 5. Gradasi stippling
Tahap 5 - Finishing
Lakukan teknik stippling sampai semua bagian sketsa terisi sesuai ketebalan bayangan yang diinginkan. Kuncinya adalah dengan memainkan jarak antar titik untuk menghasilkan ilusi warna yang berbeda. Memang, melukis atau menggambar dengan teknik pointilis membutuhkan waktu yang tidak sebentar, tapi teknik ini sangat layak untuk dicoba.
Gambar 6. Finishing