DKV adalah ilmu yang mempelajari tentang konsep penyampaian pesan dan umpan balik melalui media visual. Media visual yang dimaksud bisa berupa elemen grafis seperti gambar, warna, huruf, layout dan sebagainya.
Artinya, DKV digunakan sebagai sarana untuk mengenal identitas sesuatu hal, misalnya produk. Ketika suatu barang atau produk telah memiliki identitas, kita sebagai konsumen akan lebih mudah mengenalinya.
Tujuan dari DKV salah satunya menunjukkan hubungan antara beberapa hal. Misal penempatan simbol di tempat umum (restoran, toilet, restoran, dan sebagainya). Simbol tersebut bertujuan menyampaikan informasi jika di kawasan tersebut ada tempat seperti yang tertera dalam simbol.
Tujuan utama DKV yakni mendesain dan menyampaikan pesan sebaik mungkin menggunakan elemen grafis sehingga mampu mendapatkan banyak atensi dari mereka yang melihatnya. Untuk itu digunakan gambar yang menarik serta kata-kata yang sifatnya persuasif.
Banyak karya DKV yang bisa kita nikmati dalam keseharian. Misal iklan di media cetak atau elektronik. Selain itu, ada pula iklan atau karya dalam bentuk brosur, poster, katalog, kemasan produk, hingga animasi. Semua itu adalah bagian dari DKV.
Beranjak dari hal tersebut, bisa dikatakan jika ruang lingkup DKV ini sangat luas. Meski begitu, ruang lingkupnya tak akan jauh dari desain multimedia, desain periklanan, desain grafis media, desain grafis industri, animasi ilustrasi, cerita bergambar, fotografi, serta videografi.
Berdasarkan dari ruang lingkup di atas, untuk bisa menguasai berbagai skill tersebut, tentu ada beberapa mata kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual yang perlu dipelajari. Nah, berikut beberapa mata kuliah yang akan kamu pelajari: material and color in visual design, komputer grafis, drawing for design, pengantar desain komunikasi visual, eastern art review, western art review, fotografi, desain ilustrasi, 3D art and interaction, estetik, visual making project, new media, entrepreneurship, dan sebagainya.
Dari tahun ke tahun kebutuhan akan lulusan DKV sangatlah tinggi. Tentu hal ini sejalan dengan berkembangnya industri kreatif. Bahkan hampir semua bidang perusahaan membutuhkan lulusan jurusan ini. Mulai dari perusahaan penerbitan, website developer, konsultan branding, advertising agency, bahkan instansi pemerintahan juga membutuhkan lulusan DKV.
Tak hanya bekerja sebagai karyawan, seorang lulusan DKV juga bisa menjadi creativepreneur dengan mendirikan jasa percetakan dan periklanan, atau bekerja mandiri sebagai seorang freelance. Selain itu, lulusan DKV juga banyak menjadi seorang sutradara, kurator seni, serta video editor.
JENIS FILE GRAFIS BERDASARKAN MODE PEMROSESAN LASER
(RASTER dan VEKTOR)
Raster atau bitmap merupakan gambar yang tersusun dari banyaknya titik atau pixel yang mempunyai warna masing-masing. Berbeda dengan vektor, raster sangat bergantung dari banyaknya pixel. Maka dari itu, tak heran apabila dilakukan sebuah pembesaran atau zooming akan terlihat blur kotak-kotak serta gambarnya menjadi tidak jelas.
Pengertian dari vektor adalah gambar yang terbentuk dari beberapa kurva atau garis. Di mana garis yang ada tidak bergantung dengan banyaknya jumlah pixel. Oleh karenanya, jika kamu melakukan suatu pembesaran atau yang biasa disebut dengan zooming tidak akan kehilangan detailnya sama sekali. Bahkan, gambar juga tidak akan terlihat blur yang menghasilkan kotak-kotak.
Perlu kamu tahu bahwa vektor mempunyai tiga elemen yang utama. Pertama ada Point yang merupakan sebuah titik awal dan akhir dari suatu bentuk. Kedua ada Poligon yang merupakan sebuah bidang dengan banyak sekali sudut. Lalu yang terakhir ada Polyline, di mana ini adalah objek yang terbentuk dari sejumlah garis lengkung atau lurus yang tersambung.
Vektor mempunyai sejumlah kelebihan. Berikut adalah ulasannya.
Gambar yang berjenis vektor dapat diubah ke dalam bentuk serta ukuran apapun. Perubahan ini tidak akan menurunkan kualitas dari gambar maupun grafik.
Untuk proses pembuatannya sangat mudah.
Dalam menyimpan gambar berjenis vektor tidak akan menghabiskan kapasitas yang besar.
Gambar atau grafik vektor bisa digunakan untuk segala kebutuhan. Misalnya logo design, poster, t-shirt untuk sekolah desain, dan masih banyak lagi.
Sedangkan raster kelebihannya adalah sebagai berikut.
Objek dari gambar berjenis raster bisa menangkap warna lebih banyak.
Bisa memberikan hasil objek gambar raster ke vektor dengan cepat dan mudah. Untuk kualitas gambarnya dapat ditentukan sendiri.
Hasil gambar atau grafik bitmap bisa dipakai untuk fotografi, percobaan digital illustration di kuliah design, web dan mobile app design, social media images, dan juga manipulasi foto.