Karya seni adalah hasil imajinasi manusia yang secara kreatif menerangkan, memahami, dan menikmati hidup berdasarkan kemampuan khusus yang terdapat pada manusia dalam pemahaman tentang simbol dalam bentuk dan arti secara fisik. Jika definisi ini dihubungkan dengan karya lukis, maka seni lukis adalah hasil olah manusia yang memiliki nilai dalam bentuk lukisan. Untuk berkreasi sebuah karya seni lukis dengan menyusun unsur rupa dan pinsip rupa hingga menjadi sebuah formula yang indah, dan yang paling penting adalah sesuai dengan konsep si seniman. Formula ini kemudian diaplikasikan pada media lukis, tentu saja media lukis itu sangat beragam, diantaranya: kertas, kanvas, papan, kayu, tembok, daun, dll. Teknik yang bisa digunakan juga beragam, karena pada dasarnya lukisan itu sangat luas sesuai kebutuhan dan konsep si seniman.
Dari tadi konsep terus yang dibahas, sepertinya kuncinya ada di konsep, sebenarnya apa sih konsep itu? Akan saya sampaikan secara sederhana jika konsep adalah sebuah ide. Secara etimologis kata “Konsep” berasal dari bahasa latin “Conceptum” berarti sesuatu yang mampu dimengerti. Untuk memahami seni lukis lebih dalam lagi, maka mari kita pelajari sejarah lukis:
Seni Lukis Prasejarah
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai menciptakan gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa diciptakan hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua yaitu dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya yaitu jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat sampai saat ini.
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala yaitu manusia, hewan, dan objek-objek dunia lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng diciptakan dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk yaitu anggota paling mengesankan dari seekor banteng. Sebab itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di kawasannya.
Seni Lukis Klasik
Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di dunia. Hal ini sebagai dampak mengembangnya pengetahuan pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu mengadakan komunikasi semakin elok daripada kata-kata dalam banyak hal. Tidak heran jika pada masa ini lukisan sering digunakan sebagai media mistisme dan propaganda.
Seni Lukis Renaissance
Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju kawasan semenanjung Italia sekarang. Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap pengetahuan pengetahuan modern dan seni menciptakan sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini tidak lagi diasumsikan sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki. Pada berkesudahan, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa sampai Eropa Timur.
Tokoh yang banyak dikenali dari masa ini adalah: Tomassi, Donatello, Leonardo da Vinci, Michaelangelo, Raphael
Seni Lukis Modern
Seni rupa modern terlahir karena imbas dari minimnya ide-ide inovatif dari para pelukis. Lukisan modern sering dikategorikan dalam “Conceptual Art” atau “Seni Konseptual”. Conceptual Art ialah seni yang mengangkat ide, konsep dan gagasan sebagai masalah utama dalam menciptakan karya seni. Adapun bentuk objek dan material yang menjadi unsur seni rupa hanya dianggap sebagai efek samping dari konsep tersebut.
Pengertian seni rupa modern didefinisikan sebagai seni rupa diciptakan dengan ide dan wujud yang tidak terikat pada budaya atau pakem-pakem suatu daerah, karya seni modern tercipta dari kreativitas dan inovasi yang bebas. Kreativitas dan inovasi ini menekankan beberapa unsur antara lain eksperimen, pembaruan, kebaruan dan orisinalitas. Kendati diciptakan dengan ide dan wujud yang tidak terikat pada pakem tertentu, seni rupa modern tetap mengandung filosofi dan disesuaikan dengan aliran-aliran seni rupa yang ada.
Setiap lukisan memiliki ciri khas, tema, teknik yang biasa disebut dengan gaya atau aliran. Berdasarkan cara pengungkapannya, aliran dan gaya lukisan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: representatif, deformatif dan nonrepresentatif. Berikut adalah beberapa aliran lukis:
Representatif:
Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu sepersis mungkin dengan keadaan nyatanya, sedetail mungkin. Sehingga diperlukan kemampuan yang terlatih untuk mewujudkan karyanya.
Aliran seni rupa yang memandang dunia dengan mimesis, dalam artian subjek atau objek yang dilukis ditampilkan apa adanya, sesuai dengan kenyataan sehari-hari, tidak diubah apalagi mendramatisir.
Aliran ini mengungkapkan tema yang masih representatif namun dengan cara yang dramatis. Misalnya menunjukan peristiwa yang dahsyat atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah secara dramatis. Romantisme sesuai dengan namanya, akan mengajak penikmat untuk merasakan emosi yang ada di dalam lukisan.
Deformatif:
Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia. Seniman memiliki ingatan dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu diekspresikan pada karyanya.
Aliran seni rupa Impresionisme adalah aliran yang mengusung keakuratan warna pada pencahayaan objek yang dilukis berdasarkan teori proses terjadinya warna melalui sapuan sapuan atau bahkan olesan kuas yang kecil namun berwarna. Teori warna yang dimaksud adalah teori warna Newton yang memecah warna cahaya pada prisma. Biasanya para impresionis melukis di alam terbuka dalam kurun waktu yang singkat, sehingga harus mengorbankan keakuratan bentuk.
Surealisme adalah aliran yang menghadirkan objek yang muncul di alam mimpi kemudian di lukis, mudahnya objek pada surealisme tidak mungkin terjadi, seperti dalam imajinasi atau alam bawah sadar manusia.
Aliran Kubisme memiliki gaya lukis yang seakan memecah gambar melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris.
Dadaisme adalah aliran yang tidak ingin membuat suatu karya indah secara fisik, namun bermuatan kritik tajam, pesan perdamaian atau pesan sosial lain dengan cara membuat sindiran tidak langsung, hingga ke ungkapan langsung yang provokatif terhadap kaum-kaum yang dianggap memberikan pengaruh negatif pada kelangsungan hidup manusia.
Futurisme adalah aliran seni rupa yang secara konsep ingin melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan (future) melalui sudut pandang Dinamism. Cara melukisnya tidak seperti biasa, melainkan seluruh sudut seperti gerak, suara, pencahayaan, hingga objek nampak seperti ada gerakan.
Aliran fauvisme adalah aliran yang membuat warna menjadi unsur seni yang independen. Warna tidak hanya menjadi warna baju, warna langit atau warna kulit, namun menjadi salah satu unsur yang berdiri sendiri tanpa menjadi representasi fisik apapun. Warna digunakan sebagai simbol, penyampaian ekspresi, membangun suasana dan sebagainya. Cenderung menggunakan warna yang cerah, kontras, dan berbeda dari kenyataan.
Aliran Pop Art adalah seni populer yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti majalah, iklan, komik, televisi dan koran.
Non-Representatif:
Lukisan abstrak ialah bentuk khayalan seni yang di buat oleh seniman dalam memilih dasar bentuk wujudnya sehingga bentuk dari rupanya menjadi eksklusif, tidak menyerupai apa yang ada di dunia, namun bisa dimaknai sebagai objek.
Seni kontemporer adalah seni masa kini yang tengah mengalami proses perkembangan, Seni ini bebas tidak terikat pada aturan apapun, karya seni kontemporer bisa jadi apa saja yang saat ini lagi ngetren.