PEKAN PARALIMPIK PELAJAR DAERAH IV JABAR RESMI DI BUKA
(30/09/2025) Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IV Jawa Barat tahun 2025 resmi di buka oleh Kadispora Jawa Barat, bapak Hary Antasari di SPORT Jabar, Arcamanik. Hadir pada acara pembukaan, CdM NPCI Jabar di PEPARNAS Solo 2024, ibu Katarina Endang Sarwestri, SH., MH, ketua NPCI Jawa Barat Hary Susanto, serta Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat bapak Yomanius Untung.
PEPARPEDA kali ini mempertandingkan 4 cabang olahraga antara lain Atletik, Bulutangkis, Tenis Meja dan Renang, dengan peserta atlet sebanyak 340 atlet dari 27 Pengcab NPCI Kota & Kabupaten se-Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Katarina juga menyampaikan bantuan kursi roda dan bola boccia kepada NPCI Jawa Barat yang diterima langsung oleh ketua NPCI Jawa Barat. "Keterbatasan bukan penghalang justru ini membuktikan bahwa semangat, kerja keras dan ketekunan mampu menembus segala batasan. Kalian adalah inspirasi, bukan hanya bagi sesama disabilitas tetapi bagi masyarakat Jawa Barat".
Para atlet yang berprestasi nantinya akan dipersiapkan untuk ajang nasional, yakni Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI di Jakarta yang rencananya akan digelar pada bulan November tahun ini. "Ini adalah ajang startegis, bukan hanya kompetisi tetapi ajang silaturahmi, membangun percaya diri serta mental juara", disampaikan ketua umum NPCI Jabar.
TAHAPAN VERIFIKASI BERKAS PEPARPEDA IV JABAR
(29/09/2025) Menuju PEPARPEDA IV, NPCI Jawa Barat bersama DISPORA Jabar melaksanakan tahapan verifikasi berkas atlet yang akan bertanding. Tim verifikasi yang dikomandoi wakil sekum NPCI Jabar, kang H. Dodi Kusdinar hadir langsung memantau proses verifikasi.
Pada tahap ini setiap atlet yang terdaftar di aplikasi si Maung dipastikan keaslian berkas yang telah diupload sebelumnya, dengan membawa berkas asli. Sebanyak 27 NPCI Kota dan Kabupaten hadir dengan tertib untuk menyampaikan berkas. Para atlet yang tidak lolos berkas, tidak bisa akan lanjut ke tahap pertandingan yang akan di buka tanggal 30 September di SPORT Jabar Arcamanik.
Ada pun data yang diverifikasi antara lain akta lahir, rapor, ijazah, surat keterangan sekolah. "Dalam tahapan ini kami berharap atlet yang bertanding adalah benar pelajar, sehingga nanti, jika terpanggil ke PEPARPENAS mewakili Jawa Barat akan mudah memenuhi persyaratannya", di sampaikan kang Dick Waluya saat meninjau kegiatan.
NPCI JABAR HADIRI BIMTEK ADMIN PEPARPENAS KEMENPORA
(24/09/2025) Dalam rangka persiapan pelaksanaan PEPARPENAS XI akan dilaksanakan pada bulan November tahun 2025 di Jakarta, KEMENPORA melaksanakan Bimbingan Teknis entry by name dan entry by number bagi admin seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 23 - 25 September 2025 di Kimaya Hotel, Jakarta.
Pada bimtek ini para peserta diberikan pemahaman dan pelatihan tentang penggunaan sistem yang akan digunakan pada event POPNAS XVII dan PEPARPENAS IX mendatang.
Asisten Deputi III Kemenpora, yang didampingi Sekjen BAPOPSI, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa ke depan untuk olahraga prestasi akan dinaungi oleh Deputi III, yang selama ini berada di bawah Deputi II, termasuk juga untuk olahraga prestasi disabilitas. beliau juga menekankan agar setiap provinsi agar bisa segera mengirimkan jumlah kontingen untuk pemetaan kebutuhan akomodasi dan konsumsi peserta. "Kami ingin semua berjalan lancar, tidak ada hambatan, oleh sebab itu kami harap bisa segar memeperoleh datanya (kontingen) setiap provinsi", disampaikanya.
Cabang olahraga PEPARPENAS IX yang akan dipertandingkan antara lain Atletik, Bulutangkis, Tenis Meja dan Renang. Dengan jenis disabilitas yang bisa ikut antara lain hambatan fisik, hambatan intelektual dan hambatan pengelihatan. Di mana setiap provinsi memiliki quota peserta atlet, khususnya Jawa Barat se-banyak 50 orang atlet. Sementara untuk THB (Technical Hand Book), saat kegiatan ini berlangsung, masih belum selsai disusun.
WORKSHOP MANAJEMEN PENGELOLAAN PERTANDINGAN
(22/09/2025) Penataran wasit cabang olahraga bulutangkis dan renang oleh NPCI Jawa Barat berlangsung di IBIS Bandung Trans Studio. Kegiatan pembinaan olahraga bagi tenaga pelatih dan wasit yang digagas Bidang II Pembinaan Prestasi NPCI Jawa Barat ini untuk meningkatkan kualitas pelatih dan wasit di daerah.
Disampaikan ketua Bidang II, kang Aip Saputra, bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam rangka peningkatan SDM pelatih dan wasit di pengcab Jawa Barat agar mempunyai kualifikasi dan pemahaman yang sama terhadap bagaimana membina/ melatih atlet di daerah, khususnya cabang bulutangkis dan renang.
"Bahwa disabilitas itu mempunyai kebutuhan dan karakter khusus, oleh sebab itu perlu pemahaman yang baik bagaimana melatih mereka, setiap individunya mempunyai kebutuhan yang berbeda, meskipun sama disabilitas, tetapi mereka ada kebutuhan masing-masing yang berbeda" disampaikan ketua pelaksana kegiatan kang Ade Agus Setiawan.
KONSULTASI ATURAN MUTASI BIDANG I NPCI JABAR KE BIDANG HUKUM NPC INDONESIA
(18/09/2025) Bidang I Organisasi NPCI Jawa Barat mengadakan kunjungan ke Solo. Kegiatan yang dipimpin langsung ketua I, kang Komara ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang peraturan mutasi atlet.
Bertemu langsung dengan Wakil Sekjen Komisi Disiplin NPC Indonesia, mas Satriawan, jajaran pengurus NPCI Jawa Barat melakukan diskusi di sela-sela acara penutupan Para Fencing World Cup 2025 di Solo. Ketua NPCI Jabar yang tengah jadi panitia acara Para Fencing juga menyempatkan hadir mendampingi rombongan pengurus Jabar.
"Tujuan kami agar nanti atlet bisa tertib saat akan membela kota dan kabupaten di Jawa Barat, kami tidak mau seperti kejadian terdahulu, bahwa atlet dari provinsi lain datang, dan setelah menang di event kami kemudian kembali ke provinsi asalnya, membawa bonus dari pemerintah Jawa Barat, kami tidak mau lagi seperti itu", disampaikan kang Komara.
Selaras dengan itu, memang pada aturan mutasi atlet/ olahragawan disabilitas adalah mengacu kepada domisili, artinya setiap atlet suatu provinsi harus berstatus warga di kota atau kabupaten yang akan di belanya. "Sehingga nanti semua akan tercatat, mulai dari data PEPARNAS 2024 Solo, semua atlet akan tercatat asal provinsi yang dibelanya secara sistem, dan akan ada KTA nasional", disampiakan mas Satriawan. "Bahwa perpindahan itu adalah hak atlet, namun hak itu tetap harus di atur dalam peraturan mutasi" tambahnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan monitoring kepada atlet asal Jawa Barat yang tengah ikut berjuang, kang Ade Agus Setiawan selaku ketua Biro Pelatih yang ikut hadir menyampaikan, "Kita tidak ada target, karena ini baru, tapi nanti akan punya pengalaman dan jam terbang untuk event ke depan, mudah-mudahan hasilnya maksimal".
WORKSHOP MANAJEMEN PENGELOLAAN PERTANDINGAN
(16/09/2025) Bertempat di Arion Suites Hotel, NPCI Jawa Barat menyelenggarakan Workshop Manajemen Pengelolaan Pertandingan. Kegiatan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 15 - 16 September 2025 yang mengundang wasit dan pelatih dari seluruh pengcab NPCI di Jawa Barat.
Workshop kali ini mengundang Sekertaris umum & wakil, serta seksi Cabang Olahraga dari setiap pengcab untuk hadir dan mengikuti kegiatan yang bertujuan memberikan wawasan bagaimana cara melaksanakan sebuah pertandingan, serta kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam kegiatan tersebut.
Narasumber yang didatangkan dari kalangan akademisi UPI, yakni bapak Prof. Dikdik Zafar Sidik, selanjutnya Dr. Muhammad Zaky, Dr. Asep Purwantoro, dan perwakilan dari Dispora kang Dicky Waluya, M.Pd.
Dari Dispora menyampaikan pentingnya pembinaan olahraga dari usia dini, hal ini tentunya sangat berpengaruh pada prestasi atlet di masa depan. selain itu dengan olahraga ada hal lain yang bisa di capai selain kesehatan. antara lain bangkitnya industri olahraga, bagaimana beroragnisasi dan menumbuhkan jiwa sportivitas.
Disabilitas merupakan golongan masyarakat yang termarginalkan, namun dengan olahraga, mereka bisa tampil dan mengembangkan potensi, baik sebagai atlet, maupun sebagai pengurus organisasi.
KONSOLIDASI KELEMBAGAAN WILAYAH II DI KOTA BEKASI
(11/09/2025) Pembinaan Wilayah yang diselenggarakan Bidang I kali ini dilaksanakan di Kota Bekasi. Dari unsur NPCI Jawa Barat hadir Ketua Umum NPCI Jawa Barat, Ketua Bidang I, Ketua Bidang II, sementara dari DISPORA Jabar, kang Hendri Winoto mewakili Kadispora Jabar, Kadispora Kota Bekasi, Ketua Komisi IV Kota Bekasi, Kadispora Karawang.
Hadir 5 NPCI Kota dan Kabupaten antara lain, Kota Bekasi sebagai tuan rumah, Kab. Purwakarta, Kab. Bekasi, Kab. Subang dan Kab. Karawang. Masing-masing pengcab mengirimkan 6 utusan yang terdiri dari Ketua, Sekum, Seksi Hukum, Seksi Humas, Perwakilan atlet dan Perwakilan Dinas Olahraga.
"Kami meminta setia pengcab untuk bisa menghadirkan seksi hukum, hal ini karena banyak permasalahan yang dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap AD/ ART NPCI, sehingga keberadaan seksi hukum pada kegiatan ini sangat penting untuk ke depan dalam menjaga stabilitas organisasi" disampaikan ketua Bidang I, kang Komara pada sambutannya.