DISPORAN JABAR MEMEDIASI ORANG TUA ATLET TUNA RUNGU DENGAN NPCI
(16/10/2025) Bertempat di ruang rapat DISPORA Jawa Barat, Ketua Bidang Olahraga Prestasi kang Henry Winoto menerima para orang tua dan atlet tuna rungu yang mengadukan nasib mereka selepas tidak bergabung dengan NPCI.
Dari perwakilan orang tua menyampaikan kekecewaan dan harapan agar bisa kembali bergabung dengan NPCI setelah secara resmi klasifikasi tuna rungu tidak lagi bergabung di NPCI, "kami kecewa dan sedih melihat putra dan putri kami yang telah berlatih, namun sekarang tidak bisa lagi bertanding di kegiatan olaharag NPCI". kata perwakilan orang tua.
hal ini dibenarkan oleh Sekum NPCI Jawa Barat, kang Andi, "betul bahwa saudara kita tuna rungu sudah tidak bergabung dengan NPCI, ini karena keputusan/ aturan internasional yang menyatakan bahwa tuna rungu memiliki wadah tersendiri. oleh sebab itu, jika kami terus melakukan pembinaan di sini (Indonesia) tentunya NPCI yang akan kena masalah kedepannya".
Disampaikan oleh bidang organisasi yang diwakili pak Asep Purwantoro, bahwa saat ini telah ada organisasi yang telah diakui di Indonesia, yakni PATRIN, organisasi prestasi khusus bagi saudara tuna rungu, yang akan mengantarkan mereka hingga ke jenjang internasional. Pak kabid akhirnya memediasi dan mengembalikan kepada para orang tua agar segera berkoordinasi dengan organisasi tuna rungu.
NPCI JABAR MELAKSANAKAN DIKLAT DAN PELATIHAN KLASIFIKATOR
(13/10/2025) NPCI Jawa Barat melaksanakan kegiatan Diklat dan Pelatihan Klasifikator bagi pengcab Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, acara berlangsung di Golden Flower hotel Bandung dari tanggal 13 - 14 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini menghadirkan 3 Narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber yang pertama pertama adalah Dr. dr. RETNO SETIANING, SpKFR (K) yang membahas tentang pentingnya klasifikasi bagi olahraga disabilitas, serta tahapan klasifikasi yang harus dijalani atlet sebelum bisa ikut bertanding dalam sebuah event.
Narasumber yang kedua, mas Suryo Saputra menerangkan tentang kriteria minimum disabilitas untuk menjadi seorang atlet di NPC. ada 10 kriteria minimum disabilitas yang bisa menjadi atlet paralympic. "Tidak semua penyandang disabilitas bisa menjadi atlet, agar bisa menjadi atlet harus memenuhi salah satu kriteria dari 10 kriteia minimum" disampaikan narasumber. "Saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu menganalisa apakah seseorang masuk klasifikasi atau tidak, misalnya di website https://lexi.global/, "tambah narasumber.
Pada sesi akhir, narasumber yang ke tiga, dr. Azzimi menyampaikan secara teknis bagaimana melakukan assessment awal sebelum diklasifikasi, "ini modal awal agar setiap pengcab bisa menilai apakah seseorang bisa menjadi atlet paralympic atau tidak, harus bisa melihat sesuai dengan panduan/ ketentuan IPC, tentunya hal ini akan sangat membantu kami sebagai tim klasifier di Jawa Barat" disampaikan beliau.
Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Jawa Barat, kang Aip Saputra menyampaikan "Dengan kegiatan ini saya harap, pengcab sebagai ujung tombak NPCI Jabar, bisa membina dan mencari bibit atlet yang memang lolos secara klasifikasi nantinya sehingga ini akan jadi satu keuntungan baik untuk pengcab, maupun untuk kami di Jawa Barat, atlet tersebut bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, karena klasifikasinya memang benar-benar sesuai dan peluangnya untuk juara memang terbuka lebar".
NPCI JABAR MENGHADIRI RAPAT DENGAN KOMISI V DPRD JABAR
(02/10/2025) Menghadiri undangan Komisi V DPRD Jawa Barat, jajaran pengurus NPCI Jawa Barat dipimpin Sekum Jabar, kang Andi Supridadi. Pada acara rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Provinsi Jawa Barat, Bandung, disampaikan rencana anggaran tahun 2026
Tahun 2026 Jawa Barat akan melaksanakan multi event Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) VII yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. selain itu pada rapat ini juga di bahas penggunaan anggaran yang telah dilaksanakan serta realisasinya.
"Harapannya akan ada penambahan (anggaran), karena kebijakan efisiensi ini banyak hal yang hilang sehingga cukup mengganngu pelaksnaan. Namun tetap akan kami maksimalkan, sehingga esensi kegiatannya tetap terlaksana, tentunya dengan dukungan semua pihak" disampaikan kang Ari Purwanto, staf bendahara.
Tugas terbesar pada pelaksanaan kegiatan PEPARDA kali ini adalah penyediaan venue yang layak, karena di Kabupaten Indramayu memang belum tersedia sarana olaharaga yang layak, seperti stadion. "Betul ini jadi PR besar kami, tetapi ini dengan berbagai pertimbangan, agar pembangunan sarana bisa merata di Jawa Barat, sehingga kami mengusulkan Indramayu sebagai tuan rumah, tentunya telah menempuh mekanisme yang kami sampaikan dengan Dispora Jabar", tambahnya.
PENUTUPAN PEPARPEDA IV TAHUN 2025 JAWA BARAT
(01/10/2025) Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IV resmi di tutup oleh Sekdipora Jawa Barat, bapak Gilang Sailendra di Laga Tangkas, SPORT Jabar, Arcamanik. Dari NPCI Jawa Barat, hadir memberikan sambutan sekertaris umum kang Andi Supriadi yang mewakili ketua umum. Pada event ini keluar sebagai Juara Umum kontingen dari Kabupaten Bandung, diikuti Kota Bandung sebagai runnerup dan Kabupaten Bogor sebagai Juara ke 3. (sumber : https://simaung.jabarprov.go.id/page/peparpeda-jabar-2025)
Para atlet yang telah berlaga selama 2 hari tampak senang dan bahagia, terlebih mereka yang selama ini selalu kurang mendapat tempat di masyarakat, bisa tampil dan membuktikan kegigihan usahanya melalui event olahraga pelajar. Adapun 4 cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain Atletik, Bulutangkis, Tenis Meja dan Renang.
"Bukan hanya olahraga, tetapi lebih ke inspirasi bagaimana perjuangan mereka untuk bisa mancapai tujuan (harapan), bagaimana mereka melewati keterbatasannya", disampaikan salah satu orang tua atlet yang hadir saat penutupan.
Olahraga paralimpik saat ini memang belum terlalu di kenal oleh masyarakat luas, terlebih gengsinya masih kalah dengan olahraga non-disabilitas. namun perhatian pemerintah terhadap olahraga prestasi disabilitas sudah sama dengan olahraga yang non-disabilitas.
"Terima kasih kepada semua pengcab, 27 pengcab se-Jawa Barat, yang telah berpartisipasi, telah berjuang di event ini, ini bukan hanya kompetisi, tetapi ajang menjalin silaturahmi. Musuh dilapangan tetapi rekan seperjuangan di luar lapangan. Melalui event ini kita akan dorong prestasi NPCI Jawa Barat ke tingkat lebih tinggi", disampaikan kang Aip Saputra, ketua Bidang II Pembinaan Prestasi NPCI Jawa Barat.