Selecta merupakan sebuah taman rekreasi sekaligus hotel yang dibangun oleh orang Belanda yang bernama Van de Ruyter de Wvildt pada tahun 1928, terletak di Jl. Raya Selecta No. 1, Tulungrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu. Pada saat itu Hotel Selecta memiliki nama “Badhotel Selecta” dan sekitar tahun 1936-1942 berada pada masa kejayaannya karena hampir sebagian orang-orang Belanda yang tinggal di Pulau Jawa mengunjunginya. Hal tersebut disebabkan oleh Pemerintah Belanda yang menjadikan wilayah Punten hingga Jurang Kuali sebagai pusat perkebunannya karena letaknya yang berada di dataran tinggi, sehingga Hotel Selecta dijadikan sebagai “central of interest” bagi perkebunan yang ada di Batu.
Selain itu, pada masa kolonial Selecta menjadi salah satu destinasi favorit para orang-orang Belanda khususnya yang bermukim di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Tidak hanya pada masa kolonial, Selecta juga cukup populer pada masa Pendudukan Jepang. Pada masa Pendudukan Jepang, Selecta dikuasai oleh Jepang dan digunakan sebagai tangsi militer yang berada dibawah kepemimpinan Hasi Gushi. Lalu pada masa pasca kemerdekaan, sekitar tahun 1945-1948, Selecta menjadi salah satu bangunan yang dikuasai oleh Belanda saat kembalinya ke Indonesia. Tidak hanya itu, Selecta juga masih menjadi primadona hingga masa orde lama. Terbukti dari kunjungan presiden RI yang pertama yaitu Ir. Soekarno pada tanggal 1 Maret 1955. Beliau menginap di Hotel Selecta dan bermalam di salah satu kamar, yaitu kamar No. 47 pada Villa Bima Sakti. Pada kunjungannya saat itu, Presiden Soekarno menulis sebuah pesan yang ditujukan untuk Hotel Selecta dan berisi “Kenang-kenangan terhadap Selecta tetap hidoep dalam tiap ingatan saja. Bukan sadja karena tamasja jang indah, tetapi djoega karena di Selecta itu beberapa po etoesan penting mengenai perdjoeangan negara telah saja ambil”.
Potret Villa Bima Sakti yang Pernah Dikunjungi oleh Ir. Soekarno
Sumber: Koleksi Hotel Selecta, oleh Diva Dimas Fitrotul Putri
Kondisi Bagian Dalam Hotel Selecta pada Masa Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda
Sumber: KITLV
Potret Ir. Soekarno ketika Mengunjungi Hotel Selecta
Sumber: Instagram Hotel Selecta
Ruangan yang Digunakan oleh Ir. Soekarno ketika Bermalam di Hotel Selecta
Sumber: Instagram Hotel Selecta
Selecta dibangun pada tahun 1928 oleh orang Belanda yang bernama Van de Ruyter de Wvildt. Pada awalnya Selecta diberi nama “Badhotel Selecta” dengan konsep awal sebagai tempat peristirahatan atau resort yang memiliki kolam renang modern beserta halaman yang terbentang luas. Gaya bangunan yang diusung oleh Wvildt adalah arsitektur gaya baru atau Nieuwe Bouwen. Karena pada saat itu Karesidenan Malang (Kota Batu saat itu masih menjadi bagian dari Malang) menggunakan mode arsitektur baru atau kolonial modern. Gaya arsitektur Nieuwe Bouwen mulai digunakan dan diperkenalkan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Gaya arsitektur tersebut dirancang untuk bangunan yang ada di wilayah tropis karena untuk mengantisipasi adanya panas terik matahari dan potensi hujan lebat yang sering terjadi di negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Selain gaya Nieuwe Bouwen, Wvildt juga memasukkan gaya arsitektur tradisional milik Indonesia. Sehingga, gaya bangunan Selecta memiliki unsur akulturasi budaya, antara budaya kolonial dengan tradisional.
Kondisi Bagian Luar Hotel Selecta pada Masa Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda
Sumber: Koleksi Hotel Selecta, oleh Diva Dimas Fitrotul Putri
Kondisi Hotel Selecta saat ini kurang lebih masih sama seperti pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda, terlebih pada bagian depan bangunan yang saat ini digunakan sebagai Ruang Marketing dan Ruang Receptionist. Perbedaan antara masa lalu dan saat ini hanya terletak pada warna cat dan penambahan tulisan "Selecta" di atas bangunan.
Sedangkan pada bagian Taman Rekreasi Selecta sudah mengalami banyak perubahan semenjak era pemerintahan Hindia-Belanda. Hal tersebut terlihat dari bagian belakang taman rekreasi Selecta yang sudah berubah, dahulunya merupakan hamparan lahan pertanian luas namun sekarang sudah berubah menjadi salah satu wahana, yakni Sky Bike dan taman bunga yang biasa digunakan sebagai spot foto para wisatawan.
Kondisi saat ini Hotel Selecta
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Bagian Aula Hotel Selecta
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Pada bagian belakang saat digunakan sebagai Lapangan dan Lahan Pertanian di belakangnya
Sumber: Koleksi Hotel Selecta, oleh Diva Dimas Fitrotul Putri
Kondisi Taman Rekreasi Selecta saat ini
Sumber: www.nagantour.com