"Kebesaran suatu bangsa dapat dinilai dari cara hewan-hewannya diperlakukan."
Mahatma Gandhi - Politikus India
Beliau adalah seorang geografer, ahli antropologi, ahli biologi dari Inggris. Wallace banyak melakukan penelitian lapangan, pertama di basin sungai Amazon kemudian kepulauan Melayu (nusantara). Wallace kemudian membagi persebaran hewan di dunia maupun di Indonesia. Di Dunia, Wallace mengidentifikasi pembagian fauna dunia dengan pembagian menjadi 6 wilayah. Sedangkan di Indonesia, Wallace membagi persebaran fauna kedalam 3 wilayah.
Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap keadaan tumbuhan, sedangkan keadaan tumbuhan memengaruhi jenis-jenis hewan disuatu wilayah. Secara langsung atau tidak langsung, iklim sangat berpengaruh terhadap persebaran hewan. Kajian tentang wilayah persebaran hewan diperkenalkan pertama kali oleh Philip Lutley Sclater (1858), selanjutnya dikembangkan oleh Thomas Henry Huxley (1868) dan Alfred Russel Wallace (1876). Menurut Wallace, persebaran fauna dunia dapat dikelompokkan menjadi enam wilayah fauna.
Wilayah fauna Neartik meliputi Amerika Utara dan Greenland, Amerika Utara bagian timur pada hutan gugur, Amerika Utara bagian tengah pada padang rumput, dan Amerika Utara pada hutan konifer. Lingkungan fisik Greenland tertutup salju dengan ketebalan 2-15m. Hewan yang terdapat di wilayah Neartik, antara lain beruang cokelat,muskox, domba gunung, berang-berang, sejenis tupai dari Amerika Utara (prairie dog), elang bondol, salamander, bison, karibu, dan kalkun.
Kalkun
Salamander
Alpaka
Karibou
Wilayah fauna Neotropik meliputi Meksiko bagian selatan, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Wilayah Neotropik sebagian besar beriklim tropis dan beriklim sedang di zona selatan. Hewan endemiknya adalah ikan piranha dan belut listrik di sungai Amazone, Alpaka di Padang pasir Atacama (Peru), tapir dank era hidung merah. Wilayah Neotropik sangat terkenal sebagai fauna Vertebrata karena jenisnya yang sanagt beraneka ragam dan spesifik, seperti beberapa spesies monyet, trenggiling, beberapa reptile seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung da nada sejenis kelelawar penghisap darah.
Piranha
Kelelawar
Armadilo
Belut Listrik
Wilayah fauna Paleartik meliputi hampir seluruh daratan Eurasia. Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat Bering di Pantai Pasifik dan Benua Afrika paling utara. Beberapa jenis Fauna Paleartik yang bertahan di lingkungan aslinya yaitu Panda di Cina, Unta di Afrika Utara, binatang Kutub seperti rusa kutub, kucing kutub dan beruang kutub.
Panda
Beruang Kutub
Musk Ox
Serigala
Wilayah pesebaranya meliputi benua Afrika dari sebelah selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Saudi Arabia bagian Selatan. Lingkungan alam pada wilayah fauna ini relatif seragam. Di bagian utara wilayah Etiopian terdapat Gurun Sahara yang merupakan gurun pasir terluas di dunia. Contoh hewan di wilayah fauna Etiopian adalah gorila, simpanse, burung unta, kuda nil, zebra, jerapah, keledai, babon, dan gazelle.
Jerapah
Cheetah
Kuda Nil
Gazelle
Wilayah fauna Oriental meliputi Benua Asia terutama Asia Selatan dan Asia Tenggara beserta pulau-pulau disekitarnya, seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sri Lanka, dan Filipina. Kondisi iklim wilayah fauna Oriental sebagian besar beriklim tropis dan banyak terdapat hutan hujan tropis sehingga kaya flora dan fauna. Contoh hewan di wilayah fauna Oriental adalah harimau, orang utan, badak bercula satu, banteng, gibbon, antilop, komodo, macan tutul, beruang madu, babi hutan, dan gajah.
Badak Bercula Satu
Komodo
Harimau
Orang Utan
Wilayah fauna Australis meliputi Australis, Selandia Baru, Papua, dan Maluku. Sebagian besar lingkungannya beriklim tropis dan sebagian beriklim sedang. Kondisi lingkungan Australia yang mencolok disebabkan letaknya yang terpisah jauh dari benua lain. Contoh hewan di wilayah fauna Australis adalah kanguru, platipus, koala, cendrawasih, burung kiwi, wallaby, buaya, dingo, burung pengisap madu, burung emu, dan kasuari.
Nokdiak (Landak Irian)
Kanguru
Cendrawasih
Kasuari
Kawasan barat termasuk ke dalam kawasan Asiatis yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Fauna pada wilayah Indonesia bagian barat memiliki ciri-ciri:
Terdapat hewan-hewan yang mirip hewan di Benua Asia.
Adanya binatang menyusui (mamalia) berukuran besar.
Banyak dijumpai berbagai jenis kera.
Harimau
Gajah
Orangutan
Badak Bercula Satu
Indonesia bagian tengah merupakan daerah peralihan antara kawasan oriental dengan kawasan Australia. Wilayah persebarannya meiputi Pulau Sulawesi, Pulau Timor, dan Kepulauan Nusa Tenggara, seperti Flores, Sumba, Lombok, Komodo, dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Hewan-hewan yang terdapat di wilayah Indonesia bagian tengah memiliki ciri:
Bersifat khas dan berbeda dengan hewan di Indonesia bagian barat dan timur.
Jenis fauna bersifat endemis (hanya dijumpai di daerah itu saja), ada juga yang berasal dari daerah lain.
Komodo
Maleo
Babi Rusa
Anoa
Fauna ini terdapat di Papua dan pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya. Fauna pada wilayah Indonesia bagian timur memiliki ciri-ciri:
Hewan di wilayah Indonesia bagian timur memiliki banyak kemiripan dengan hewan-hewan di Benua Australia.
Banyak dijumpai binatang berkantung.
Jenis burung memiliki bulu berwarna-warni.
Terdapat sedikit jenis kera.
Kanguru Pohon
Cendrawasih
Kakak Tua
Kasuari