"Ingatlah untuk selalu berbuat baik, bahkan kepada hewan sekalipun."
Deassy M. Destiani - Penulis Buku "Bukan untuk Dibaca"
Bumi merupakan tempat hidup seluruh makhluk hidup meliputi manusia, flora dan fauna. Salah satu makhluk yang paling unik adalah manusia karena manusia lebih memegang peran dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Manusia dapat mengendalikan kehidupan dirinya sendiri bahkan makhluk lain. Namun, kajian biosfer pada artikel ini hanya mencakup flora dan fauna saja. Cabang ilmu geografi yang mempelajari flora dan fauna adalah bio-geografi. Objek kajian biogeografi yaitu biosfer yang ada di permukaan bumi.
Biosfer berasal dari dua kata yaitu bios yang berarti hidup dan shpeira yang berarti lapisan. Secara etimologis, pengertian biosfer adalah lapisan yang ditempati oleh makhluk hidup atau seluruh ruang yang dihuni oleh makhluk hidup. Lapisan ruang tersebut dapat di jumpai di atmosfer, litosfer, dan hidrosfer. Ketiga geosfer tersebut juga mendukung terbentuknya biosfer. Menurut Mc Knight (1984; 253), biosfer merupakan “The biosphere consists of the incredibly numerous and diverse array of individual organism – plant and animal – that populate our planet” dalam bahasa Indonesia berarti biosfer terdiri atas individu organisme – tanaman dan hewan – dan jumlahnya di planet ini yang sangat banyak dan beragam. Kajian biosfer hanya berfokus pada flora dan fauna karena karakteristik biosfer berkaitan dengan persebaran flora dan fauna.
Jika membahas masalah persebaran. tentu yang muncul adalah sebuah pertanyaan bagaimana flora dan fauna dapat tersebar? dan faktor apa saya yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di dunia maupun di Indonesia. Terdapat empat faktor yang mempengarui persebaran flora dan fauna, yaitu:
Faktor Klimatik
Faktor Edafik
Faktor Topografi
Faktor Biotik/Manusia
Persebaran hewan dan tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca. Kita sudah mengetahui ada 5 unsur iklim, yaitu suhu, tekanan, kelembaban, angin, dan curah hujan. Unsur-unsur tersebut menentukan tempat hidup maupun cara-cara adaptasi dari setiap hewan atau tumbuhan pada suatu unsur iklim tertentu. Dari lima unsur iklim yang memiliki pengaruh langsung bagi persebaran hewan dan tumbuhan hanyalah empat unsur, yaitu: suhu, kelembaban udara, angin, dan curah hujan.
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda atau ruang. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.
Unta yang hidup di gurun pasir akan mampu menampung cadangan air pada punggungnya. Hal ini dilakukan sebagai adaptasi pada cuaca yang panas dan kering.
Beruang kutub yang hidup di daerah dingin akan beradaptasi dengan memiliki bulu yang tebal sebagai penghangat tubuh ketika menghadapi cuaca dingin yang ekstrim.
Kelembapan udara yaitu banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah yang kering, sebaliknya terdapat jenis tumbuhan yang hanya dapat bertahan hidup di atas lahan dengan kadar air yang tinggi.
Tumbuhan Xerophyta
Jenis tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan kering atau kondisi kelembaban udara yang sangat rendah, misalnya kaktus.
Tumbuhan Mesophyta
Jenis tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembab tetapi tidak basah. Contoh tumbuhannya seperti anggrek dan cendawan.
Tumbuhan Hydrophyta
Jenis tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah basah. Contoh tumbuhan hidrophyta adalah teratai, eceng gondok, dan selada air.
Tumbuhan Tropophyta
Jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan musim kemarau dan penghujan. Contohnya adalah pohon Jati
Tumbuhan dan Hewan memiliki ketergantungan terhadap angin. Misalnya pada tumbuhan yang tergantung pada angin untuk proses penyerbukan. Serbuk sari akan diterbangkan oleh angin dan jatuh di bunga lain untuk melanjutkan proses berkembang. Kemudian pada hewan, burung juga tergantung dengan adanya angin. Selain untuk bernafas, angin dan udara digunakan oleh burung untuk terbang dan bermigrasi mencari pasangan saat musim kawin.
Curah hujan dan kelembaban memiliki kerelasi yang sangat dekat. Daerah yang memiliki curah hujan tinggi akan memiliki kelembaban udara yang tinggi. Contohnya di Indonesia, curah hujan di Indonesia yang tinggi yang menyebabkan kelembaban juga tinggi. Kelembaban yang tinggi menjadikan tumbuhan dengan jenis mesophyta, hidrophyta, dan tripophyta dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Sedangkan di daerah timur tengah yang memiliki curah hujan yang kecil menjadikan daerah tersebut memiliki kelembaban yang rendah juga. Kondisi tersebut menjadikan daerah timur tengah sangat kering dan hanya tumbuhan xerophyta yang dapat tumbuh dengan baik.
Faktor edafik atau biasa disebut juga dengan faktor tanah. Tanah merupakan media tumbuh dan berkembangnya tanaman. Kondisi tanah yang secara langsung berpengaruh terhadap tanaman adalah kesuburan. Tanah yang subur akan mendukung perkembangan tumbuhan. Sedangkan tanah yang kurang subur akan mengganggu perkembangan tumbuhan. Selain itu, tanah juga mendukung perkembangan beberapa hewan, seperti cacing.
Topografi merupakan studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami, dan asteroid. Pada dasarnya, topografi adalah bentuk permukaan bumi. Bentuk permukaan bumi ini sangat berpengaruh dengan persebaran hewan maupun tumbuhan. Hewan akan mudah hidup pada daerah yang memiliki kemiringan landai seperti dataran rendah. Sedangan pada daerah yang memiliki kemiringan terjal akan menghambat hewan untuk hidup di daerah tersebut. Contohnya pada daerah jurang dan tebing, yang dapat hidup disana hanyalah kambing gunung.
Faktor topografi pada tumbuhan tidak dipengaruhi oleh kemiringan tempat, melainkan oleh ketinggian tempat. Adanya perbedaan ketinggian tempat akan mengakibatkan perbedaan iklim, suhu dan kelembaban. Sebagai contoh adalah tumbuhan teh yang hanya dapat ditemui di daerah dataran tinggi, sedangkan tumbuhan kelapa akan ditemui pada daerah dataran rendah.
Gambar disamping menunjukan pembagian tumbuhan berdasarkan ketinggian tempat oleh Junghun.
Faktor yang juga berperan dalam persebaran tumbuhan dan hewan adalah faktor biotik atau organisme lain, di dalamnya termasuk aktivitas manusia. Persebaran tumbuhan yang dipengaruhi oleh organisme lain adalah dukungan dalam terjadinya penyerbukan pada bunga. Sama halnya dipengaruhi oleh angin, organisme lain seperti lebah dan burung akan membantu tumbuhan-tumbuhan untuk berkembang. organisme lain akan membawa serbuk sari kepada bunga-bunga lainnya. Contoh lain yaitu kehadiran cacing yang dapat membantu menyuburkan tanah dalam proses perkembangan tumbuhan.
Aktivitas manusia juga dapat mempengaruhi perkembangan dan persebaran hewan dan tumbuhan. Contohnya adanya perburuan hewan akan mengganggu persebaran suatu spesies hewan. Selain itu, penangkaran dan peternakan akan membantu hewan tersebut supaya lestari dan terus ada di bumi ini. Manusia juga berperan dalam pesebaran tumbuhan. Manusia dapat membudidayakan suatu tumbuhan tertentu namun di sisi lain manusia juga dapat menebang pohon secara liar yang menjadikan rusaknya suatu ekosistem.