Literasi dan numerasi pengembangan di sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan keterampilan sosial siswa melalui berbagai kegiatan organisasi dan pembelajaran kontekstual. Di SMP Negeri 29 Malang kegiatan LDK OSIS menjadi sarana literasi kepemimpinan yang melatih siswa memahami manajemen organisasi, komunikasi efektif, serta tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan Pramuka, siswa mengembangkan literasi kemandirian, kerja sama, dan kecakapan hidup yang aplikatif di lingkungan sekitar. Sementara itu, kegiatan PMR menumbuhkan literasi kesehatan dan kepedulian kemanusiaan, membekali siswa dengan pengetahuan pertolongan pertama serta empati terhadap sesama. Dalam kegiatan Paskibra, siswa belajar literasi kedisiplinan, nasionalisme, dan kekompakan tim melalui latihan baris-berbaris dan pembinaan karakter.
Selain itu, kegiatan outing class siswa SMP Negeri 29 Malang di Blitar memperkuat literasi kontekstual dengan mengajak siswa belajar langsung dari lingkungan, seperti kunjungan ke situs sejarah, sentra UMKM, maupun instansi pemerintah. Dengan demikian, literasi pengembangan di sekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, aktif, dan berdaya saing.
Pada saat kegiatan LDK peserta didik bersama dengan seluruh guru dan Kepala SMP Negeri 29 Malang, menggunakan transportasi kereta api ekonomi. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari 1 malam. Setiap peserta didik diajarkan untuk memesan tiket kereta api sendiri, bertujuan untuk bertanggung jawab dan mandiri dalam mempersiapkan diri sendiri mengikuti LDK.