Kegiatan Literasi dan Numerasi
Hallo Sobat Gemilang di SMP Negeri 29 Kota Malang. Pada pagi hari di hari Kamis siswa-siswi melakukan kegiatan doa pagi, seperti membaca surat Yasin, membaca Asmaul Husna, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, siswa-siswi melaksanakan kegiatan literasi dan numerasi.
Pada kegiatan literasi, siswa-siswi diharapkan mampu memahami e-book yang telah dibaca dengan lebih mudah dan mampu mengungkapkan, menceritakan kembali, dan membuat pertanyaan atau bertanya pada presentasi. Pada kegiatan numerasi, siswa-siswi diharapkan mampu memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi berbasis angka dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa mampu berpikir logis, kritis, dan mampu memecahkan masalah secara tepat.
Peserta Didik di SMP Negeri 29 Malang melakukan pembiasaan kegiatan literasi dan numerasi setiap hari Kamis, selama 40 menit sebelum pembelajaran dimulai. Kami telah menyiapkan berbagai bacaan atau materi untuk setiap minggunya dan memiliki tema yang berbeda. Harapan kami adalah dengan adanya pembiasaan literasi dan numerasi yang dilakukan siswa-siswi SMP Negeri 29 Malang dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan giat membaca.
Pada kegiatan literasi, siswa-siswi diharapkan mampu memahami e-book yang telah dibaca dengan lebih mudah dan mampu mengungkapkan, menceritakan kembali, dan membuat pertanyaan atau bertanya pada presentasi
klik pada link e-book ini: E-book
Pada kegiatan numerasi, siswa-siswi diharapkan mampu memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi berbasis angka dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa mampu berpikir logis, kritis, dan mampu memecahkan masalah secara tepat.
klik pada link google drive ini:
Halo sobat gemilang! Setiap hari jum'at di SMP Negeri 29 Malang melaksanakan kegiatan Baca Tulis Qu'an (BTQ). Dimana kegiatan BTQ bekerja sama dengan Pondok Pesantren An-Nur untuk proses belajar dan mengajar peserta diidk.
Tema jejak berbudi diangkat dari proses pembelajaran BTQ, peserta didik belajar membaca dan menulis Al-Qur'an, belajar kitab dan hadits bab thaharah/ kesucian, dan lain-lain.
Proses pembelajaran BTQ dibagi menjadi 6 kelas. 3 kelas perempuan dan 3 kelas laki-laki, untuk kelas lancar, kurang lancar, dan tidak lancar. dilaksanakan mulai dari pukul 07.00-09.00 WIB.
Setiap kegiatan BTQ, peserta didik diwajibkan untuk mencatat materi yang didapatkan dari Ustadz dan Ustadzah pada buku kokurikuler. Materi yang didapatkan peserta didik juga ditulis pada dinding setiap kelas dengan menggunakan media yang menarik.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik tidak hanya mampu mengingat materi yang didapatkan saja, tetapi juga pengingat visual akan pentingnya budaya membaca bagi seluruh warga sekolah. Kepala sekolah memberikan apresiasi atas partisipasi semua pihak dan berharap kegiatan ini bisa menjadi tradisi yang mendorong siswa untuk terus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap literasi di SMP Negeri 29 Malang.