Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat adanya 800 narkoba jenis baru di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 74 narkoba jenis baru di antaranya telah masuk ke Indonesia dengan target utama para pemuda.
Semuanya berbahan kimia
Sebanyak 74 dari 800 narkoba jenis baru yang masuk dan menyerang Indonesia semuanya berbahan kimiawi. Artinya, tidak ada narkoba jenis baru berbahan herbal, seperti misalnya ganja.
PIL PCC
Efek pil PCC memang membuat orang yang mengonsumsinya seakan tak dapat mengontrol diri, hingga banyak orang menyebut pil PCC dengan sebutan “Pil Zombie”.PCC sendiri merupakan campuran obat yang terdiri dari Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol. Senyawa terakhir sebenarnya memiliki fungsi untuk mengatasi nyeri dan ketegangan otot.
Ganja berbentuk Liquid
https://jabar.idntimes.com/news/jabar/galih/74-dari-800-narkoba-jenis-baru-masuk-ke-indonesia-bnn-makin-waspada/4 ( 5 Feb 2020 )
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jenis narkotika baru yang masuk ke Indonesia saat terjadi Pandemi Covid-19 atau virus corona. Narkoba itu bernama Dimetiltriptamina.
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menjelaskan, narkotika itu berjenis alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan berbentuk serpihan kulit. Menurutnya, barang itu banyak ditemukan di Hutan Amazon, Brazil.
"Jenis baru ini, kami baru temukan sekarang adalah jenis narkotika alami, berasal dari tumbuh-tumbuhan dan sekarang kami sita dan musanahkan. Ini berbentuk serpihan dari kulit, biasanya banyak ditemukan atau asalnya dari Hutan Amazon Brazil," kata Arman usai acara pemusnahan di Kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat (3/7/2020).
Menurut Arman, narkotika baru itu dikirim masuk ke Indonesia dengan menggunakan pengiriman Pos dan jasa kurir. Saat diungkap, barang itu dikirim dari Negeri Belanda.
"Barang yang masuk ke Indonesia dikirim melalui Pos dan jasa kurir, berasal dari Negeri Belanda," ujar Arman.
Disisi lain, Arman menekankan, situasi pandemi virus corona justru banyak dimanfaatkan oleh para bandar narkoba dalam melakukan transaksi peredaran barang haram tersebut.
Sebab itu, peredaran narkoba masih terus meningkat meskipun Indonesia bahkan dunia saat ini sedang menghadapi Pandemi Covid-19.
"Ini mungkin perhatian kita semua ternyata ditengah pandemi covid sekarang peredaran dan penyalahgunaan narkoba tetap meningkat, dan justru para sindikat memanfaatkan situasi seperti sekarang ini. Kami imbau ke masyarakat dan kita seluruhnya tidak kendurkan kewaspadaan untuk pastikan lingkungan kita dan keluarga kita bebas dari narkoba," tutup Arman.
https://nasional.okezone.com/read/2020/07/03/337/2240606/bnn-ungkap-jenis-narkoba-baru-asal-hutan-amazon-saat-pandemi-covid-19 (Jum'at 03 Juli 2020 13:18 WIB )