Teori Kreasi Khas: Kehidupan diyakini berasal dari penciptaan oleh kekuatan supranatural.
Teori Kosmozoan: Kehidupan diperkirakan berasal dari luar angkasa, mungkin dalam bentuk spora atau organisme kecil.
Teori Abiogenesis Klasik: Dikemukakan oleh Aristoteles, teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup muncul secara spontan dari benda mati.
Teori Biogenesis: Menyatakan bahwa kehidupan hanya bisa berasal dari makhluk hidup lain (omne vivum ex vivo). Teori ini didukung oleh eksperimen dari Redi, Spallanzani, dan Pasteur.
Teori Abiogenesis Modern: Berdasarkan evolusi kimia, teori ini menjelaskan bahwa kehidupan dimulai dari senyawa anorganik yang berkembang menjadi senyawa organik kompleks.
Oparin dan Haldane mengemukakan bahwa kondisi bumi purba mendukung terbentuknya molekul organik dari reaksi kimia.
Eksperimen Miller-Urey berhasil menciptakan asam amino dengan mereplikasi kondisi atmosfer purba.
Tahap Pembentukan Senyawa Sederhana: Atom seperti karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen bergabung membentuk molekul sederhana seperti air (H2O), metana (CH4), dan amonia (NH3).
Tahap Pembentukan Senyawa Kompleks: Molekul sederhana membentuk senyawa kompleks seperti protein, karbohidrat, DNA, dan RNA.
Tahap Pembentukan Protoplasma: Senyawa organik kompleks bergabung menjadi protoplasma, yang menjadi dasar pembentukan sel primitif.
Prokariotik awal terbentuk dari protobiont, yaitu kumpulan molekul organik yang memiliki kemampuan biologis seperti menyimpan DNA atau RNA.
Prokariot memiliki berbagai macam cara metabolisme, seperti autotrof (memanfaatkan cahaya atau senyawa anorganik untuk energi) dan heterotrof (memanfaatkan senyawa organik).
Evolusi metabolisme prokariot menghasilkan oksigen di atmosfer, yang mendukung munculnya organisme aerob dan sel eukariot.
Prokariot saprofit membantu mendaur ulang bahan organik dari organisme mati menjadi bahan anorganik.
Prokariot fotosintetik seperti sianobakteria menghasilkan oksigen, yang mengubah atmosfer dan menciptakan habitat baru.
Interaksi antara prokariot anaerob dan aerob melalui simbiosis menghasilkan sel eukariotik.