Evolusi Progresif: Evolusi yang memungkinkan populasi suatu spesies bertahan hidup. Contohnya, jika ada perubahan di lingkungan, spesies yang bisa beradaptasi bakal terus hidup.
Evolusi Regresif: Evolusi yang memungkinkan populasi suatu spesies punah karena tidak bisa bertahan dengan perubahan.
Makroevolusi: perubahan berskala besar yang terjadi selama periode waktu yang lama, seperti pembentukan spesies baru. Contoh: nenek moyang kuda yang berevolusi jadi kuda modern.
Mikroevolusi: perubahan berskala kecil yang hanya memengaruhi satu atau beberapa gen, terjadi dalam populasi selama jangka waktu yang lebih pendek. Misalnya, perubahan warna bulu pada burung.
Evolusi divergen: dari satu spesies mengalami perubahan menghasilkan lebih dari satu spesies atau variasi individu. Contohnya, serigala yang kawin dengan anjing bisa menghasilkan anakan yang punya sifat campuran antara serigala dan anjing.
Evolusi konvergen: Menghasilkan struktur tubuh yang serupa pada spesies yang berbeda, karena memiliki habitat yang sama. Contoh, hewan-hewan yang hidup di air seperti ikan, lumba-lumba, dan puffin punya tubuh ramping supaya bisa berenang dengan mudah.
Fosil merupakan sisa-sisa atau jejak makhluk hidup yang telah terawetkan dan mengeras dapat berupa bagian tubuh seperti tulang, cangkang, gigi atau jejak kehidupan seperti jejak kaki, liang dan akar tanaman.
Anatomi & Morfologi
Organ vestigial. Organ tubuh yang dianggap sebagai sisa evolusi namun masih terdapat pada tubuh hingga sekarang. Misalnya usus buntu pada manusia. Dulu, mungkin nenek moyang kita pakai usus buntu buat bantu mencerna makanan, tapi sekarang nggak terlalu berguna lagi.
Homologi. Struktur anatomi serupa yang berasal dari nenek moyang yang sama, namun kini telah berbeda fungsinya. Contohnya tulang tangan kita, tulang sirip paus, sayap kelelawar, dan kaki kuda. Semua struktur dasarnya sama (polanya lima jari), tapi fungsinya berbeda. Ini karena mereka berasal dari nenek moyang yang sama tapi berevolusi untuk kebutuhan yang beda.
Analogi. Struktur anatomi tidak serupa, berasal dari nenek moyang yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang sama. Contoh Sayap seperti sayap burung, kelelawar, dan capung punya fungsi buat terbang, tapi struktur sayapnya beda karena mereka nggak punya nenek moyang yang sama.
Embriologi
Ontogeni. Perkembangan individu organisme dari awal kehidupan (seperti zigot) hingga kematangan atau kematian.
Filogeni. Sejarah evolusi dan hubungan antar spesies atau kelompok organisme.
Biogeografi
Evolusi spesies di pulau. Spesies di pulau terisolasi dari yang di daratan, mereka berevolusi secara unik. Misalnya, marsupial di Australia berkembang tanpa ada mamalia plasental yang bersaing, jadi hampir semua mamalia di sana adalah marsupial.
Marsupial di Australia. Australia adalah contoh yang bagus karena sebagian besar mamalianya adalah marsupial (seperti kanguru). Kenapa? Karena Australia udah terisolasi selama jutaan tahun, jadi marsupial di sana berevolusi tanpa saingan dari mamalia lain.
Spesies unik di pulau-pulau. Australia adalah contoh yang bagus karena sebagian besar mamalianya adalah marsupial (seperti kanguru). Kenapa? Karena Australia udah terisolasi selama jutaan tahun, jadi marsupial di sana berevolusi tanpa saingan dari mamalia lain.
Divergensi di pulau. Spesies di pulau biasanya muncul dari nenek moyang yang datang dari daratan dan kemudian berevolusi karena adaptasi terhadap kondisi pulau. Contohnya, burung finch di Kepulauan Galapagos yang berevolusi jadi beberapa spesies berbeda dengan paruh yang disesuaikan untuk makanan yang tersedia di pulau-pulau mereka.
Molecular (DNA & Protein),DNA adalah kode genetik yang mengatur sifat-sifat makhluk hidup. Kalau kita bandingin DNA dari dua spesies yang berbeda, semakin mirip DNA mereka, semakin dekat hubungan kekerabatan mereka. Analisis genetik dan protein untuk memahami hubungan evolusi antar spesies
Observasi adalah alat penting dalam penelitian evolusi karena memberikan data dan bukti konkret untuk mendukung teori evolusi.
Domestikasi adalah proses evolusi yang melibatkan manusia dalam memilih sifat-sifat pada hewan dan tumbuhan untuk menciptakan spesies yang dijinakkan/ diberdayakan.