Search this site
Embedded Files
EvoLearn
  • Home
  • Anggota Kelompok
  • Materi
    • Evolusi Alam Semesta
    • Perkembangan Teori Evolusi
    • Lempeng Tektonik Dan Kepunahan Masal
    • Waktu Geologi
    • Bukti Evolusi
    • Biodiversitas
    • Filogenetik
    • Dinamika Populasi Gen
    • Evolusi Mikroba
    • Evolusi Protista
    • Evolusi Tumbuhan
    • Evolusi Hewan
  • Video
  • Games
EvoLearn
  • Home
  • Anggota Kelompok
  • Materi
    • Evolusi Alam Semesta
    • Perkembangan Teori Evolusi
    • Lempeng Tektonik Dan Kepunahan Masal
    • Waktu Geologi
    • Bukti Evolusi
    • Biodiversitas
    • Filogenetik
    • Dinamika Populasi Gen
    • Evolusi Mikroba
    • Evolusi Protista
    • Evolusi Tumbuhan
    • Evolusi Hewan
  • Video
  • Games
  • More
    • Home
    • Anggota Kelompok
    • Materi
      • Evolusi Alam Semesta
      • Perkembangan Teori Evolusi
      • Lempeng Tektonik Dan Kepunahan Masal
      • Waktu Geologi
      • Bukti Evolusi
      • Biodiversitas
      • Filogenetik
      • Dinamika Populasi Gen
      • Evolusi Mikroba
      • Evolusi Protista
      • Evolusi Tumbuhan
      • Evolusi Hewan
    • Video
    • Games

Biodiversitas

 Keanekaragaman hayati (biodiversity) merujuk pada variasi kehidupan di Bumi, yang mencakup berbagai tingkatan mulai dari gen hingga ekosistem. Keanekaragaman hayati sangat penting karena menopang seluruh ekosistem dan memberikan manfaat bagi manusia serta lingkungan.

Spesies itu sebenarnya istilah dari bahasa Latin yang artinya "jenis" atau "penampilan." Dalam biologi, spesies adalah sekelompok makhluk hidup yang bisa kawin dan punya anak yang sehat (bisa hidup normal) dan juga bisa punya keturunan lagi (fertile). Contohnya, seorang wanita karir di Jakarta dan petani di pedalaman Afrika, meskipun mereka nggak pernah bertemu, kalau menikah bisa saja punya anak yang sehat dan nantinya anak itu juga bisa punya anak lagi. Tapi, kalau beda spesies, ceritanya beda. Contohnya, manusia dan simpanse. Walaupun mereka ditempatkan di tempat yang sama, mereka nggak bisa kawin dan punya anak yang bisa berkembang biak. Itu karena mereka berasal dari spesies yang berbeda.

Mengapa variasi gen penting?

Variasi gen itu penting banget karena bikin makhluk hidup punya kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Bayangin kalau sebuah populasi punya keragaman gen yang tinggi (high genetic diversity), seperti populasi besar yang beragam, mereka punya "cadangan" gen yang bikin mereka lebih fleksibel menghadapi tantangan seperti penyakit, perubahan iklim, atau perubahan habitat. Ini bikin mereka punya kapasitas adaptasi yang lebih baik, peluang hidup jangka panjang lebih besar, dan daya tahan yang kuat. Sebaliknya, populasi kecil yang terisolasi biasanya kehilangan variasi gen (low genetic diversity). Karena kurang beragam, mereka lebih sulit beradaptasi dengan perubahan, punya potensi untuk bertahan hidup yang lebih rendah, dan lebih rentan terhadap ancaman seperti penyakit atau perubahan lingkungan. 

Keanekaragaman genetik tinggi: populasi besar mempertahankan keragaman genetik yang tinggi.

Keanekaragaman genetik rendah: populasi kecil dan terisolasi kehilangan keragaman genetik 

Hubungan keanekaragaman dan proses evolusi

“Evolusi berhubungan dengan perubahan frekuensi alel seiring waktu dalam populasi”.

Mekanisme evolusi

  1. Mutasi. Perubahan atau variasi yang terjadi pada urutan DNA suatu organisme. Contohnya perubahan gen yang mengendalikan perkembangan dapat memiliki efek besar pada morfologi organisme dewasa.

  2. Reproduksi seksual. Proses reproduksi yang melibatkan penggabungan materi genetik dari dua individu yang berbeda jenis kelamin untuk menghasilkan keturunan yang memiliki kombinasi genetik dari kedua induknya. Melalui perkawinan, terdapat rekombinasi genetik sehingga variasi genetik menjadi semakin beragam.

  3. Agene flow / alira gen. Pertukaran genetik antar-populasi yang memiliki kecenderungan mengurangi perbedaan diantara populasi-populasi dengan seiringnya waktu. Contohnya spesies melakukan migrasi dan perkembangbiakan atau pertukaran serbuk sari.

  4. Genetic drift / hanyutan gen. Perubahan frekuensi alel dalam suatu populasi yang terjadi secara acak dari generasi ke generasi. Disebabkan oleh alel pada suatu keturunan yang berasal dari sampel acak orang tuanya atau karena peranan probabilitas dalam penentuan apakah suatu individu akan bertahan hidup dan bereproduksi atau tidak

  5. Natural selection / seleksi alam Individu dalam suatu populasi yang memiliki sifat cocok dengan lingkungannya dan memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup serta bereproduksi. Jenis seleksi alam yaitu:

  • Seleksi Direksional, terjadi ketika individu dengan ciri-ciri pada salah satu ujung distribusi variasi fenotipik memiliki tingkat kelangsungan hidup atau reproduksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu lainnya.

  • Seleksi Disruptif / Diversifying, terjadi ketika individu dengan ciri-ciri ekstrim di kedua ujung distribusi fenotipik memiliki keunggulan dibandingkan dengan individu yang memiliki ciri rata-rata atau mendekati tengah.

  • Seleksi Penstabilitasi, terjadi ketika individu dengan ciri-ciri rata-rata atau mendekati tengah distribusi fenotipik memiliki keunggulan dibandingkan individu dengan ciri-ciri ekstrem.



Media Pembelajaran EvolusiBy Kelompok 2
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse