Siswa mampu mengetahui macam-macam hari akhir
Siswa mampu memahami tanda-tanda datangnya hari akhir
Mampu meingkatkan keimanan siswa agar senantiasa selalu beribadah kepada Allah Swt.
Hari Akhir adalah berakhirnya semua kehidupan seluruh mahluk Allah, manusia, matahari, bintang-bintang, bulan, bumi, dan seluruh isinya akan dihancurkan. Beriman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima, umat islam harus yakin dan percaya hari itu akan datang dan kelak manusia akan dibangkitkan dari kubur untuk menerima pengadilan dari Allah .
Sebagaimana dalam Qs. Al Hajj ayat 7 :
وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ
"Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur"
Hari akhir juga disebut hari kiamat (hari dibangkitkan manusia dari alam kubur), al-Waqiah (hari yang pasti kejadiannya), al-haqqah (hari yang nyata dan benar adanya), at-Tammah (bencana, kehancuran pda hari itu sangat umum), al-Azifah (kejadian hari itu sudah dekat), az-Zalzalah (hari berguncang), Yaumud-Din (yang menguasai hari pembalasan), Yaumul-Adzim (hari yang besar), Yaumus-sa'ah (kejadian yang sangat cepat/singkat), Yaumul-Hasrah (hari penyesalan), Yaumus-Sa'ah (kejadian yang sangat cepat/singkat), Yaumul-hisab (hari perhitungan), Yaumul Jaza (hari pembalasan amal), Yaumul-Fai'l (hari pemisahan), Yaumut-Tagabun (hari kerugian ditampakkan segala kesalahan) dan Yaumul-Wai'd (hari terlaksananya ancaman).
Secara keseluruhan para ulama mengelompokkan Kiamat menjadi dua macam, yaitu : Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra.
Kiamat Sugra
Kiamat Sugra (kiamat kecil) merupakan peristiwa berakhirnya kehidupan sebagai makhluk di dunia ini. Semua makhluk hidup yang bernyawa di dunia ini akan mengalami kematian. Bagi orang yang masih hidup, hal ini menjadi pelajaran yang teramat berharga bahwa pada saatnya semua orang akan mengalami kematian.
Kejadian Kiamat Sugra diantaranya adalah sebagai berikut :
Peristiwa Kematian
Peristiwa kiamat kecil berupa kematian sudah sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Allah telah mengisyaratkan bahwa semua makhluk hidup yang ada di dunia yang memiliki nyawa, semua itu akan meninggal kembali kepada-Nya sebagaimana firman Allah Swt:
أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Artinya: Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh... (Q.S. an-Nisā’/4: 78)
Di dunia ini, setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan di akhirat nanti akan mendapatkan balasan atas masing-masing perbuatannya. Apabila mempunyai amal yang baik dan taat terhadap perintah Allah Swt., maka akan dimasukkan ke dalam surga, sebaliknya kalau ia berbuat maksiat dan bergelimang dosa, maka akan dimasukkan ke dalam neraka. Meninggalnya seseorang juga itu mutlak rahasia Allah Swt. dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Seseorang bisa meninggal di usia muda, remaja, dewasa, atau pada usia lanjut. Seseorang bisa meninggal saat sedang tidur, sedang sakit, atau sedang melakukan perjalanan
Bencana Alam
Selain peristiwa kematian, kiamat sugra juga bisa berupa musibah bencana alam seperti: banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, gelombang panas, badai tropis, tornado, wabah penyakit, kebakaran, badai salju, dan tsunami. Bencana alam juga bisa terjadi secara tidak alami yang disebabkan oleh faktor kelalaian manusia, seperti kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, kelaparan, dan lain sebagainya. Kiamat sugra atau kiamat kecil ini perlu diwaspadai karena bisa datang kapan saja, di mana saja, bahkan mungkin sudah ada dekat atau di sekitar kita. Sebagai seorang Muslim harus selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan cara bertakwa kepada Allah Swt., selalu melakukan kewajiban sebagai umat Islam, dan juga senantiasa melakukan perbuatan baik agar bisa mendapatkan cukup banyak pahala untuk bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.
Kiamat Kubra (Kiamat besar) yaitu terjadinya kehancuran yang menimpa seluruh alam semesta. Kehidupan manusia akan berganti dengan alam yang baru, yakni alam akhirat. Kiamat Kubra akan terjadi di seluruh dunia tanpa terkecuali. Kiamat Kubra memang belum terjadi sehingga tidak seorang pun mengetahui bagaimana peristiwa yang sebenarnya. Namun demikian kita dapat mengetahuinya melalui firman Allah Swt berikut:
إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَءَاتٍ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ
Artinya: Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya. (Q.S. al-An`ām/6 ; 134)
Allah Swt. tidak menyebutkan kapan kiamat kubra itu akan terjadi. Allah Swt. hanya menggambarkan peristiwa kiamat dalam beberapa firmannya sebagai berikut:
1). Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk kali yang pertama. Lalu semua makhluk akan mati, kecuali yang dikehendaki tetap hidup oleh Allah Swt., sebagimana dijelaskan dalam Surah az-Zumar/39:68.
2). Langit menjadi terpecah-belah, seperti dijelaskan dalam Surah alMuzzammil/73: 18.
3). Manusia menjadi seperti anai-anai yang berterbangan dan gununggunung seperti buku yang dihambur-hamburkan. Sebagaimana tertuang dalam Surah al-Qāri’ah/101: 4-5.
4). Terjadi goncangan yang dahsyat dan bumi mengeluarkan beban yang berat sebagaimana disebutkan dalam Surah az-Zalzalah/99: 1-2.
5). Langit terbelah dan bumi diratakan sebagaiman dijelaskan dalam Surah al-Insyiqāq/84: 1 - 3
6). Langit terbelah, bintang jatuh berserakan, lautan meluap, kuburan dibongkar seperti dijelaskan dalam Surah al-Infit]ār/82: 1-4. 7).
7). Matahari digulung, bintang berjatuhan, gunung dihancurkan, unta yang bunting tidak dipedulikan, binatang liar dikumpulkan, lautan meluap, sebagaimana dijelaskan dalam Surah at-Takwir/81: 1-6
8). Mata terbelalak karena ketakutan, bulan hilang cahayanya, matahari dan bulan dikumpulkan sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-Qiyāmah/75: 7-9. 9).
9). Guncangan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-H|ajj/22: 1- 2. 1
10). Bumi dan gunung berguncang, gunung- gunung menjadi tumpukan pasir yang berterbangan, sebagaiman dijelaskan dalam Surah alMuzzammil/73: 14. 11).
11). Manusia datang berkelompok-kelompok, dibukanya beberapa pintu langit, dan gunung menjadi fatamorgana sebagaimana dijelaskan dalam Surah an-Nabā’/78: 18-20.
Ayat-ayat di atas hanya sebagain kecil ayat dari ayat Al-Qur'an yang menggambarkan betapa dahsyatnya kejadian hari kiamat. Kejadian hari akhir dimulai dengan ditiupnya terompet Malaikat Israfil. Pada hari itu daratan, lautan dan benda-benda di langit menjadi porak-poranda.
Gunung-gunung meletus, hancur, dan berhamburan. Lautan meluap dan menumpahkan seluruh isinya. Benda-benda yang ada di langit bergerak tanpa kendali. Bintang, planet, dan bulan saling bertabrakan. Seluruh manusia menjadi panik, berlari pontang-panting dan tidak sempat mengenali lagi sanak saudaranya.
Semua ingin menyelamatkan diri, namun pada akhirnya semuanya mati, hancur, dan menghadap Allah Swt. tidak hanya manusia saja yang mengalami kematian, namun seluruh tumbuhan, hewan, kuman, bakteri, virus, jin, dan setan juga mengalami kematian. Maha Besar Allah atas segala kuasanya.
Keluarnya Dajjal yang mengajak manusia kepada jalan sesat. Dajjal akan muncul menjelang hari kiamat. Dajjal dikatakan sebagai sosok orang yang kafir dan jahat, pembawa fitnah atau ujian terbesar dan tidak ada ujian terbesar selain hal tersebut. Dajjal akan mengaku sebagai tuhan, mengajak manusia kepada jalan yang sesat, sehingga kemaksiatan merajalela. Dengan keluarnya Dajjal ini menjadi tanda kiamat besar akan tiba, yang dimulai pada saat kaum Muslimin sedang memiliki kekuatan yang sangat besar dan Dajjal keluar untuk mengalahkan kekuatan kaum Muslim itu. Banyak hadis yang menjelaskan tentang munculnya Dajjal sebagai bagian dari tanda Kiamat.
Keluarnya al-Mahdi yang akan menegakkan keadilan.
Al-Mahdi merupakan seorang pemimpin Muslim yang dipilih oleh Allah Swt. untuk menghancurkan segala bentuk kezaliman termasuk memerangi Dajjal, dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat. Beliau adalah sosok yang jujur serta adil dalam menggunakan harta kekayaannya yang berlimpah demi kemajuan umatnya. Allah mengislahkan al-Mahdi pada satu malam seperti yang dikatakan pada sebuah hadis yang artinya: ”Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam 1 malam.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)
Turunnya Nabi Isa bin Maryam. Firman Allah Swt. dalam Surah an-Nisā /4: 159 menyatakan bahwa tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka
Keluarnya Yakjuj dan Makjuj. Yakjuj dan Makjuj (orang-orag yang membuat kerusakan di muka bumi), dijelaskan dalam Surah al-Anbiya<’/21: 96 bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah apabila dibukakan tembok Yakjuj dan Makjuj, dan turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
Munculnya awan hitam (dukhan) Firman Alah Swt. dalam Surah ad-Dukhan 10-11 menyebutkan bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah suatu hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. Awan dalam ayat ini adalah kesempitan dan kelaparan. Manusia akan diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan musnahnya pepohonan hingga 3 tahun berturut-turut. Hal tersebut juga bisa mengakibatkan hewan ternak menjadi mati.
Terbitnya matahari dari sebelah barat
Dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud menyatakan bahwa : bahwa tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat. Maka, apabila matahari terbit dari sebelah barat, lalu manusia pun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi, kelakuan yang demikian itu di saat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu.
Keluarnya binatang melata pada pagi hari. Hal ini dijelaskan Allah Swt. dalam Surah an-Naml/27: 82 yang menjelaskan bahwa binatang melata tersebut dapat berbicara dengan lidah yang fasih, bahwa kebanyakan manusia dulu tidak yakin kepada ayat-ayat Allah Swt., bahwa mereka tidak percaya akan datangnya hari kiamat.
1. Yaumul barzakh
Tahapan alam kubur ini adalah yang paling awal dan merupakan pintu gerbang menuju akhirat. Adanya yaumul barzakh dijelaskan dalam surat Al Mu'minun ayat 100
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Arab latin: La'allī a'malu ṣāliḥan fīmā taraktu kallā, innahā kalimatun huwa qā`iluhā, wa miw warā`ihim barzakhun ilā yaumi yub'aṡụn
Artinya: "Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan."
Di tahap ini manusia akan ditanyai malaikat Munkar Nakir tentang seluruh perbuatannya di dunia. Selanjutnya manusia menunggu hingga hari kebangkitan.
2. Yaumul ba'ats
Pada tahap ini, seluruh manusia dibangkitkan kembali menuju Padang Mahsyar. Kebangkitan manusia pertama hingga paling akhir terjadi usai malaikat Izrail meniup sangkakala yang kedua.
Adanya yaumul ba'ats dijelaskan dalam surat Yasin ayat 51
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
Arab latin: Wa nufikha fiṣ-ṣụri fa iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansilụn
Artinya: "Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka."
3. Yaumul mahsyar
Manusia selanjutnya dikumpulkan di Padang Mahsyar pada tahap yang juga kerap ditulis yaumul masyar. Seluruh manusia akan menerima catatan amalnya secara rinci tanpa kecuali.
Selanjutnya Allah SWT akan mengadili tiap manusia seadil-adilnya, sesuai QS Az Zumar ayat 69
وَأَشْرَقَتِ ٱلْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ وَجِا۟ىٓءَ بِٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Arab latin: Wa asyraqatil-arḍu binụri rabbihā wa wuḍi'al-kitābu wajī`a bin-nabiyyīna wasy-syuhadā`i wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn
Artinya: "Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan."
4. Yaumul hisab
Setelah menerima catatan amal, segala perbuatan manusia selama hidup dihitung dan diperlihatkan. Umat pertama yang dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW terkait sholatnya.
Pada yaumum hisab, seluruh anggota tubuh ikut bersaksi sesuai firman Allah SWT dalam An-Nur ayat 24
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Arab latin: Yauma tasy-hadu 'alaihim alsinatuhum wa aidīhim wa arjuluhum bimā kānụ ya'malụn
Artinya: "Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."
5. Yaumul mizan
Pada tahap ini, manusia akan menerima hasil timbangan seluruh perbuatannya selama di dunia. Semua akan ditimbang mulai dari yang terkecil hingga paling besar tanpa ada yang luput.
Manusia yang selama hidupnya selalu beriman dan beramal sholeh tentu bahagia menerima timbangan Allah SWT. Namun berbeda dengan umat yang selalu melanggar ketentuan Allah SWT dan RasulNya. Adanya yaumul mizan dijelaskan dalam QS Al Anbiya ayat 47
وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ
Arab latin: Wa naḍa'ul-mawāzīnal-qisṭa liyaumil-qiyāmati fa lā tuẓlamu nafsun syai`ā, wa ing kāna miṡqāla ḥabbatim min khardalin atainā bihā, wa kafā binā ḥāsibīn
Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."
6. Yaumul jaza
Di tahap paling akhir ini, manusia akan menerima balasan atas segala amal perbuatannya. Balasan diberikan sesuai porsi tanpa ada yang luput. Tahap ini dijelaskan dalam QS Al Jatsiyah ayat 28
وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Arab latin: Wa tarā kulla ummatin jāṡiyah, kullu ummatin tud'ā ilā kitābihā, al-yauma tujzauna mā kuntum ta'malụn
Artinya: Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
Diskusikan dan mencari lebih detail siapa yakjuj makjuj dan binatang melata yukk.