Siswa mampu mengetahui tata cara mengurus jenazah sesuai dengan anjuran syari'at
Siswa mampu mempraktikkan dengan benar cara memandikan , mengkafani, mensholatkan dan menguburkan jenazah.
Siswa dapat berkontribusi dalam mengurus jenazah dalam kehidupan bermasyarakat.
Bersikap sabar
Senantiasa berikhtiar
Berprasangka baik kepada Allah
Merasa takut dan penuh pengharapan
Berwasiat (harta) kepada keluarga
Menalkin (menuntun) dengan lafaz "La illaha illallahhh"
Menghadapkannya ke arah kiblat
Memejamkan matanya dan mendo'akannya setelah meninggal
Menutup dengan kain bagus
Menyegerakan perawatannya
Mengumumkan kepada kerabat dan teman-temannya
Melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya
Persiapan
Mempersiapkan air yang bersih dan suci, air yang dicampur sabun, dan air yang dicampur kapur barus atau wangi-wangian kemudian handuk dan lainnya.
Memandikan jenazah ditempat yang tertutup, atau jika ditempat yang terbuka harus ada tirai sehingga tidak bisa terlihat oleh pelayat
Orang yang memandikan jenazah adalah orang terdekat, apabila tidak sanggup diusahakan orang yang sudah ahli dalam memahami pemandian jenazah sesuai sunnah. Bila jenazahnya laki-laki maka yang memandikan laki-laki, bila jenazahnya perempuan maka yang memandikan perempuan kecuali suami-istri dan anak yang belum baligh.
Niat ikhlas karna Allah
Menutupi jenazah dengan kain yang bagus
Membersihkan kotorannya
Mulai memandikan jenazah dengan membersihkan anggota wudhu, dengan mendahulukan sebelah kanan
Membersihkan pagian punggung dengan memiringkan jenazah ke sebelah kanan kemudian kesebelah kiri
Memandikan dengan bilangan gasal , tiga, lima atau lebih sesuai kebutuhan
Jika jenazahnya wanita hendaknya untuk melepaskan gulungan dirambut dan mencucinya dengan bersih
Diakhir siraman gunakan air yang telah dicampur oleh wewangian
Mengeringkan dengan handuk
Mengepang tiga rambut bagi perempuan
Merahasiakan aib
Menutup jenazah dengan kain lalu dibaringkan ditempat yang sudah sedia dikafani
Diskusikan mengenai hadits shahih tata cara memandikan jenazah
Praktik memandikan jenazah secara berkelompok
Persiapan :
Menyiapkan kain kafan secukupnya terutama yang berwarna putih
Kain kafan untuk laki-laki 3 lembar, untuk perempuan 5 lembar yang terdiri : kain basahan, baju kurung, kerudung dan kain penutup
Menyiapkan tali pengikat
Menyiapkan wangi-wangian, seperti parfum atau kapur barus
mengkafani dengan baik
jenazah yang telah dimandikan diletakkan dibawah kain penutup sebelum jenazah diletakkan diatasnya, dapat pula dipakai pada saat jenazah sudah ditutup
Jenazah laki-laki ditutup dengan tiga lembar kain dengan baik dan rapih
Jenazah perempuan ditutup dengan lima lembar kain
Setelah selesai ditutup dengan kain, lalu diikat dengan tali yang sudah disiapkan dengan simpul sebelah kiri
Memberikan wewangian kecuali bagi jenazah yang sedang berihram
Tidak berlebih-lebihan dalam mengkafani jenazah
Diperkenankan untuk melaksanakan shalat di masjid
Shalat berjamaah diutamakan dengan tiga shaf
Imam berdiri pada arah kepala mayat pria dan pada arah tengah mayat perempuan
Bertakbir dengan mengangkat tangan pada setiap kali takbir. Takbir sebanyak 4 kali
Takbir pertama, membaca Al Fatihah
Takbir kedua membaca shalawat . Bacaannya : اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Takbir ketiga membaca do'a : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Takbir keempat membaca do'a : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا ، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا ، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا ، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ ، اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ ، وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ
kemudian salam ke kanan dan kekiri.
Mempercepat membawa jenazah ke tempat pemakaman
mengiringi dengan tenang dan berjalan mengikuti jenazah disekitarnya
hendaknya wanita tidak perlu ikut mengiringi jenazah
orang yang mengantarkan jenazah bila hendak masuk kedalam kuburan harus melepas alas kaki
setelah sampai para pelayat tidak diperekenankan duduk sebelum mayat selesai dikuburkan
mengubur mayat dalam lubang yang baik dan dalam
membuat galian lahat serta memasang tanda kubur
memasukan mayat dari arah kaki kubur dari arah selatan
saat meletakkan mayyat dalam kubur membaca : "Bismillahi wa'ala millati Rasululillaah"
menutupi bagian atas kubur mayat wanita saat dikuburnya dengan kain
orang yang menguburkan mayat harus suci dari hadas
meletakkan mayat dengan menghadapkan kearah kiblat
meninggikan kubur seukuran sejengkal
menaburkan tanah dari arah kepala sebanyak tiga kali
setelah selesai penguburan kemudian mendoakan untuk memintakan ampunan dan ketetapan hati bagi si mayat
Meratapi mayat dengan berteriak histeris, menampar pipi dan merobek pakaian saat ditinggal kematian
Mengubur jenazah pada waktu matahari terbit, pada waktu tengah hari dan pada waktu hampir terbenam
Mengadzani jenazah pada saat akan dikuburkan
Mentalkini jenazah yang sudah meninggal dunia
Membacakan surat yasin saat akan meninggal dunia
Meninggikan kuburan lebih dari sejengkal
Membangun kuburan sebagai masjid-masjid
Duduk diatas kuburan
Membacakan surat yasin dikuburan baik saat mayit dikuburkan maupun setelahnya
Menyelenggarakan tahlilan dan membacakan Al-Qur'an untuk si mayat
Menyelenggarakan tahlilan dan makan-makan di rumah orang yang ditinggal kematian
Berziarah dengan tujuan membaca Al-Qur'an, dzikir-dzikir dan melakukan shalat diatas kuburan
Bertawasul kepada Allah dengan perantara orang yang sudah mati
Membuka wajah mayat
Mencium kening mayat
Menangis (bukan meratap)