Pesona Ciptaan-Nya
Brigita Arleta Dharmaning Putri
Awan berlarian di angkasa raya
Disertai sinar cerah dari sang baskara
Yang tampak bersemangat
Untuk mengisi kekosongan jumantara
Tampak ancala yang menjulang tinggi
Sawah yang membentang hijau
Dedaunan yang terlihat menari riang
Membuat aksa sejuk memandang
Sungguh adiwarna pesona alam ini
Keindahannya bagai nirwana
Yang diberikan oleh-Nya kepada kita
Untuk kita jaga dan lestarikan selalu
Sapaan Ringan Si Pagi
Karya : Sabilatul Khoiriyah
Sapaan oleh sinar mu
Mengusik jiwa dan raga ku
Hangat sorot sinar mu itu
Laksana senyum kau beri untuk ku
Berisik alunan dari benda kecil bersayap
Yang ramai nan enak di dengar
Angin sepoi-sepoi mendobrak masuk
Menerjang ku dengan dingin
Hamparan sawah yang hijau nan asri
Aliran sungai yang jernih
Warga mengaambil langkah memulai hari
Alangkah indahnya suasana pagi ini
Takkan ku biarkan alam ku binasa
Hanya dengan kelalaian makhluk seperti kita
BIODATA PENULIS
Nama saya Brigita Arleta Dharmaning Putri biasa dipanggil Arleta, saya presensi 07 dari kelas 9I. Saya tinggal di Kaligondang Gedogan RT 06, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Hobi saya membaca novel dan mendengarkan musik. Saya juga mempunyai moto hidup “Jangan takut gagal dalam mencoba hal baru”.
BIODATA PENULIS
Halo semuanya, perkenalkan nama saya Sabilatul Khoiriyah dari SMP Negeri 1 Bantul. Saya dari kelas 8G. Alamat rumah saya Klisat RT 04, Srihardono, Pundong, Bantul, Yogyakarta. Hobi saya adalah mendengarkan musik. Saya memiliki motta bahwa, cintai diri kita sendiri sebelum kita mencintai orang lain.
Para Pemimpi
Sajak Abdillah Fauzan Wicaksono
Para pemimpi adalah makhluk paling berbahaya
Yang dengan berani menjawab rintangan sedalam palung mariana
Yang dengan gagah perkasa menerjang badai berlaksa-laksa
Para pemimpi memiliki sudut pandang seluas ketinggian
Yang pandai dalam memanfaatkan kesempatan
Yang rela menempuh segala resiko dengan keberanian
Saat kebanyakan manusia bagai bebek yang terperangkap dalam zona nyaman,
Para pemimpi dengan gagah perkasa menyerupai elang yang terbang sendirian
Membawa serangkaian kisah-kisah kegagalan
Yang melukiskan goresan luka di sekujur badan
Sepasang sayapnya lah yang membawanya terbang jauh
Walaupun kadang harus jatuh meluruh
Namun itu tak membuat ia harus berteduh
Karena ia akan terus menerjang segala rasa angkuh
Para pemimpi bersahabat dengan kegagalan
Namun mereka akan terus berjalan
Bukan berhenti lalu berakhir dengan penyesalan
Karena mereka adalah sepucuk surat untuk masa depan
Alam Yang Berubah
Karya: Louise Aldriano Putra Andika
Alam… anugrah pemberian tuhan
Sungguh elok keindahannya di mata
Gunung gunung menjulang tinggi bak menembus langit
Didekap kabut dan udara segar
Hutan luas bak laut berwarna hijau
Habitat hewan dan paru paru dunia
Samudra luas menyimpan kekayaan bangsa
Kecantikan ikan dan terumbu karang
Tetapi itu semua berubah
Tatkala tercipta ketidak pedulian manusia
Terus menikmati hingga lupa merawat
Banjir karena sampah
Hancur keindahan terumbu karang
Hilang tempat hidup hewan
Rusak keindahan dan keseimbangan alam
Alam yang indah berubah menjadi kenestapaan
BIODATA PENULIS
Louise Aldriano Putra Andika, lahir pada 25 Agustus 2008 di Yogyakarta dan saat ini menetap di Bantul. Saya sudah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kanisius Bantul dan saat ini menempuh menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Bantul. Saya memiliki hobi yaitu menggambar. Motto hidup saya "mengerjakan sesuatu dengan berusaha agar hasilnya sempurna”
DESAKU
Oleh : Jauza Hasna Amanina
Desa yang indah nan permai
Yang telah lama ku tinggalkan
Adhah ku lahir dan beranjak dewasa
Kini tinggal sepucuk kenangan
Embun pagi begitu asri
Gunung mu menjulang tinggi
Sungai mu yang jernih
Sawah mu yang terlihat lestari
Bagaskara terus menerangi
Tanpa asap tanpa polusi
Lama sudah tak ku kunjungi
Berharap akan tetap seperti ini
Jauza Hasna Amanina, Lahir di Bantul, 26 November 2008 dan sekarang tinggal di Bantul Yogyakarta. Saat puisi ini ditulis saya berumur 14 tahun dan menduduki kelas 2 SMP. Sebelumnya saya memiliki lumayan banyak hobi yaitu mendengarkan musik, menggambar, basket, membaca novel, menulis, menonton MV, dan juga membuat fake skenario. Pramoedya Ananta Toer pernah berpesan, "Orang boleh berpandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat, dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadiankeabadian." Jika ingin mengenal saya lebih jauh boleh menghubungi melalui IG: @cgrttsaftrstrs
E-BOOK
ANTOLOGI CERITA PENDEK KARYA SISWA SMP N 1 BANTUL