KATA PENGANTAR
KEPALA SEKOLAH
Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. - J.K. Rowling
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kesulitan saat memulai menulis puisi dan cerpen adalah kerena penulis “memikirkan apa yang akan dia tulis”. Kemudian terjebak pada kalimat pertama dan berharap kalimat berikutnya segera mengalir, dan itu tidak segera terjadi. Seperti yang ajarkan oleh J.K. Rowling di atas, hal ini tidak akan terjadi bila kita mulai menulis dengan hal-hal yang kita ketahui. Tulislah tentang pengalamanmu sendiri atau tulislah tentang perasaanmu sendiri.
Saat kita menuliskan pengalaman sendiri, maka keran kalimat akan mengalir lancar karena kita hanya menjumputi kejadian yang kita lewati, kemudian merekamnya dalam kalimat demi kalimat. Tentu saja kemudian ada stilisasi dan penambahan kejadian fiktif di dalamnya. Selain itu, dalam menuliskan pengalaman tentu perasaan kita akan terbawa serta. Perasaan ini akan menjadi ruh karya puisi dan cerpen kita dan memberikan tone atau suasana yang akan dirasa oleh pembaca.
Dan sepertinya, antologi puisi dan cerpen ini memang ditulis seperti saran J.K. Rowling. Bahan mentahnya adalah pengalaman dan perasaan masing-masing yang distilisasi menjadi karya-karya fiksi dengan bahasa yang cair dan apik. Karena ditulis oleh para siswa, terasa bahwa puisi dan cerpen tersebut sangat kuat dalam menyampaikan amanat. Tentu saja, ini merupakan nilai tambah sembuah karya. Apalah artinya sebuah karya tulis bila tidak memiliki makna.
Lepas dari semua diskursus di atas, antologi puisi dan cerpen perdana karya siswa-siswa SMP merupakan sebuah dobrakan. Dobrakan untuk terbiasa menulis, terbiasa menyampaikan pengalaman, gagasan dan perasaan. Antologi ini semoga menjadi awal cairnya kebekuan untuk menulis. Tiada kata lain selain apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis. Akhirnya saya ingin menyitir kata Ali bin Abi Thalib,"Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak."
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Drs. Heri Presetya, M.Pd.