PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Padukuhan Drju telah hadir sejak padukuhan ini terbentuk. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam mendorong peran serta ibu-ibu dalam membangun kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Sejak awal, kepemimpinan PKK di tingkat padukuhan dijabat langsung oleh Ibu Dukuh setempat sehingga program dan kegiatan PKK dapat berjalan selaras dengan kebutuhan warga.
PKK Padukuhan Druju telah berjalan lintas generasi bahkan kini sudah memasuki generasi ketiga. Dahulu, PKK belum mencakup seluruh RT di padukuhan. Baru pada masa kepemimpinan dukuh saat ini, cakupan PKK diperluas sehingga melibatkan semua RT. Ketua PKK sekaligus Ibu Dukuh saat ini memiliki motivasi kuat untuk menggerakkan ibu-ibu agar dapat mandiri dan berdaya. Bagi beliau, PKK bukan hanya sekadar perkumpulan saja melainkan wadah yang bermanfaat bagi padukuhan karena memuat berbagai praktik keterampilan yang dapat mengarah pada wirausaha dan kegiatan ekonomi produktif.
Struktur PKK terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Jumlah anggota secara keseluruhan sekitar 40-50 orang, dengan sekitar 40 orang yang ikut serta dalam kegiatan arisan dan sisanya tidak turut serta dalam kegiatan arisan namun tetap dapat berpartisipasi dalam kegiatan lainnya.
PKK Padukuhan Druju bersifat terbuka untuk seluruh warga, tanpa kewajiban keanggotaan penuh. Siapapun dapat turut serta dalam kegiatan bermanfaat meskipun tidak menjadi anggota arisan. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu.
Sesuai dengan Mars PKK, tujuan utama organisasi ini adalah mewujudkan kesejahteraan keluarga. Program unggulan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan keterampilan anggota seperti arisan dan praktik memasak. Dalam ranah usaha, PKK Padukuhan Druju saat ini memiliki produk berupa telur asin yang dijual untuk menambah pendapatan kelompok. Sebelumnya, mereka juga pernah berpraktik dalam pembuatan gantungan kunci dan nata de coco dari lidah buaya.
PKK Mengadakan pertemuan rutin bulanan, disertai kegiatan arisan dan pelatihan sederhana. Meskipun belum banyak kerja sama dengan pihak luar, kegiatan ini menjadi media berkumpul dan belajar bersama. Respon warga terhadap PKK cukup beragam, terdapat beberapa yang aktif dan antusias, namun ada pula yang masih pasif. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat mayoritas warga adalah ibu rumah tangga dengan cakrawala pergaulan yang terbatas pada lingkup kecil sekitar rumah.
Salah satu tantangan terbesar PKK Padukuhan Druju adalah menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif warga. Pola pikir masyarakat masih cenderung sederhana dan belum sepenuhnya terbuka pada peluang usaha rumahan. Solusi yang dijalankan adalah meningkatkan sosialisasi dan pelatihan untuk memperluas wawasan anggota. Dahulu, kegiatan sosialisasi jarang dilakukan, namun kini mulai sering diadakan sehingga ibu-ibu menjadi lebih memahami manfaat kegiatan PKK.
Selama kepemimpinan Ibu Dukuh Druju saat ini, anggota aktif meningkat signifikan, dari sekitar 16 orang saja pada tahun sebelumnya menjadi lebih banyak saat ini. Program tabungan menjadi salah satu cara efektif untuk mengajak warga berkumpul dan berdiskusi, meski belum ada sistem simpan pinjam resmi.
Kedepannya, PKK Padukuhan Druju berencana untuk memiliki agenda tahunan seperti jalan sehat untuk seluruh warga padukuhan demi mempererat kebersamaan. Harapannya, ibu-ibu bisa lebih mandiri dan memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Meski ada keinginan untuk menjalin kerja sama dengan lembaga lain, keterbatasan biaya seperti untuk menghadirkan narasumber masih menjadi kendala. Namun, dengan semangat gotong royong, PKK Padukuhan Druju optimis dapat terus berkembang menjadi organisasi yang bermanfaat bagi seluruh warga.