(Bandung, 24 September 2026) BOM-PAI UNISBA menggelar Placement Test (PT) Baca Al-Qur'an bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum mahasiswa mengikuti program mentoring Baca Tulis Al-Qur'an (BTAQ) yang menjadi salah satu program unggulan lembaga.
Sebelum pelaksanaan, BOM-PAI menggelar pengarahan bagi seluruh fasilitator pada Kamis, 24 September 2026 melalui Google Meet. Pengarahan ini membahas teknis pelaksanaan, rundown kegiatan, panduan fasilitator, hingga ketentuan penilaian. Sebanyak puluhan fasilitator terlibat, terdiri dari pengurus BOM-PAI yang bertugas mendampingi kelompok mahasiswa baru selama proses PT berlangsung.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Jumat, 25 September 2026, dengan fasilitator menghubungi dosen penguji masing-masing. Sehari berselang, fasilitator memastikan seluruh mahasiswa baru telah bergabung dalam grup WhatsApp kelompok, sekaligus mensosialisasikan teknis pelaksanaan PT. Pada Minggu, 27 September 2026, Placement Test dilaksanakan secara serentak.
Menurut rundown yang disusun panitia, fasilitator hadir di Gedung LPPM lantai 3 sejak pukul 06.00 WIB. Kegiatan dibuka pukul 06.30 WIB dengan pengingat SOP kepada mahasiswa baru, dilanjutkan dengan ujian lisan bersama dosen penguji yang memasuki ruang Zoom pada pukul 07.00 WIB. Setelah ujian selesai, mahasiswa mengikuti tes tulis, menonton video "Open the Journey", mengisi angket kebutuhan, dan sesi dokumentasi.
Penilaian dalam Placement Test ini menggunakan standar yang telah ditetapkan, mencakup aspek kelancaran bacaan, kefasihan makharijul huruf, dan penguasaan tajwid praktis. Hasil penilaian nantinya digunakan untuk memetakan kemampuan mahasiswa ke dalam beberapa level pembinaan, mulai dari Hijaiyah, Ibtida, hingga Fasih. Pemetaan ini menjadi dasar penempatan mahasiswa pada kelas mentoring BTAQ yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Ketua BOM-PAI UNISBA, Risman Megiansyah, menyampaikan bahwa Placement Test bukan sekadar ujian, melainkan pintu masuk pembinaan yang berkelanjutan.
"Placement Test ini jadi titik awal kami memetakan kemampuan mahasiswa baru, supaya pembinaan yang diberikan nanti tepat sasaran. Kami ingin setiap mahasiswa punya ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya, tanpa merasa terbebani," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum BOM-PAI, Azizah Al-Ula, menambahkan bahwa pelaksanaan PT tahun ini melibatkan kolaborasi antara fasilitator, dosen penguji, dan pihak kemahasiswaan.
"Alhamdulillah, persiapan berjalan lancar. Fasilitator sudah dibekali panduan teknis, termasuk untuk fakultas yang punya agenda berbeda di hari yang sama. Kami juga menyiapkan fasilitator cadangan agar tidak ada kelompok yang kosong pendampingan," jelasnya.
Sebagai catatan, pelaksanaan PT untuk Fakultas Farmasi dan Sains serta Fakultas Psikologi hanya meliputi ujian lisan dan dokumentasi. Video "Open the Journey", tes tulis, dan angket kebutuhan dikirim melalui grup WhatsApp dan dikerjakan di luar ruang Zoom, karena fakultas terkait memiliki agenda PPMB pada hari yang sama. Adapun teknis khusus untuk Fakultas Teknik Program Studi Pertambangan disampaikan lebih lanjut pada Sabtu, 26 September 2026.
Dengan terselenggaranya Placement Test ini, BOM-PAI UNISBA berharap program mentoring BTAQ dapat berjalan efektif dan memberi kontribusi nyata dalam pembinaan keislaman mahasiswa baru, sejalan dengan visi lembaga untuk membentuk karakter muslim yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.
(Bandung, 20 September 2026) Departemen Media Kreatif BOM-PAI UNISBA resmi merilis episode perdana BOMCAST, program podcast pertama yang diusung lembaga. Episode perdana ini mengangkat tema kebencanaan, khususnya erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali terjadi pada awal September 2026.
BOMCAST hadir sebagai wadah bagi pengurus BOM-PAI maupun mahasiswa UNISBA untuk menyampaikan aspirasi, keresahan, dan membahas fenomena yang sedang hangat di sekitar. Yang membedakan, setiap topik dibahas dengan mencoba melihatnya dari perspektif Islam, namun tetap dekat dengan realitas mahasiswa.
Episode perdana dipandu oleh Nabila sebagai host, dengan narasumber Azizah Al-Ula, Sekretaris Umum 1 BOM-PAI. Dalam perbincangan tersebut, keduanya mengupas fenomena bencana dari dua sisi: sisi ilmiah dan sisi bagaimana seorang muslim seharusnya menyikapinya.
Dari sisi ilmiah, dijelaskan bahwa Indonesia berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau jalur gunung api, dengan sekitar 127 gunung api aktif. Indonesia juga dilewati tiga lempeng tektonik utama, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, yang bertemu di bawah laut dan terus bergerak secara dinamis setiap tahun. Faktor lain seperti pergerakan angin monsun juga turut memengaruhi pola curah hujan, yang berdampak pada risiko banjir, longsor, hingga kekeringan. Selain faktor alam, ulah tangan manusia juga disebut ikut berperan dalam sebagian bencana.
Dalam perspektif Islam, narasumber mengingatkan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan mengetahui maksud spesifik di balik suatu bencana. Merujuk pada Surah Ar-Rum ayat 41, kerusakan di bumi disebut sebagai akibat ulah tangan manusia, dan Allah menghendaki manusia merasakan sebagian dari perbuatannya agar kembali ke jalan yang benar. Karena itu, menyimpulkan bencana sebagai azab atau hukuman secara langsung dinilai tidak tepat.
Perbincangan juga membahas hubungan antara tawakal dan ikhtiar dalam menghadapi bencana. Tawakal bukan berarti berhenti berusaha, melainkan tetap disertai tanggung jawab untuk menjaga diri dan orang di sekitar. Ikhtiar itu sendiri dibagi menjadi tiga tahap: prabencana (menyiapkan emergency bag, mengetahui jalur evakuasi), saat bencana (cepat tanggap tanpa panik, mengikuti informasi resmi, menjauhi zona berbahaya), dan pascabencana (memulihkan diri dan berempati kepada korban).
Bagi mahasiswa, ada beberapa hal yang bisa direfleksikan dari peristiwa bencana. Pertama, menjadi pengingat untuk menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Kedua, mengevaluasi kualitas iman, apakah hanya mengingat Allah saat susah. Ketiga, menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Keempat, menjaga etika bermedia sosial, seperti tidak menjadikan kesusahan korban sebagai ajang menaikkan engagement dan tetap menjaga martabat korban.
Episode perdana BOMCAST dapat disaksikan melalui kanal YouTube BOM-PAI UNISBA di https://youtu.be/d2AUrCNi9AM. "Satu suara banyak makna" menjadi tagline yang diusung BOMCAST, menggambarkan semangat untuk menghadirkan beragam perspektif dalam satu wadah.
Melalui BOMCAST, Media Kreatif BOM-PAI berharap dapat menyediakan ruang diskusi yang relevan bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat peran lembaga sebagai mitra dakwah kampus yang membahas isu-isu aktual dengan pendekatan keislaman.
Bandung, 10 September 2026 — Departemen Hubungan Masyarakat (HUMAS) BOM-PAI UNISBA meresmikan papan informasi di Sekretariat BOM-PAI. Papan informasi ini hadir sebagai wujud komitmen lembaga dalam meningkatkan transparansi dan koordinasi antar-departemen maupun divisi.
Gagasan papan informasi ini muncul dari Kepala Departemen HUMAS, Riza Fawwaz Nurwahid, yang melihat potensi tembok kosong di sekretariat untuk dimanfaatkan secara lebih produktif. Menurutnya, papan informasi dan organiser yang tertata rapi dapat membantu setiap pengurus mengingat tugasnya sekaligus memajukan transparansi antar-divisi.
Konsep papan informasi ini membagi area menjadi 11 petak: 10 petak untuk masing-masing departemen dan divisi, serta satu petak khusus untuk informasi umum seperti jadwal rapat dan pengumuman kegiatan. Desainnya sengaja dibuat sederhana dan fungsional, dengan bahan styrofoam yang dilapisi kertas putih agar fokus pada keterbacaan dan kemudahan akses informasi.
Pelaksanaan pembuatan papan informasi ini melibatkan kolaborasi antara HUMAS dan Departemen Media Kreatif (Medkraf) yang bertugas membantu desain dan tata letak agar lebih menarik. Pemasangan dilakukan pada awal September 2026, dilanjutkan dengan sosialisasi dan grand launching pada 21 September 2026. Setelahnya, HUMAS bertanggung jawab melakukan maintenance dan monitoring secara berkala.
Dengan hadirnya papan informasi ini, diharapkan arus komunikasi internal BOM-PAI semakin lancar dan setiap divisi dapat memantau perkembangan program kerja mereka secara mandiri.
Bandung, 12 September 2026 - Pakaian Dinas Harian (PDH) bukan sekadar seragam bagi pengurus BOM-PAI UNISBA. Di balik pemilihan warnanya, tersimpan filosofi mendalam tentang identitas dan nilai-nilai yang diusung lembaga.
PDH BOM-PAI periode 2026/2027 mengusung perpaduan warna biru dongker dan hijau tua. Warna biru dongker dipilih sebagai representasi identitas BOM-PAI yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Warna ini melambangkan amanah, keteguhan, loyalitas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan peran sebagai mentor. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga amanah, sehingga setiap pengurus diharapkan mampu menjadi teladan dalam membina dan mendampingi mahasiswa dengan ilmu, akhlak, serta integritas.
Sementara itu, hijau tua melambangkan nilai-nilai keislaman yang identik dengan kesejukan, ketenangan, kedamaian, dan harapan. Dalam tradisi Islam, warna hijau sering dikaitkan dengan keberkahan dan kemuliaan. Warna ini menjadi simbol semangat dakwah dan tarbiyah yang diemban setiap mentor BOM-PAI dalam membimbing, mengajarkan Al-Qur'an, serta menanamkan nilai-nilai Islam kepada para mentee.
Perpaduan kedua warna pada seragam ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap mentor bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an melalui keteladanan, akhlak mulia, dan pembinaan yang penuh hikmah.
(24 September 2026) Bagian dari aktivitas kerja yang diproposalkan oleh departemen HUMAS BOM-PAI akhirnya diresmikan dan diunggah.
Situs laman labuh ini diharapkan dapat membantu orang-orang untuk mencari informasi lebih lanjur tentang BOM-PAI UNISBA, baik itu untuk kepentingan umum, maupun kepentingan kerjasama/komersil.
(Bandung, 24 Sept 2026) BOM-PAI UNISBA menggelar Diklat Mentor BTAQ (Baca Tulis Al-Qur'an) sebagai bagian dari rangkaian persiapan sebelum para mentor terjun langsung membimbing mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung pada 7 September 2026.
Diklat Mentor BTAQ merupakan program rutin yang bertujuan membekali calon mentor dengan kemampuan pedagogis, pemahaman metodologi pengajaran Al-Qur'an, serta pembinaan karakter sebagai pendamping yang amanah. Sebelum pelaksanaan, panitia terlebih dahulu menyusun soal pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman awal dan perkembangan peserta.
Sebagai tindak lanjut, BOM-PAI juga menggelar Sentuhan Kalam I. Program ini menjadi wadah bagi para mentor untuk memperdalam keterampilan mengajar sekaligus berbagi pengalaman antar sesama pembimbing.
Dalam prosesnya, Diklat Mentor BTAQ melibatkan berbagai departemen dan divisi di BOM-PAI, termasuk Divisi Mentor yang bertanggung jawab memfiksasi pemateri dan merancang konsep kegiatan. Melalui pembekalan yang menyeluruh, diharapkan para mentor dapat menjalankan perannya dengan optimal dan berkontribusi dalam pembinaan keislaman mahasiswa baru.