Salah satu bangunan tradisional utama dalam arsitektur rumah adat Bali yang letaknya mengikuti arah mata angin, yaitu di sisi kaja atau daja (arah gunung; utara untuk Bali Selatan dan selatan untuk Bali Utara). Secara tradisional, fungsi utama Bale Daja adalah sebagai tempat tidur. Selain itu, bangunan ini juga digunakan sebagai ruang melahirkan, tempat tidur anak gadis, serta ruang penyimpanan benda pusaka keluarga (gedong simpan).
UKURAN RAI
10 CM
21 RAI + PENGURIP
21 (10) + (1,2)
210 + 1,2 = 211,2
3 RAI + PENGURIP (A USERAN TUJUH)
3(10) + 1,4
30 + 1,4= 4,4
1 DEPA + 1 LENGKAT + 2 NYARI
168+19,5+2(1,5)
168+19,5+3= 190,5
11 RAI + PENGURIP
11 (10) + (1 RAI + 1/2 SIRANG)
110+(10+1/2 (100+100)
110+ (10+4,14)
110+14,14= 124,14
11 RAI + 0,5
11 (10) + 0,5 = 110,5
11 RAI + 1
11(10) + 1 = 111
11 RAI + 2
11(10) + 2= 112
Bale Daja merupakan tipologi ruang yang tidak hanya terwujud dalam bentuk fisik, melainkan juga mengemban nilai simbolik dan spiritual dalam struktur rumah adat Bali. Terletak di sisi kaja (utara) pekarangan arah yang disucikan karena menghadap gunung Bale Daja menjadi ruang paling mulia dalam hierarki tata ruang tradisional. Ia tidak hanya menjadi ruang tidur kepala keluarga, tetapi juga menyimpan benda pusaka, serta menjadi pusat ritual keluarga, termasuk Manusa Yadnya seperti metatah dan pawiwahan.
Penempatan Bale Daja yang strategis dan sarat nilai ini menjadi representasi dari status sosial dan spiritual dalam keluarga Bali. Dalam pandangan kosmologis, ia adalah poros keheningan ruang di mana manusia dapat menyatu dengan leluhur, sekaligus menjaga keberlangsungan nilai dan kehormatan keluarga. Keberadaannya menegaskan bagaimana fungsi ruang dalam budaya Bali tak pernah lepas dari makna hidup itu sendiri.
Karena sifatnya yang sakral dan privat, Bale Daja bukan ruang publik. Ia dijaga bukan oleh pagar, tetapi oleh nilai dan kesadaran akan kesucian. Siapa yang boleh masuk, apa yang boleh dilakukan, dan kapan ruang ini digunakan semuanya mengikuti hukum adat dan etika ruang yang telah diwariskan secara turun-temurun.