Arsitektur tradisional Bali merupakan wujud nyata dari kearifan lokal yang memadukan nilai agama, adat istiadat, dan keselarasan dengan alam. Bangunan-bangunan tradisional Bali tidak hanya dirancang sebagai tempat berteduh, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga hubungan harmonis manusia dengan Tuhan (Parahyangan), dengan sesama manusia (Pawongan), dan dengan lingkungan alam (Palemahan). Karakteristik arsitektur Bali terlihat dari bentuk bangunan dengan atap menjulang, struktur tiang dari kayu, ukiran ornamen khas, dan tata letak bangunan yang berdasarkan orientasi mata angin serta nilai spiritual.