Bale Daja adalah salah satu bangunan tradisional utama dalam arsitektur rumah adat Bali yang letaknya mengikuti arah mata angin, yaitu di sisi kaja atau daja (arah gunung; utara untuk Bali Selatan dan selatan untuk Bali Utara). Secara tradisional, fungsi utama Bale Daja adalah sebagai tempat tidur. Selain itu, bangunan ini juga digunakan sebagai ruang melahirkan, tempat tidur anak gadis, serta ruang penyimpanan benda pusaka keluarga (gedong simpan).
Seiring perkembangan zaman, fungsi Bale Daja berkembang menjadi ruang untuk berbagai aktivitas domestik, seperti mencari kutu, ngobrol, membuat persiapan upacara (majejahitan), membaca-menulis lontar, menerima tamu, hingga tempat rembuk keluarga. Pada beberapa rumah pemimpin adat atau pemuka agama, Bale Daja juga menjadi tempat menghadap pemimpin.
Dari sisi arsitektur, Bale Daja berbentuk segi empat panjang dengan ukuran sekitar 5 x 2,5 meter dan biasanya menggunakan 8 tiang penyangga. Terdapat tujuh tipe Bale Daja dalam tradisi Bali, mulai dari yang paling sederhana hingga yang mengalami transformasi modern, misalnya penambahan toilet, ruang kerja, ruang TV, dan penggunaan material baru, namun tetap mempertahankan prinsip arsitektur tradisional Bali.