Kabayan Dina hiji waktu Si Kabayan siga nu geus lila teu dahar ngeunah. Anjeunna malah boga pangjurung dahar nikmat, hayam aromatik dina saos kalapa kentel. Hiji poé manéhna boga ide.
Anjeunna terang yen mitohana sok ngalayanan tuangeun anu paling nikmat nalika aya anu nganjang ka anjeunna. Teras anjeunna nyamur janten haji, nganggo jubah bodas, panutup rambut bodas, sareng syal bodas ditalian dina beuheungna, teras angkat ka mitohana. Saparantos mitoha si Kabayan ningali aya tamu haji, anjeunna nitah istrina nyiapkeun lauk hayam. Si Kabayan ngaharéwos tina masakan mitohana, saparantos tuang anjeunna ngungkabkeun jati diri. Mitohana ngamuk sarta mutuskeun pikeun males dendam.
Hiji soré manéhna dangdanan haji tuluy indit ka imah Si Kabayan. Si Kabayan nelepon pamajikanana. “Urang boga tamu kahormatan, dear. Hayu urang buru embe urang dipeuncit sakaligus. ” “Embe?!” pamajikan Si Kabayan ngageroan. “Di mana anjeun ngarepkeun kuring meunang embe? Urang teu boga embe.” “Naha anjeun teu éra nyarios omong kosong sapertos kitu!” ngahina si Kabayan.“ Cukup meuncit embe bapa. Ieu dihijikeun katuhu tukangeun imah urang. ” Ngadéngé omongan Kabayan, sémahna, Haji gancang ngomong. “Heueuh, Kabayan. Ieu hiji-hijina embe kuring boga. ” “Duh, hampura Abah,” ceuk Kabayan. “Abah mah aya tamu ti Arab Kidul.” Anjeunna neraskeun seuri.
Fabel, Legenda, Mitos, Parabel, dan Sage. Dongeng
teknik ngadongeng
1. Persiapan
a. Pilihlah atau buatlah cerita sebelum mulai mendongeng. Bisa dari cerita di buku, internet, film, dan sebagainya. Apa pun itu, orangtua tetap harus tahu isinya dari depan hingga belakang. Fungsinya, untuk menyortir hal-hal yang berbau SARA, pornografi, kekerasan, dan lainnya. Disarankan untuk memilih dongeng yang bisa membangun karakter anak.
b. Alat peraga. Bisa dengan boneka, buku, atau hal-hal lainnya untuk membantu menciptakan imajinasi anak.
c. Hafalkan dan pahami ceritanya. Kak Awam menyarankan agar orangtua memahami dan menjadi murid pertama dari dongeng yang akan diceritakan. Pastikan ada nilai-nilai yang ingin diajarkan.
d. Siapkan tempat. Tak harus di ruang keluarga terus, bisa dilakukan di berbagai tempat. Pastikan untuk mengubah tempat agar anak tidak bosan.
2. Suasana
Cari perhatian anak dengan hal-hal menarik. "Misalnya, dongengi anak di sela-sela menyuapi ia dengan es krim, atau berkreasi dengan es krim dan bahan-bahan lain bersama anak yang sudah lebih besar," kata Kak Awam.
Selain dengan camilan, bisa pula dengan tebak-tebakan, membuat lagu bersama, atau permainan.
3. Teknik
a. Posisi harus nyaman.
b. Vokal dan ekspresi harus diperhatikan untuk memberi penekanan pada hal-hal yang seru. Jangan lupa untuk melatih beragam vokal dari karakter-karakter tertentu, misal suara kucing, suara gajah, suara ayam, dan sebagainya.
c. Siapkan alat peraga jika memang dibutuhkan, tidak pun tak apa, masih bisa menggunakan gerak tubuh.
d. Tenang. Jangan terlihat gugup.
e. Improvisasi. Ada kondisi-kondisi tertentu dongengnya perlu diimprovisasi supaya tidak terdengar terlalu kaku, agar suasana nyaman dan akrab.
f. Pelibatan. Jangan biarkan si anak menjadi penonton pasif yang akan mengantuk dalam sekejap. Biasakan untuk melibatkan anak dalam dongeng, buat pertanyaan-pertanyaan atau keterlibatan anak sesuai kemampuan dan usianya.
g. Bijaksana. Jangan menyamaratakan sifat semua anak. Ada anak-anak yang sifat dasarnya cari perhatian, ada yang pemalu, ada yang tidak fokus, dan sebagainya. Butuh kebijaksanaan orangtua untuk bisa membagi perhatian dan agar semua mendapat bagiannya masing-masing.
4. Penutup
Pastikan untuk memberi kesimpulan dari cerita yang disampaikan agar anak paham dengan maknanya dan bisa mengingat pesan yang ada di dalam dongeng.
unsur - unsur dongeng
Tema, alur, penokohan, latar, dan amanat.
ANALISIS
Timun Mas
Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja. Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha…. kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.
Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.
Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.
Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.
Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.
Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.
Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.
Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu? Mana timun emas?”, teriak si raksasa.
Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!”, teriak timun emas.
Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.
Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.
Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK DONGENG TIMUN EMAS
Judul:Timun Emas
Tema: kesabaran dan keberanian bisa mengalalahkan angkara murka
Tokoh: dalam cerita itu disebutkan ada 4 tokoh utama yaitu Mbok Sarni (ibu timun emas), Timun Emas, Raksasa, dan Petapa.
Penokohan :Mbok Sarni sebagai orang yang sabar dan teladan berani membela apa yang disayangnya, Timun Emas penurut dan berani, Raksasa tokoh yang rakus, dan Petapa adalah orang yang banyak berilmu dan menolonhg tanpa pamrih.
Latar: waktu jaman dulu, latar tempat di hutan dan dirumah Mbok Sarni.
Alur: maju.
Amanat: jangan pernah takut menghadapi hidup dengan tantangan yang besar, dan jangan pernah berjanji jika tidak mampu memernuhinya dan bersikap tanggungjawablah atas apa yang telah kita lakukan.
contoh jeung judul dongeng
Putri Pandan Berduri Alkisah, di Pulau Bintan ada seorang batin atau pemimpin suku bernama Lagoi. Suatu hari, Batin Lagoi mendengar suara tangisan bayi.