Serangga Predator / Musuh Alami Hama (Predatory Insect)
Serangga Predator / Musuh Alami Hama (Predatory Insect)
Anax junius
Capung
Promachus rufipes
Lalat Perampok
Chrysoperla carnea
Lalat Jala Hijau (Larva)
Coccinella septempunctata
Kumbang Koksi
Tonton video dibawah ini untuk melihat fenomena kepik (serangga predator) memangsa kutu daun (hama pertanian).
Musuh alami serangga terdiri atas predator, parasitoid, dan entomopatogen. Serangga predator adalah jenis serangga yang memangsa serangga lain atau hewan kecil lainnya sebagai sumber makanannya (Weseloh & Hare, 2009). Dalam pertanian, serangga predator sering dimanfaatkan sebagai agen pengendalian hayati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Di antara ketiga musuh alami tersebut serangga predator memiliki keunggulan, yaitu memiliki kemampuan mangsa dengan cepat, dapat membunuh berbagai stadium mangsa dan dapat mengkonsumsi beberapa jenis mangsa (Muliani, 2022). Serangga predator juga yang memainkan peran krusial dalam pengendalian populasi hama di ekosistem pertanian. Beberapa contoh arthropoda dan serangga predator yang umum ditemukan di lahan pertanian antara lain laba-laba, kumbang koksi, capung, belalang sembah, dan lalat. Predator hama memiliki adaptasi khusus yang membantu mereka dalam berburu, seperti penglihatan tajam untuk mendeteksi mangsa dari jauh, kaki yang kuat dan cepat untuk mengejar mangsa, dan alat mulut yang adaptif untuk menangkap dan memakan mangsa. Kehadiran serangga predator hama di lahan pertanian sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan pestisida kimia (Sindhu et al., 2017).
Ciri-Ciri Serangga Predator
Berikut ciri-ciri predator menurut Muliani (2022) yaitu :
Predator dapat memangsa semua tingkat perkembangan mangsanya (telur, larva, nimfa, pupa dan imago).
Predator membunuh dengan cara memakan atau menghisap mangsanya dengan cepat. Predator membunuh mangsanya untuk dirinya sendiri.
Predator memerlukan dan memakan banyak mangsa selama hidupnya.
Predator memiliki ukuran tubuh lebih besar dari pada mangsanya, Kebanyakan predator bersifat karnifor.
Dari segi perilaku makannya, ada yang mengunyak semua bagian tubuh mangsanya, ada menusuk mangsanya dengan mulutnya yang berbentuk seperti jarum dan menghisap cairannya tubuh mangsanya.
Metamorfosis predator ada yang holometabola dan hemimetabola.
Predator ada yang monofag, oligofag dan polifag.
Tipe mulut serangga predator :
Pengunyah-Penggigit (Mandibulate): Rahang kuat untuk menggigit dan mencabik mangsa (Contoh : Mantodea religiosa - Belalang Sentadu, Lampyris noctiluca ( Kunang-kunang).
Penusuk-Penghisap (Piercing-Sucking): Struktur seperti jarum untuk menusuk dan menghisap cairan tubuh mangsa (Contoh : Podisus maculiventris - Kepik Predator).
Contoh Serangga Predator
Berikut adalah 10 jenis spesies serangga predator beserta nama ilmiah dan serangga mangsanya:
Kepik (Coccinellidae):
Nama ilmiah: Coccinella septempunctata, Harmonia axyridis, Hippodamia convergens
Mangsa: Kutu daun (Aphidoidea), kutu putih (Aleyrodidae), dan telur serangga kecil lainnya.
Capung (Odonata):
Nama ilmiah: Anax junius, Libellula quadrimaculata, Erythrodiplax umbrata
Mangsa: Nyamuk (Culicidae), lalat (Diptera), dan serangga terbang kecil lainnya.
Belalang sentadu (Mantodea):
Nama ilmiah: Mantodea religiosa, Tenodera sinensis, Hierodula membranacea
Mangsa: Serangga lain seperti jangkrik (Gryllidae), belalang (Orthoptera), dan lalat (Diptera).
Kumbang tanah (Carabidae):
Nama ilmiah: Carabus granulatus, Calosoma sycophanta, Cicindela campestris
Mangsa: Larva serangga, siput kecil (Gastropoda), dan cacing (Annelida).
Lalat Asilidae (Asilidae):
Nama ilmiah: Chrysoperla carnea, Promachus rufipes, Efferia aestuans, Mallophora orcina
Mangsa: Lalat lain (Diptera), lebah (Hymenoptera), dan serangga terbang lainnya.
Kepik predator (Reduviidae):
Nama ilmiah: Rhynocoris iracundus, Zelus renardii, Arilus cristatus
Mangsa: Berbagai jenis serangga, termasuk ulat (Lepidoptera) dan kumbang (Coleoptera).
Kumbang Staphylinidae:
Nama ilmiah: Staphylinus caesareus, Aleochara bilineata, Paederus fuscipes
Mangsa: Telur serangga, larva, dan serangga kecil lainnya.
Kumbang Carabidae (Ophionea nigrofasciata):
Nama ilmiah: Ophionea nigrofasciata, Chlaenius tricolor, Harpalus pensylvanicus
Mangsa: Wereng (Delphacidae), larva ulat (Lepidoptera).
Lalat Syrphidae:
Nama ilmiah: Syrphus ribesii, Episyrphus balteatus, Eupeodes corollae
Mangsa: Kutu daun (Aphidoidea), serangga kecil.
Referensi :
Arshad, M., Khan, H. A. A., Hafeez, F., Sherazi, R., & Iqbal, N. (2017). Predatory potential of Coccinella septempunctata L. against four aphid species. Pakistan Journal of Zoology, 49(2).
Chandio, A., & Sultana, R. (2024). Comparative Study on the Oothecae of Three Species of Mantodea (Dictyoptera: Insecta). Lahore Garrison University Journal of Life Sciences, 8(04), 480-492.
Herlinda, S., Prabawati, G., Pujiastuti, Y., Susilawati, S., Karenina, T., Hasbi, H., & Irsan, C. (2020). Herbivore insects and predatory arthropods in freshwater swamp rice field in South Sumatra, Indonesia sprayed with bioinsecticides of entomopathogenic fungi and abamectin. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(8).
Lee, D. W., Smitley, D. R., Lee, S. M., Kaya, H. K., Park, C. G., & Choo, H. Y. (2014). Seasonal phenology and diurnal activity of Promachus yesonicus (Diptera: Asilidae), a predator of scarabs, on Korean golf courses. Journal of Asia-Pacific Entomology, 17(2), 169-174.
Muliani, I. Y. (2022). Parasitoid dan predator pengendali serangga hama. CV Jejak (Jejak Publisher).
Sindhu, S. S., Sehrawat, A., Sharma, R., & Khandelwal, A. (2017). Biological control of insect pests for sustainable agriculture. Advances in Soil Microbiology: Recent Trends and Future Prospects: Volume 2: Soil-Microbe-Plant Interaction, 189-218. Retrieved from : https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-10-7380-9
Weseloh, R. M., & Hare, J. D. (2009). Predation/predatory insects. In Encyclopedia of insects (pp. 837-839). Academic Press.