Serangga Parasitoid
(Parasitoid Insect)
Serangga Parasitoid
(Parasitoid Insect)
Platygaster oryzae (Larval)
Tawon Parasitoid Wereng
Tachina grossa
Lalat Parasitoid
Trichogramma brassicae
Tawon Parasitoid
Telur Penggerek Kubis
Aphytis melinus
Parasit Sisik Merah
Tonton video dibawah ini untuk melihat fenomena parasitoid dari tawon yang menyerang larva hama.
Serangga parasitoid adalah serangga yang menghabiskan sebagian siklus hidupnya di dalam atau pada tubuh serangga inang, yang akhirnya menyebabkan kematian inang tersebut (Burke & Sharanowski, 2024). Mereka berbeda dengan parasit sejati karena parasit biasanya tidak membunuh inangnya. Serangga parasitoid memiliki ciri-ciri khusus, seperti kemampuan untuk menemukan inang yang cocok, meletakkan telur di dalam atau pada tubuh inang, dan larva yang berkembang dengan memakan jaringan inang (Örgen & Gülmez, 2024). Peran serangga parasitoid sangat penting dalam pengendalian hama alami, karena mereka membantu menjaga populasi serangga hama tetap terkendali (Ghosh et al., 2023; Rupawante et al., 2023).
Ciri-Ciri Serangga Parasitoid
Berikut ini adalah ciri-ciri dari serangga parasitoid :
Spesialisasi Inang:
Parasitoid seringkali sangat spesifik dalam memilih inang mereka.
Beberapa spesies parasitoid hanya menyerang satu jenis inang.
Tahap Perkembangan:
Tahap larva parasitoid berkembang di dalam atau pada tubuh inang.
Inang akhirnya mati akibat aktivitas larva parasitoid.
Ukuran:
Parasitoid seringkali berukuran lebih kecil dari inangnya.
Perilaku Peletakan Telur:
Parasitoid betina mencari inang dan meletakkan telur di dalam, pada, atau dekat tubuh inang.
Cara peletakan telur ini bervariasi tergantung pada spesies parasitoid.
Pengembangan Larva:
Larva parasitoid memakan jaringan tubuh inang selama perkembangannya.
Ini menyebabkan inang melemah dan akhirnya mati.
Dewasa Hidup Bebas:
Parasitoid dewasa biasanya hidup bebas dan dapat bergerak aktif.
Beberapa parasitoid dewasa juga dapat bersifat predator.
Kematian Inang:
Perkembangan parasitoid hampir selalu menyebabkan kematian inang.
Ini membedakan parasitoid dari parasit sejati.
Satu Inang:
Parasitoid hanya membutuhkan satu inang untuk melangsungkan satu siklus hidup.
Contoh Serangga Parasitoid
Berikut adalah 10 contoh serangga parasitoid beserta ordo dan nama spesiesnya:
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Ichneumonidae): Ichneumon eurycampus
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Braconidae): Cotesia glomerata
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Trichogrammatidae): Trichogramma brassicae
Lalat Parasitoid (Diptera: Tachinidae): Tachina grossa
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Eulophidae): Pediobius foveolatus
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Aphelinidae): Aphytis melinus
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Chalcididae): Brachymeria podagrica
Lalat Parasitoid (Diptera: Phoridae): Apocephalus borealis
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Scelionidae): Telenomus remus
Tawon Parasitoid (Hymenoptera: Platygastridae): Platygaster oryzae
Adapun tipe mulut serangga parasitoid dibedakan menjadi :
Stadia Larva (Parasitoid):
Mandibulate (menggigit dan mengunyah)
Sebagian besar larva parasitoid memiliki tipe mulut mandibulate. Mereka menggunakan mandibulanya yang kuat dan tajam untuk:
Makan jaringan inang: Larva hidup di dalam atau pada tubuh inang dan secara aktif memakan hemolimfa (darah serangga), jaringan lemak, organ dalam, atau bahkan seluruh inang hingga mati.
Bergerak di dalam inang: Mandibula juga dapat digunakan untuk bergerak atau menembus jaringan inang.
Stadia Dewasa (Parasitoid):
a. Menggigit-mengunyah (Mandibulate)
Beberapa tawon parasitoid dewasa (terutama dari ordo Hymenoptera seperti Ichneumonidae, Braconidae, Chalcididae, dan sebagian Eulophidae) memiliki tipe mulut mandibulate yang termodifikasi. Mereka dapat menggunakan mandibulanya untuk:
Menggerogoti lubang untuk keluar dari inang: Setelah dewasa, mereka perlu membuat jalan keluar dari tubuh inang yang mungkin keras.
Makan: Beberapa dewasa mungkin memakan serbuk sari, nektar, atau cairan tubuh inang.
Melukai inang (host feeding): Beberapa spesies dewasa secara aktif melukai inangnya dan meminum cairan tubuh yang keluar, yang dapat memberikan nutrisi tambahan.
b. Menjilat (Licking/Sponging)
Lalat parasitoid dewasa (ordo Diptera seperti Tachinidae dan Phoridae) umumnya memiliki tipe mulut penjilat (sponging). Mereka menggunakan proboscis yang lunak dan berlobus untuk menghisap cairan seperti nektar, madu, atau cairan tubuh inang yang keluar dari luka.
c. Mengisap (Piercing-sucking)
Beberapa tawon parasitoid dewasa (terutama dari famili Aphelinidae dan beberapa Chalcidoidea lainnya) memiliki tipe mulut yang termodifikasi untuk menusuk dan mengisap. Mereka dapat menggunakan alat mulutnya untuk:
Host feeding: Menusuk tubuh inang dan mengisap hemolimfa.
Meletakkan telur (oviposition): Meskipun ovipositor (alat peletak telur) adalah struktur yang berbeda, evolusi tipe mulut ini mungkin terkait dengan kemampuan untuk menembus kutikula inang
Referensi :
Burke, G. R., & Sharanowski, B. J. (2024). Parasitoid wasps. Current Biology, 34(10), R483-R488.
Foster, B. J., Hereward, J. P., Uelese, A., Walter, G. H., & Furlong, M. J. (2021). Trichogramma species in Samoa and their potential as biological control agents against the large cabbage moth, Crocidolomia pavonana. Biological Control, 164, 104781.
Ghosh, D., John, E. A., & Wilkinson, A. (2023). Clever pest control? The role of cognition in biological pest regulation. Animal Cognition, 26(1), 189-197.
Jiang, L., & Hua, B. Z. (2015). Functional morphology of the larval mouthparts of Panorpodidae compared with Bittacidae and Panorpidae (Insecta: Mecoptera). Organisms Diversity & Evolution, 15, 671-679.
Krenn, H. W. (2019). Form and function of insect mouthparts. Insect mouthparts: form, function, development and performance, 9-46. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-29654-4_2
Krenn, H. W. (2019). Fluid-feeding mouthparts. Insect mouthparts: form, function, development and performance, 47-99.
Örgen, S. H., & Gülmez, M. (2024). Evolution of Parasitoidism in Hymenoptera. Turkish Journal of Agriculture-Food Science and Technology, 12(12), 2644-2652.
Rupawate, P. S., Roylawar, P., Khandagale, K., Gawande, S., Ade, A. B., Jaiswal, D. K., & Borgave, S. (2023). Role of gut symbionts of insect pests: A novel target for insect-pest control. Frontiers in Microbiology, 14, 1146390.