Serangga Penyerbuk/Polinator
(Pollinatory Insect)
Serangga Penyerbuk/Polinator
(Pollinatory Insect)
Apis mellifera
Lebah Madu
Vanessa sp
Kupu-kupu Admiral
Vespula vulgaris
Tawon
Macroglossum stellatarum
Ngengat Kolibri
Tonton video dibawah ini untuk melihat fenomena beberapa jenis lebah (Genus Bombus ), kupu-kupu Swallowtail (Papilio polyxenes) & polinator lainnya.
Kata "polinator" berasal dari kata bahasa Inggris "pollinate", yang berarti "menyerbuki", yang diturunkan dari kata bahasa Latin "pollen", yang berarti "serbuk sari". Polinator adalah hewan yang membantu proses penyerbukan pada tumbuhan berbunga (Singh & Adhikary, 2021) .Serangga polinator adalah serangga yang berperan dalam membantu proses penyerbukan pada tumbuhan berbunga (Murphy et al., 2022). Penyerbukan adalah proses transfer serbuk sari dari kepala sari (bagian jantan bunga) ke kepala putik (bagian betina bunga). Proses ini penting untuk reproduksi tumbuhan dan produksi buah serta biji. Ada berbagai jenis serangga penyerbuk, termasuk lebah, kupu-kupu, ngengat, lalat, kumbang, dan semut. Masing-masing serangga ini memiliki adaptasi unik yang memungkinkan mereka untuk mengumpulkan dan mentransfer serbuk sari. Beberapa serangga penyerbuk, seperti lebah, bahkan memiliki hubungan simbiosis dengan tumbuhan tertentu, di mana kedua spesies saling menguntungkan. Sayangnya, populasi serangga penyerbuk menurun di banyak bagian dunia karena berbagai faktor, termasuk hilangnya habitat, penggunaan pestisida, dan perubahan iklim. Penting bagi kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi serangga penyerbuk dan habitat mereka, karena mereka sangat penting untuk kesehatan ekosistem kita dan produksi pangan kita.
Ciri-ciri Serangga Polinator
Tertarik pada Bunga: Serangga polinator biasanya tertarik pada bunga karena warna, aroma, atau nektarnya.
Memiliki Struktur Tubuh yang Cocok: Mereka memiliki struktur tubuh yang memungkinkan mereka untuk mengumpulkan dan mentransfer serbuk sari, seperti rambut-rambut halus atau kantong serbuk sari.
Aktif Mencari Makan: Mereka aktif mencari makan di bunga, sehingga meningkatkan peluang transfer serbuk sari.
Memiliki Peran Ekologis Penting: Serangga polinator memainkan peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan produktivitas ekosistem.
Tipe mulut polinator dengan contoh:
Pengunyah-Penggigit (Bitting and chewing): Mulut untuk memakan serbuk sari dan bagian bunga (Kumbang).
Penghisap (Proboscis/Siphoning): Mulut tabung panjang untuk menghisap nektar (Kupu-kupu).
Penjilat-Penghisap (Siphoning): Mulut untuk menjilat dan menghisap nektar (Lebah).
Contoh Serangga Polinator
Berikut adalah beberapa contoh serangga polinator beserta contoh spesiesnya:
Lebah (Hymenoptera):
Lebah madu (Apis mellifera) adalah polinator yang paling dikenal dan penting.
Lebah lainnya seperti lebah Amegilla zonata juga berperan penting.
Mereka mengumpulkan nektar dan serbuk sari untuk makanan, dan secara tidak sengaja mentransfer serbuk sari antar bunga.
Kumbang (Coleoptera):
Kumbang Trichius fasciatus adalah contoh kumbang polinator.
Beberapa jenis kumbang juga berperan sebagai polinator, terutama pada bunga-bunga yang besar dan berwarna cerah.
Kupu-kupu (Lepidoptera):
Kupu-kupu raja (Danaus plexippus) adalah contoh polinator yang bermigrasi.
Vanessa sp. adalah salah satu jenis kupu-kupu yang juga berperan sebagai polinator.
Kupu-kupu memiliki belalai panjang yang memungkinkan mereka untuk mencapai nektar di dasar bunga, dan serbuk sari menempel pada tubuh mereka saat mereka makan.
Ngengat (Lepidoptera):
Macroglossum stellatarum adalah salah satu contoh ngengat yang menjadi polinator.
Seperti kupu-kupu, ngengat juga merupakan polinator yang penting, terutama pada bunga-bunga yang mekar di malam hari.
Lalat (Diptera):
Lalat bunga (Eristalis tenax) adalah contoh lalat polinator.
Beberapa jenis lalat, seperti lalat bunga (hoverflies), juga berperan sebagai polinator. Mereka sering meniru lebah atau tawon, dan mengunjungi bunga untuk mencari nektar.
Tawon (Hymenoptera):
Vespula vulgaris adalah salah satu contoh spesies tawon.
Selain lebah, tawon juga merupakan polinator yang efektif. Beberapa jenis tawon bahkan memiliki hubungan simbiosis dengan tumbuhan tertentu.
Referensi :
Falk, S. (2021). A review of the pollinators associated with decaying wood, old trees and tree wounds in Great Britain.
Garcia, J. E., & Dyer, A. G. (2022). Sigmoidal-shaped Colour Discrimination Functions of the Humming Bird Hawkmoth (Macroglosum Stellatarum).
Kumar S, A., & NC, A. (2022). Studies On The Pollinating Agents Of Flowering Plants In Bishop Moore College Campus.
Murphy, J. T., Breeze, T. D., Willcox, B., Kavanagh, S., & Stout, J. C. (2022). Globalisation and pollinators: Pollinator declines are an economic threat to global food systems. People and Nature, 4(3), 773-785.
Padhy, D., Satapathy, C. R., & Borkataki, S. (2024). Diversity of pollinators on sunflower.
Singh, A., & Adhikary, T. (2021). Importance of pollinators in fruit production: a review. International Journal of Economic Plants, 8(3), 156-161.