Prosedur Titrasi Asam Basa
Prosedur Titrasi Asam Basa
✨ Ayo Saksikan Video Ini Sebelum Praktikum Titrasi! ✨
"Teman-teman, sebelum kita mulai praktikum titrasi asam basa, yuk tonton dulu video singkat di bawah ini!"
A. Larutan Standar
Larutan standar adalah larutan yang konsentrasinya sudah diketahui secara pasti. Berdasarkan kemurniannya, larutan standar dibedakan menjadi larutan standar primer dan larutan standar sekunder. Larutan standar primer adalah larutan standar yang dipersiapkan dengan menimbang dan melarutkan suatu zat tertentu dengan kemurnian tinggi. Beberapa zat standar primer yang umum digunakan untuk titrasi penetralan adalah natrium karbonat Na2CO3, boraks Na2B4O7.10H2O, asam oksalat H2C2O4.2H2O, dan asam benzoat C7H6O2. Larutan standar sekunder adalah larutan standar yang dipersiapkan dengan menimbang dan melarutkan suatu zat tertentu dengan kemurnian relatif rendah sehingga konsentrasi larutan secara pasti diketahui melalui standarisasi. Larutan standar sekunder seperti HCl, NaOH, KOH, H2SO4.
B. Indikator Titrasi Asam Basa
Pada titrasi dikenal dua istilah, yaitu titran dan titrat. Zat yang ditambahkan dari buret dan sudah diketahui konsentrasi disebut dengan titran, sedangkan zat yang ditambahkan titran dan akan dititrasi untuk diketahui konsentrasinya disebut dengan titrat. Untuk lebih jelasnya perhatikan rangkaian alat titrasi pada Gambar 3 berikut. Proses titrasi dilakukan dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit larutan titran ke dalam larutan titrat, sambil menggoyangkan larutan titrat dalam labu erlenmeyer. Tujuan menggoyangkan labu erlenmeyer agar larutan titran bercampur sempurna dengan larutan titrat yang ditambahkan, sehingga titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan tepat.
Gambar 3. Rangkaian alat titrasi asam basa
Sebelum dilakukan titrasi perlu dilakukan penambahan indikator yang sesuai, saat proses titrasi, indikator akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi. Penambahan indikator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya sekitar dua atau tiga tetes. Setiap indikator mempunyai rentang pH tertentu, rentang pH inilah yang dimanfaatkan dalam proses titrasi asam basa. Perubahan warna beberapa indikator terjadi seperti dalam tabel 1.
Tabel 1. Rentang pH dan Perubahan Warna Beberapa Indikator
Indikator yang sering digunakan dalam titrasi asam basa yaitu fenolftalein, warna larutan yang telah ditambahkan indikator fenolftalein sebelum dan setelah penambahan titran dapat dilihat pada Gambar 4. Pemilihan indikator untuk titrasi bergantung pada kekuatan asam dan basa yang digunakan dalam titrasi. Dengan memilih indikator yang sesuai, maka titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan tepat.
Sumber: shutterstock.com
Gambar 4. Warna Larutan Sebelum dan Setelah Penambahan Titran dengan Indikator Fenolftalein.
C. Titik Ekuivalen dan Titik Akhir Titrasi
Titik ekuivalen adalah titik saat asam dan basa tepat habis bereaksi. Titik saat indikator asam-basa mengalami perubahan warna dinamakan titik akhir titrasi. Titik ekuivalen dilihat dengan memperhatikan perubahan warna indikator asam basa. Jadi titik ekuivalen merupakan titik akhir titrasi secara teoritis. Pemilihan indikator titrasi yang tepat sangat berpengaruh pada penentuan titik akhir titrasi, titik akhir indikator harus berada dekat dengan titik ekuivalen netralisasi, dengan begitu perubahan warna yang ditandai oleh titik akhir akan memberikan tanda bahwa titik ekuivalen sudah tercapai.
"Yuk, tonton video percobaan titrasi asam basa yang seru ini! 🔬✨ Kamu akan melihat langsung bagaimana larutan berubah warna saat titik netral tercapai - seperti magic sains! Jangan lupa catat hal menarik untuk diskusi setelah menonton ya! 🎥💡 "
Kemolaran
Dalam asam basa, besaran yang digunakan adalah kemolaran benda.
Kemolaran larutan dapat dihitung dengan rumus:
Keterangan.
M = kemolaran/molaritas (mol/L)
n = jumlah mol zat terlarut (mol)
V = volume larutan/ruangan gas (L)
Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dari tiap liter larutan.
Kemolaran larutan jika kadar diketahui:
Keterangan.
ρ = massa jenis larutan (kg/L)
K = persen kadar zat terlarut
Mr = massa molekul (g/mol)
Penyiapan Larutan
Larutan dapat dibuat dengan melarutkan padatan zat terlarut ke dalam air. Banyaknya padatan zat terlarut yang dilarutkan harus dihitung terlebih dahulu sesuai dengan konsentrasi larutan yang diinginkan. Untuk membuat suatu larutan standar dengan konsentrasi tertentu dapat digunakan persamaan:
Keterangan:
Molaritas larutan yang akan dibuat dalam satuan mol/L.
m = massa zat yang akan dilarutkan (gram).
Mr = massa molekul relatif zat yang akan dilarutkan.
V = volume labu ukur yang akan digunakan (mL).
Pengenceran Larutan
Pengenceran adalah prosedur pembuatan larutan yang encer dari larutan yang lebih pekat melalui penambahan sejumlah pelarut pada larutan dengan volume dan konsentrasi tertentu. Penambahan pelarut dalam suatu larutan menyebabkan volume larutan bertambah tetapi jumlah zat terlarut tetap, seperti yang terlihat pada Gambar 5.
Sumber: istockphoto.com
Gambar 5. Perubahan Larutan Pekat Menjadi Larutan yang Lebih Encer. Jumlah zat terlarut sebelum dan sesudah pengenceran adalah tetap, tapi lebih menyebar dalam larutan yang lebih encer.
Karena,
mol zat terlarut sebelum pengenceran = mol zat terlarut setelah pengenceran
Maka,
M1 . V1 = M2 . V2
dengan M1 dan M2 berturut-turut adalah molaritas larutan sebelum dan sesudah pengenceran. V1 dan V2 adalah volume larutan sebelum dan sesudah pengenceran. Pada volume larutan yang sama, larutan yang lebih pekat mengandung jumlah pelarut yang lebih sedikit atau jumlah zat terlarut yang lebih banyak dibandingkan dengan larutan yang lebih encer.
Pencampuran Larutan
Jika beberapa larutan yang sejenis dicampur, banyaknya mol zat terlarut dalam campuran merupakan jumlah dari semua mol zat terlarut yang dicampurkan.
moltc = mol t1 + mol t2 + mol t3 + ... + mol tn
dengan tc, t1, t2, t3, dan tn berturut-turut adalah zat terlarut dalam larutan campuran, larutan 1, larutan 2, larutan 3, dan larutan n. Oleh karena itu,
dengan Mc adalah molaritas larutan campuran. Vc, V1, V2, V3, dan Vn berturut-turut adalah volume larutan campuran, larutan 1, larutan 2, larutan 3, dan larutan n.
CONTOH SOAL
Untuk membuat larutan natrium hidroksida 0,1 M sebanyak 250 mL (Mr = 40), banyaknya natrium hidroksida yang harus disediakan dapat dihitung dengan cara seperti berikut.
Penyelesaian:
Tentukan volume yang dibutuhkan untuk membuat 500 mL larutan asam sulfat 0,05 M dari larutan asam sulfat 2 M!
Penyelesaian:
Sebanyak 10 mL asam sulfat dititrasi dengan larutan natrium hidrosida 0,1 M. Jika ternyata diperlukan 20 mL larutan natrium hidroksida, kemolaran asam sulfat tersebut adalah...
Penyelesaian:
"Setelah paham reaksi netralisasi dan prinsip titrasi, sekarang saatnya kita lihat bagaimana reaksi ini terlihat dalam grafik! Penasaran kan gimana bentuk kurva titrasinya?" 📢 Yuk lanjut ke Kurva Titrasi! dengan klik tombol "Next"