S E J A R A H
FASE E
FASE E
Mencoba menyusun kepingan-kepingan literasi dari tumpukan pemikiran yang telah lalu
KERAJAAN Hindu Budha di Indonesia merupakan bukti sejarah peradaban masyarakat Nusantara. Maksud dari Kerajaan Hindu Budha adalah kerajaan-kerajaan yang memiliki corak agama Hindu dan/atau agama Budha.
Salah satu penyebab adanya pengaruh agama Hindu Budha pada kerajaan Indonesia adalah lokasi Indonesia yang strategis. Indonesia yang merupakan negara kepulauan, diapit oleh dua benua, dan diapit oleh dua samudera membuat negara ini mudah dilalui oleh para pedagang dari Tiongkok dan India.
Adanya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha ini mengakhiri tradisi Prasejarah di Nusantara
MASA kerajaan/kesultanan Islam di Indonesia berlangsung sejak abad ke-12 Masehi setelah fase sebelumnya yaitu masa Kerajaan Hindu-Buddha. Munculnya kerajaan atau kesultanan bercorak Islam ini secara perlahan mulai menggantikan peran kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, dan puncaknya menggantikan dinamika kebudayaan masyarakat berdasarkan tradisi Hindu Budha dengan tradisi Islam.
Proses penggantian itu ada yang berjalan damai tapi ada juga yang melalui peperangan seperti kisah Raden Patah dengan Brawijaya Pamungkas, atau Sunan Gunung Jati dengan Prabu Siliwangi (baca: Serat Dharmogandul, dan Serat Gatolocho). Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara ini dimulai dari Kesultanan Samudera Pasai, Aceh, Banten, Demak, hingga Ternate serta Gowa-Tallo di Timur Nusantara.
SEJARAH menjadi nilai tersendiri bila dipahami tidak sebatas pengetahuan tapi juga pengalaman, karena melalui pengalaman, pengetahuan sejarah dipertanggungjawabkan dalam waktu. Maksudnya waktu, manusia, dan ruang memegang peran penting dalam perkembangan dan pertumbuhan sejarah itu sendiri, yakni sebagai identitas, sekaligus validitas atas kebudayaan dan peradaban manusia. Hingga untuk memahami sejarah, perlu mengubah paradigma berpikir kalau sejarah bukan kumpulan nama tokoh atau tahun-tahun untuk dihapal dari suatu peristiwa tetapi permenungan dari kenyataan itu sendiri. Jadi bisa dipahami apa yang dikatakan Cicero, kalau Sejarah adalah sumber kebijaksanaan. Karena sejarah dapat menjadi sumber kebijaksanaan maka sejarah perlu ditulis, direkonstruksikan menjadi Historiografie. Melalui historiografi atau tulisan sejarah, segala hal ihwal peristiwa yang bernilai dapat dipelajari, direview, dan direfleksikan menjadi pengetahuan sejarah, dan akhirnya pelajaran sejarah
PERDAGANGAN rempah mengacu pada perdagangan antara peradaban-peradaban bersejarah di Asia, Afrika Timur, dan Eropa. Rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, jahe, dan kunyit secara luas dikenal. Sangat dicari dalam perdagangan di dunia timur zaman dahulu.