Tanggal postingan: 2011 Agu 6 15:36:24
Ada 2 kelompok adenium, yaitu kelompok species (jenis asli), maupun varietas (jenis hasil perkawinan dan persilangan yang dilakukan manusia untuk mencari bentuk baru). Beberapa species asli adenium contohnya:Adenium arabicum. Cirinya bentuk bonggol pendek dan besar, dengan banyak batang yang muncul dari atas bonggol tersebut. Bunganya berwarna paduan putih dan pink, kecil (diameter petal kurang dari 5 cm).
Adenium obesum (desert rose / mawar padang pasir). Cirinya bentuk bonggol besar dan agak memanjang keatas, satu batang tumbuh diatas bonggol, diatas batang muncul percabangan. Bunganya berbentuk bintang dan berwarna paduan merah dan putih, berbunga besar (6-7 cm). Adenium ini tergolong rajin berbunga.
Adenium multiflorum (sabi star). Cirinya daun besar dan lebar. Bunganya sangat banyak terutama 2-4 bulan pada musim dingin ketika daun mulai rontok. Bunganya berbentuk bintang dengan garis merah di pinggir dan warna putih di tengah dengan diameter petal 6-7 cm.
Adenium swazicum. Cirinya daun berwarna hijau muda hingga tua dengan bulu halus di permukaan bawah daun. Bunganya berwarna merah muda, dadu muda, ungu, sampai putih dengan diameter petal 6-7 cm.
Adenium boehmianum. Cirinya bunga berwarna merah muda pucat dengan diameter 5 cm. Ini termasuk adenium yang lama berbunga, bercabang banyak, dan tumbuh di daerah bebatuan.
Adenium oleifolium. Cirinya daun panjang dan tumbuh berdekatan. Bunganya berwarna merah muda dengan diameter 2-5 cm.
Adenium somalense. Cirinya bunga berbentuk bintang dan berwarna merah muda hingga merah. Ini termasuk adenium yang mudah berbunga.
Adenium Socotranum. Cirinya bunga berwarna merah muda cerah dengan diameter 10-13 cm.
Adenium spesies asli umumnya berwarna merah muda. Namun, sekarang telah banyak hasil persilangan yang dilakukan manusia untuk mendapatkan adenium jenis baru. Beberapa jenis species adenium varietas contohnya: A.Windmill, A.Waterfall, A.Two Tones, A.Blue Hawaii, A.Black Ruby, A.White Knight, polar star, white pink silk, ultimate pink, dll.
Adenium menyukai media tanam yang kering (porus), tidak memerlukan banyak air karena akarnya sudah menyimpan air, dan tanaman ini perlu mendapatkan sinar matahari minimal selama 7 jam per hari. Bila kelebihan atau kekurangan air, akan timbul busuk akar dengan cirri: daun adenium banyak yang menguning dan di bagian akar ada warna cokelat yang terasa lunak saat dipegang. Cara mengetahui saat tanaman membutuhkan air/belum adalah dengan cara mengorek tanah bagian atas sedalam 2 cm, bila masih terlihat basah berarti tanaman belum perlu disiram. Namun, bila sudah kering tanaman perlu disiram.
Bila air sudah mengalir keluar dari bagian bawah pot, berarti penyiramannya sudah cukup. Agar bentuk dan pertumbuhannya baik, cabang adenium perlu sering dipangkas / dirapikan. Media tanam yang biasa digunakan antara lain: tanah bakar, tanah arang, serbuk sabut kelapa, sekam biasa (kulit padi), sekam bakar (arang sekam), pasir yang kasar, pasir tanah merah, atau pasir malang yang biasa digunakan untuk menanam bonsai. Tanah tersebut juga perlu dicampur dengan kompos atau pupuk kandang.
(Dari berbagai sumber)