Bagaimana dimanika lahirnya Pancasila sebagai dasar negara
bagaimana peran BPUPKI dan PPKI terkait kelahiran Pancasila
Memahami sejarah kelahiran Pancasila
Mendeskripsikan kelahiran Pancasila dalam sidang BPUPKI
Menganalisis proses perumusan Pancasila oleh Panitia Sembilan
Menganalisis peristiwa proklamasi dan proses penetapan Pabcasila sebagai dasar negara
SISTEM KELAHIRAN PANCASILA
1.1. KELAHIRAN PANCASILA DALAM SIDANG BPUPKI
1.1.1. MENJELASKAN PEMBENTUKAN BPUPKI
1.1.2. MENJELASKAN KELAHIRAN BPUPKI
1.2. PERUMUSAN PANCASILA OLEH PANITIA SEMBILAN
1.3. PENETAPAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
1.3.1. MENJELASKAN PEMBENTUKAN PPKI
1.3.2. MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Rangkuman
BPUPK kepanjamgam dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
BPUPK = Dokuritu Zhyunbi.
BPUPK dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 oleh Panglima Angkatan Darat Jepang ke-16 Letnan Jendral Kumakichi Harada.
A. Masa Sejarah awal hingga masa kerajaan-kerajaan di Nusantara
Keberadaanmasyarakat awal di kepulauan Indonesia diketahui dan didukung oleh beberapa teori dan pendapat kesimpulan yang didapat adalah usul bangsa yang menempati daerah kepulauan Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri, yang dibuktikan dengan banyaknya penemuan fosil atau artefak tertua di wilayah Indonesia, dan pendatang yang berasal dari daerah Yunan. Kedatangan mereka terjadi pada tahun 3000 hingga 1500 SM (bangsa melayu tua) dan 1500 higga 500 SM (bangsamelayu muda)
B. Perjuangan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan (kolonialisme)
Masa-masa penderitaan bangsa Indonesia dibawah penjajahan.
Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa pendritaan dan kesengsaraan hidup rakyat Indonesia di masa penjajahan sangatlah memprihatinkan. Rakyat Indonesia mengalami kehidupan yang pernah penderitaan sengsara, kekurangan, dan kemiskinan selama masa penjajahan berlanngsung.
Dalam perkembangan masa penjajajhan yang dialami bangsa Indonesia, penajjah membuat sejumlah peraturan yang membuat bangsa Indonesia menderita, diantaranya sebagai berikut:
Peraturan untuk kerja Rodi (Daendels)
Kerja rodi adalah bekerja secara terpaksa tanpa mendapatkan imbalan atau upah dari hasil yang dikerjakannya. orang yang bekerja rodi biasanya mendapatkan tindakan tau perlakuan yang tidak manusiawi dari orang yang memperkerjakannya. Contoh kerja rodi di Indonesia adalah Gubernur Jenderal Daendles pada tahun 1808-1811, yang mengharuskan rakyat untuk pembangunan jalan di sepanjang Pulau Jawa, dari Anyer hingga panarukan.
Peraturan Tanam Paksa (Van De Bosch)
Peraturan tanam paksa adalah peraturan yang mengharuskan rakyat melaksanakan suatu proyek penanaman tanaman yang menghasilkan (tanaman ekspor) dibawah pengawasan pemerintahan kolonial . Peraturan tanam paksa ini pernah dialami bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Van den Bosch yang menerapkan cultuur stelsel atau tanam paksa . Peraturan ini mewajibkan masyarakat untuk menanam tanaman ekspor(kopi, tebu,dan rempah-rempah yang laku dijual di pasaran Eropa)
Politik Adu domba (Devide et impera)
Politik adu domba adalah politik atau strategi untuk memecah belah kekuatan yang dimiliki suatu daerah atau wilayah sehingga mudah dikuasai atau dijajah. politik adu domba ini pernah terjadi di masa pemerintahan VOC di Indonesia
Pada masa kekuasaan VOC di Indonesia, politik adu domba digunakan untuk menguasai dan memecah belah kerajaan-kerajaan di Indonesia. VOC sengaja melakukan politik adu domba atau devide et empera karena VOC menyadari bahwa kekuatannya hanya terbatas dibandingkan kekuasaan kerajaan - kerajaan di Nusantara.
Penderitaan rakyat Indonesia pun makin memprihatinkan saat mengalami masa penjajahan Jepang. Kedatangan Jepang diawali oleh kekalahan Belanda. Pada awal kedatangannya Jepang berupaya menarik simpati rajyat Indonesia dengan semboyan 3A (Cahaya Asia, Pemimpin Asia, dan Pelindung Asia) Namun, setelah menduduki Tanah Air, JePang memberlakukan sejumlah kebijakan yang menimbulkan penderitaan untuk rakyat Indonesia seperti berikut ini:
Mengambil hasil pertanian rakyat secara paksa, seperti beras, jagung, teh, rempah-rempah, dan lain-lain
Memberlakukan kerja romusha, yaitu sistem kerja bagi rakyat Indonesia yang diperintahkan untuk bekerja paksa tanpa biberikan imbalan
Melakukan kegiatan tanam paksa, dimana rakyat Indonesia harus menggarap lahan pertanian lalu hasil pertaniannya diberikan kepada Jepang
Pengawasan dan pembatasam kegiatan pers Indonesia oleh pemerintah Jepang, serta semua media massa pun disegel
Periodisasi perlawanan bangsa Indonesia melawan pejajah
1. Portugis (1509-1595)
2. Spanyol (1621-1692)
Belanda masa VOC (1619-1799)
Prancis (1806-1811)
Inggris (1811-1816)
Belanda (1816-1942)
Jepang (1942-1945)
3. Lahirnya kesadaran berbangsa di tengah Masa Penjajahan
organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 --> jong java, jong ambon, jong Batak, jong Sumatranen Bond, jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, Pemuda Betawi, dan Jong Celebes.
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI) tahun 1925
Konggres Pemuda II pada tahun 1928 --> Sumpah pemuda
c. kronologis pembentukan BPUPK hingga Proses Perumusan dan Penetapan Dasar Negara Indonesia
Tahap Pembentukan Badan Penyelidik (BPUPK)
Tahap pandangan badan penyelidik (BPUPK)
Tahap perumusan dasar negara Indonesia
a. Mr. Muhammad Yamin
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
b. Mr. Soepomo (31 Mei 1945)
Persatuan
Kekeluargaan
Keseimbangan
Musyawarah
Keadilan Sosial
c. Ki Bagus Hadikusumo, mewakili kelompok Islam, Megusulkan agar yang menjadi dasar negara adalah Islam. Ki Bagus menyampaikan bahwa Islam merupakan agama bagi mayoritas rakyat Indonesia. bahkan hukum Islam sudah hidup dan berlaku di Indonesia sebelum Belandah datang menjajah.
d. Sukarno, 1 Juni 1945
Kebangsaan Indonesia
Internasionalisme dan perikemanusiaan
mufakat dam Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang berkebudayaan
Sukarno juga mengemukakan usulan mengenai nama bagi dasar negara, yaitu Pamcasila
4.Tahap pembahasan perbedaan pandangan dasar negara oleh panitia sembilan
5. Tahap penetapan dasar Negara
D. Peristiwaproklamasi kemerdekaan Indonesia dalam perjalanan sejarah lahirnya Dasar Negara.
Kemerdekaan adalah sebuah cita-cita dan tujuan bagi setiap bangsa di muka bumi ini, Bagi Indonsia, cita-cita sebagai bangsa yang merdeka sudah ada sejak zaman pergerakan nasional tahun 1908. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 mampu memberikan motivasi bangsa-bangsa kulit berwarna, termasuk namhsa Indonesia.
Pada bulan juli 1044, Pulau Saipan di Jepang jatuh ke ytangan Amerika Serikat.Akibatnya, Jepng tidak dapat lagi mengambil bahan-bahan pokok dari Indonesia. Amerika Serikat menyebit bahan-bahan dari Indonesia sebagai harta karun dari Asia. Keadaan inilah yang menjadi titik awal bagi bangsa Indonesia untuk mempersiapkan sebagai bangsa yang merdeka.
Menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia'
Kekalahan Jepang oleh sekutu serta Uni Sovyet menyatakan perang terhadap Jepang dan melakukan penyerbuan ke Menchuria mendorong Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus segera dilaksanakan. Moch.Hatta berpendapat bahwa maslah kemerdekaan Indonesia diberikan oleh jepang atau dari hasil perjuangan bangsa Inndonesia bukan mnejadi persoalan karena Jepang sudah kalah. Sukarno dan Hatta ingin membicarakan Proklamasi kemerdekaan Indonesia itu dalam rapat PPKI sehingga tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang
Perbedaan pendapat pun terjadi; Golongan muda menghendaki terlaksananya proklamasi dengan kekuatan sendiri, tidak melalui PPKI yang dianggap sebagai badan bentukan Jepang. Sutan Sjahrir termasuk salah satu tokoh yang mendesak diproklamikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu janju dari Jepang yang dikatakannya sebagi tipu muslihat Jepang. Desakan untuk segera memproklamisrkan kemerdekaan itu dilakukan pada tanggal 15 Agustus 1945.
Golongan muda kemusia mengadakan rapat di Pegangsaan Timur. Keputusan Rapat menunjukkan tuntutan yang radikal dan menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak rakyat Indonesia sendiri dan tidak dapat digantungkan pada orang dan negara lain.Golongan muda menyampaikan tuntutan agar proklamsi dinyatakan oleh sukarno keesokan harinya.
Ketegangan antara Sukarno dan Golongan muda disaksikan oleh tokoh-tokoh nasionalis seperti Moch.Hatta , Buntaran, Samsi, Ahmad Subarjo, dan Iwa Kusumasumantri. Perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda terus memuncak. Golongan muda mendesak agar tanggal 16 Agustus 1945 proklamasi dilakukan, sedangkan golongan tua masih ingin mengadakan rapat PPKI terlebih dahulu.
Peristiwa Rengasdengklok
Perbedaan pendapat antara golongan tua dan muda itu pada akhirnya memaksa golongan muda untuk memnbawa Sukarno dan Hatta ke luar kota.
Tujuannay untuk menjauhkan Sukarno dan Hatta dari segala pengaruh Jepang.
Akhirnya, pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 4.30 Sukarno dan Hatta dibawa oleh sekelompok pemuda ke luar kota menuju Rengasdengklok (sebuah kawedanan di sebelah timur Jakarata).
Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Pada suatua pembicaraan Sukarno akhirnya menyatakan kesediaanya untuk mengadakan proklamasi sefera sesuadah kembali ke Jakarta.
Sementara itu, di Jakarta, golongan tua dan muda menyepakati bahwa proklamasi harus dilakukan di Jakarta.
Berdasarkan hal itu maka golongan muda beserta Ahmad Subarjo pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno dan Hatta.
Perumusan teks Proklamasi dan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan hingga sidang PPKI
Sesampainya di Jakarta, rombongan dari Rengasdengklok langsung menuju ke rumah Laksamana Muda di Jalan Imam Bonjol No. 1 . Di rumah Maeda itulah dirumuskan naskah Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah Naskah Proklamasi kemerdekaan tersusun, disetujui pula bahwa pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di jalan Peganggasan Timur no. 56 Jakarta.
Bagi bangsa Indonesia, proklamsi kemerdekaan merupakan keputusan politik tertinggi yang mempunyai arti penting sebagai berikut.
Puncak perjuaangam politik yang panjang dalam membangun dan menegaskan bangsa dn negara yang merdeka. Kemerdekaan sekaligus merupakan titik awal perjuangan baru dalam mempertahankan dan mengisi hasil perjuangan.
Proklamasi menandai lahirnya negara baru, yaitu Republik Indonesia . Hal ini berarti awal berlakunya tata hukum nasional dan berakhirnya tata hukum kolonial.
Proklamasi merupakan titik tolak pelaksanaan amanat penderitaan rakyat sekaligus titik awal sejarah pemerintahan Indonesia. Proklamasi kemerdekaan indonesia tersebut, pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI segera mengadakan sidang untuj melengkapi syarat-syarat negara. Bebarapa hal yang berhasil diputuskan pada sidang PPKI tersebut adalah :
Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Dasae 1945.
Memilih Sukarno sebagai Presiden dan Moch. Hatta sebagai wakil Presiden, serta
Sebelum terbentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat, pekerjaan Presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.
Pada tanggal 19 Agustus 1945 ditetapkan beberapa hal, yaitu :
Pembagian wilayah yang terdiri atas 8 propinsi
adanya Komite Nasional du daerah, dan
ditetapkannya 13 kementerian
Pada tanggal 22 Agustus 1945 juga ditetapkan beberapa hal, yaitu
Pemebentukan Komite Nasional
Pembentukan Paratai Nasional Indonesia, dan
Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Makna Proklamasi kemerdekaan Indonesia
Teks proklamasi terdiri atas dua kalimat menunjukkan bahwa bangsa Indonesia benar-benar siap untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.
Kalimat pertama berbunyi, "Kami bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia." merupakan pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka.
Kalimat kedua yang berbunyi, " hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam temp yang sesingkat-singkatnya." merupakan amanat.
Kalimat ini mengandung makna bahwa pemindahan atau perebutan kekuasaan pemerintahan, kekuasaan atas lembaga-lembaga negara, kekuasaan di bidang persenjataan dan lain-lain hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan untuk menghindari terjadinya pertmpahan darah secara besar-besaran. Namun, tugas ini harus dilakukan dengan secepatnya sebelum tentara Sekutu mendarat di Indonesia.
Makna dari Proklamsi 17 Agustus 1945 juga dapat dipandang dari dua segi
1. Segi hukum, Proklamasi atau penyataan yang berisikan kepuusan bangsa Indonesia telah menghapuskan tat hukum Kolonial untuk digantikan dengan tat hukum nasionam ( Indonesia)
2. Segi politik - Ideologis, Bangsa Indonesia telah berhasil melepaskan diri dari segala belenggu penjajahan sekaligus membangun rumah baru, yaitu begara Indonesia yang bebas, merdeka, dan berdaulat penuh.Proklamasi kemerdekaan adalah suatu alat hukum jnternasional untuk menyatakan kepada rakyat dan seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia telah menentukan sendiri untuk menggenggam seluruh hak kemerdekaan yang meliputi bangsa, tanah air, pemerintahan, dan kebahagiaabn rakyat.
Teks Proklamasi
Berilah tanda Banar/Salah
BPUPK dibentuk sebelum Jepang menjanjikan kemerdekaan Kepada Indonesia.
Muh. Yamin menyampaikan usulan dasar negara adalah Ir.Soekarno
Salah satu hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah pembentukan KNPI
Proses kelahiran Pancasila melibatkan tahap perumusan, pembahasan, dan penetapan
Hari Lahir Pancasila diperingati berdasarkan peristiwa pengesahan UUD 1945
Jawablah !
Apa yang menyebabkan tujuan awal negara-negara Eropa datang ke Indonesia berubah?
Apa yang memunculkan kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masa itu?
Jelaskan peranan apa saja yang dibuat pada masa penjajahan hingga memunculkan penderitaan bagi bangsa Indonesia?
Sebutkan faktor-faktor yang menjadi kegagalan perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah?
Sebutkan tokoh-tokoh pemuda dalam organisasi PPPI?
Sebutkan lima asas dasar negara Indonesia merdeka yang dikemukakan oleh Muh. Yamin ?
Apa alasan Ki Bagus Hadikusuma mengusulkan agar dasar negara Indonesia adalah Islam?
Sebutkan perumusan Pancasila yang tercantum dalam bagian Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 Alenia IV?
Sebutkan hasil sidang PPKI pada tangga; 18 Agustus 1945?
Siapakah yang mengusulkan nama Pancasila?
Tugas Kelompok pada Halaman 17-18
A. Tugas Praktik
B. Tugas Proyek
C. Tugas Portofolio