Mengapa Sektor Agraris?
Kabupaten Majalengka memiliki kekayaan potensi ekonomi yang tercermin dari kontribusi berbagai sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Berdasarkan data PDRB, sektor agraris menonjol sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah, dengan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Potensi agraris ini mencakup subsektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, yang didukung oleh kondisi geografis dan kesuburan tanah yang ideal. Dengan tema agraris, website ini bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi unggulan Kabupaten Majalengka dalam sektor agraris, sekaligus mempromosikan produk-produk lokal yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Potensi agraris di Kabupaten Majalengka tahun 2023 menunjukkan peran yang signifikan dalam mendukung perekonomian daerah. Hal ini didukung oleh dominasi penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian, di mana 41,5% digunakan untuk sawah dan 46,8% untuk pertanian selain sawah, sementara hanya 11,7% lahan yang tidak dimanfaatkan untuk pertanian. Kondisi ini menegaskan bahwa Kabupaten Majalengka memiliki sumber daya lahan yang melimpah dan produktif untuk pengembangan sektor agraris. Selain itu, jumlah petani milenial yang mencapai 101.625 orang, dengan 81,2% di antaranya sudah menggunakan teknologi pertanian modern, membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Pemanfaatan teknologi oleh petani milenial mencerminkan peralihan ke praktik pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Dalam hal produksi, padi menjadi komoditas utama dengan produksi mencapai 556,09 ton, menegaskan posisi Majalengka sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat. Selain padi, produksi palawija seperti jagung sebesar 125,4 ton serta ubi jalar, ubi kayu, kacang hijau, dan kedelai juga menjadi komoditas pendukung yang memperkuat sektor pertanian. Jumlah usaha pertanian perorangan juga tersebar di berbagai kecamatan, dengan Lemahsugih memiliki kontribusi tertinggi sebanyak 13.315 usaha, diikuti oleh kecamatan lain seperti Majalengka dan Maja. Keberadaan usaha pertanian yang merata di berbagai wilayah menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dalam sektor ini, yang memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi lokal.
Tidak hanya di bidang tanaman pangan, Kabupaten Majalengka juga memiliki komoditas unggulan lain seperti ayam kampung, jagung hibrida, dan domba, yang menunjukkan keberagaman potensi sektor agraris. Komoditas-komoditas ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti olahan pangan dan produk peternakan. Keanekaragaman ini menjadi salah satu keunggulan Kabupaten Majalengka dalam mengembangkan agribisnis yang berdaya saing tinggi.
Secara keseluruhan, sektor agraris di Kabupaten Majalengka memiliki potensi yang lebih besar karena didukung oleh ketersediaan lahan produktif, generasi petani milenial yang melek teknologi, dan keberagaman komoditas unggulan. Dengan optimalisasi teknologi, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan produk turunan atau hilir, sektor agraris dapat menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Potensi ini perlu dikelola secara berkelanjutan agar dapat meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung ketahanan pangan regional maupun nasional.
Sumber : Badan Pusat Statistik