Kabupaten Majalengka memiliki sejarah panjang yang mencerminkan dinamika peradaban masyarakat Sunda. Nama Majalengka berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yakni "Maja" yang merujuk pada buah maja, dan "Lengka" yang berarti tidak ada. Nama ini diyakini muncul setelah masa ketika wilayah ini tidak lagi dipenuhi oleh pohon maja, tanaman yang dulunya banyak ditemukan di daerah tersebut.
Pada masa lampau, wilayah Majalengka termasuk dalam kekuasaan Kerajaan Sunda Pajajaran, kerajaan besar di tatar Sunda yang memiliki pengaruh luas terhadap budaya dan kehidupan masyarakat. Setelah runtuhnya Kerajaan Sunda pada abad ke-16, wilayah ini kemudian berada di bawah pengaruh Kesultanan Cirebon. Pada masa Kesultanan Cirebon, Islam mulai berkembang pesat di Majalengka, menggantikan kepercayaan lokal sebelumnya.
Pada era penjajahan Belanda, wilayah ini ditetapkan sebagai bagian administratif oleh Pemerintah Hindia Belanda. Berdasarkan catatan sejarah, Kabupaten Majalengka resmi berdiri pada 7 Juni 1840, dengan tujuan untuk mempermudah pengelolaan wilayah Priangan. Sistem pemerintahan yang diterapkan saat itu lebih menitikberatkan pada pengelolaan hasil agraris, seperti padi, palawija, dan komoditas lainnya, yang menjadi tumpuan ekonomi daerah ini.
Majalengka juga memiliki jejak sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Wilayah ini menjadi salah satu basis pergerakan masyarakat dalam melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Banyak tokoh lokal yang terlibat dalam perjuangan, menjadikan Majalengka sebagai saksi berbagai peristiwa heroik.
Kini, Kabupaten Majalengka dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi Sunda, dengan berbagai kesenian khas seperti Wayang Golek, Reog, dan Jaipongan, yang tetap lestari hingga saat ini. Di sisi lain, Kabupaten Majalengka juga terus berkembang menuju modernitas. Keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan berbagai proyek pembangunan strategis, seperti Kertajati Aero City, menjadikan Majalengka sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur penting di Jawa Barat.
Sumber : Sindonews.com