APA ITU KOKURIKULER?
Kegiatan kokurikuler merupakan aktivitas pembelajaran yang dirancang secara sistematis untuk memperkuat, memperdalam, dan memperluas kompetensi yang telah diperoleh peserta didik melalui pembelajaran intrakurikuler. Meskipun dilaksanakan di luar pola pembelajaran inti, kegiatan ini tetap terencana, terstruktur, dan dinilai sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Karakteristiknya yang kontekstual, aplikatif, dan variatif memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, sehingga mendorong pengembangan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara lebih holistik. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler tidak hanya menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi juga instrumen pedagogis strategis untuk mengaitkan teori dengan praktik serta mengoptimalkan capaian pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum.
GEMA BUDAYA ETAM
Eksplorasi dan Dokumentasi Pekan Kebudayaan Daerah
PKD 2025 di Kutai Kartanegara merupakan inisiatif edukatif yang dirancang untuk memperkuat hubungan generasi muda dengan akar budayanya melalui pengalaman langsung, sebagaimana dijelaskan oleh Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kukar, M. Saidar. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang berfokus pada kompetisi, kegiatan tahun ini diarahkan sepenuhnya pada pengenalan dan edukasi budaya melalui pameran, pertunjukan, serta partisipasi aktif berbagai OPD dan pelaku budaya lokal. Dengan tema 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, PKD yang berlangsung pada 20–24 Oktober 2025 di Gedung Serapo Museum Mulawarman menghadirkan beragam konten seperti permainan tradisional, produk UMKM, hingga kuliner khas Kukar, sekaligus menggandeng sekolah sebagai langkah strategis menanamkan kecintaan budaya sejak dini.
Melalui 12 stan pameran dan malam anugerah budaya sebagai puncak acara, PKD 2025 bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman dan budayawan, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan kembali identitas budaya daerah serta meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhurnya.
PERSIAPAN OLEH GURU
Tahap persiapan kegiatan diawali dengan pemberian pengarahan oleh guru sebagai upaya memastikan peserta didik memahami tujuan, prosedur, serta etika selama mengikuti Pekan Budaya Daerah. Pada tahap ini, guru menjelaskan relevansi kegiatan dengan materi pembelajaran, khususnya terkait pelestarian budaya dan penguatan karakter. Selain itu, peserta didik diberikan informasi mengenai alur kunjungan, tugas pengamatan yang harus dilakukan, serta instrumen asesmen yang akan digunakan, seperti lembar observasi atau jurnal refleksi. Guru juga menekankan pentingnya sikap hormat, apresiatif, dan partisipatif ketika berinteraksi dengan pelaku budaya maupun mengamati objek pameran. Dengan pengarahan yang komprehensif, kegiatan kunjungan diharapkan berlangsung tertib, aman, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta didik.
Pengumpulan foto/video/wawancara
Selama kunjungan ke pameran Pekan Budaya Daerah, peserta didik melaksanakan kegiatan pengumpulan data berupa foto, video, dan wawancara sebagai bagian dari tugas observasi yang telah diarahkan sebelumnya. Siswa mendokumentasikan berbagai objek budaya, pertunjukan, serta aktivitas pelaku seni melalui pengambilan gambar dan rekaman video untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap keragaman warisan budaya lokal. Selain itu, peserta didik melakukan wawancara singkat dengan narasumber, seperti petugas stan, seniman, atau pelaku budaya, guna memperoleh informasi langsung mengenai makna, sejarah, dan proses kreatif di balik setiap objek yang dipamerkan. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan literasi digital dan komunikasi, tetapi juga mendorong siswa untuk belajar secara aktif, kritis, dan autentik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar di lapangan. Dokumentasi yang terkumpul selanjutnya digunakan sebagai bahan laporan.
PENGERJAAN LKPD & PRODUKSI KARYA
KARYA MURID