Bapak/Ibu mari kita berdiskusi tentang asesmen formatif sebagai perbaikan proses pembelajaran dan pemantauan proses belajar murid.
Bapak/Ibu diminta membuka kertas kerja Kertas Kerja Modul 4 KP3. Silahkan Bapak/Ibu dapat diskusikan bersama anggota kelompok.
Bu Sari adalah seorang guru kelas 5 di SD Harapan Bangsa. Minggu ini, Bu Sari mengajar materi tentang Pecahan. Bu Sari menggunakan metode ceramah dan latihan soal di papan tulis. Untuk mengukur pemahaman murid setelah selesai menjelaskan konsep dasar pecahan, Bu Sari kemudian melakukan asesmen formatif dengan kuis individu yaitu 5 soal pilihan ganda tentang pecahan. Berdasarkan asesmen formatif tersebut, diketahui dari sejumlah 30 murid, hanya 6 murid yang menjawab dengan benar, sedangkan murid lainnya belum mampu menyederhanakan pecahan dan menemukan pecahan yang setara. Melihat hasil tersebut, Bu Sari menyadari bahwa metode ceramah dan latihan soal saja tidak cukup efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pemahaman mendalam pada murid, selain itu sebagian besar murid di kelasnya juga memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, Bu Sari memutuskan untuk mencoba menggunakan Media Pembelajaran dan model Problem Based Learning pada pertemuan berikutnya.
Bu Sari membawa kue ulang tahun mainan yang dapat dipotong menjadi beberapa bagian serta potongan karton berbentuk lingkaran dan persegi yang dibagi dalam berbagai bagian. murid diminta bekerja dalam kelompok kecil untuk menyusun potongan-potongan tersebut dan menemukan pecahan senilai secara langsung melalui aktivitas manipulatif. Ia juga menggunakan permainan edukatif "Pasangan Pecahan Senilai" di mana murid mencocokkan dua potongan yang memiliki nilai yang sama. Selanjutnya murid menganalisis studi kasus penerapan konsep pecahan dalam kehidupan sehari-hari melalui video pembelajaran, murid memecahkan masalah pada video secara berkelompok.
Bu Sari kembali melakukan asesmen formatif dengan tes unjuk kerja, yaitu murid mendemonstrasikan pecahan senilai menggunakan kertas karton dan menjelaskannya secara lisan. Berdasarkan asesmen formatif ini, diketahui hasil penilaian meningkat signifikan dibandingkan dengan hasil asesmen formatif sebelumnya. Sejumlah 25 dari 30 murid mampu menunjukan pecahan senilai dengan tepat menggunakan media pembelajaran. Bahkan, murid yang sebelumnya kesulitan menjadi lebih aktif dan kritis saat menggunakan media pembelajaran pecahan.
Bu Sari menyadari bahwa asesmen formatif bersifat berkelanjutan penting dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran.
Setelah membaca cerita tersebut, bagaimana pendapat Bapak/Ibu terhadap fungsi dari asesmen formatif dalam pembelajaran?
Berdasarkan ilustrasi di bawah ini mengapa Bapak/Ibu perlu menguatkan asesmen formatif (Assessment as Learning dan Assessment for Learning) dalam pembelajaran mendalam?
Apa saja teknik asesmen dan teknik umpan balik yang akan Bapak/Ibu gunakan dalam melakukan asesmen formatif?
Bapak/Ibu selanjutnya mendiskusikan hasil kerja Bapak/Ibu bersama dengan fasilitator dan peserta lainnya
Silakan kirim/unggah Kertas Kerja Modul Asesmen yang sudah dikerjakan dalam bentuk file pdf.!