modul 2.3
COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK
COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK
CGP mampu mengidentifikasi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dirinya terkait coaching di konteks pendidikan
1. Perasaan saat di observasi SUPAK yang jelas tegang ada beban, takut salah dalam menjawab.
2. Kebanyakan melakukan observasi baik pra ataupun pasca observasi SUPAK itu sebagai kegiatan formalitas saja, bukan untuk menggali ataupun mengukur kualitas pembelajaran di kelas
3. Proses supervisi akademik yang ideal mungkin yang berupa obrolan berkualitas dengan kesadaran dan lebih cenderung pada evaluasi diri dari guru yang bersangkutan
4. Untuk skala 1 sampai dengan 10 tidak ideal dan menjadi ideal mungkin kemampuan saya ada di angka 7 karena saya merasa belum menguasai kompetensi Coaching
5. Aspek coaching yang saya butuhkan antara lain kemampuan mengeksplorasi Kondisi guru dan keterampilan dalam memandu coachee agar dapat mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajarannya dan berusaha mencari jalan keluarnya secara mandiri.
Setelah menjawab pertanyaan refleksi
1. Harapan saya semoga saya dapat menguasai kompetensi coaching dengan ideal agar dapat diterapkan di kemudian hari
2. Kegiatan, materi, dan manfaat dari modul ini yang saya harapkan adalah secara teori juga secara keterampilan mampu membekali para CGP dalam melaksanakan coaching tanpa tekanan
Tujuan Pembelajaran Khusus:
CGP dapat menjelaskan konsep coaching secara umum.
CGP dapat membedakan coaching dengan pengembangan diri lainnya, yaitu mentoring, konseling, fasilitasi dan training
CGP dapat menjelaskan konsep coaching dalam konteks pendidikan sebagai pendekatan pengembangan kompetensi diri dan orang lain (rekan sejawat)
Ada 9 slide dalam eksplorasi konsep yang harus dipelajari oleh CGP untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan Coaching sebagai solusi
CGP dapat membentuk komunitas praktisi dengan sesama CGP untuk berlatih melakukan praktik percakapan coaching dengan alur TIRTA.
CGP dapat melakukan praktik coaching dengan CGP lain untuk membantu mengembangkan area kompetensi coaching pada konteks pembelajaran atau keseharian CGP
Pembagian peran:
CGP A berperan sebagai supervisor/pengamat
CGP B berperan sebagai supervisee/coach
CGP C berperan sebagai coachee
Calon Guru Penggerak dapat mendorong rasa keingintahuan dalam bentuk pertanyaan mendalam untuk dibahas bersama Instruktur. Jadi, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, namun seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 2.3 ini.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul akan mendapat pencerahan dari Instruktur
CGP menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan materi yang diperoleh dan membuat refleksi berdasarkan pemahaman yang dibangun selama modul 2 dalam berbagai media
CGP mempraktikkan rangkaian supervisi akademik dalam pembelajaran dengan menggunakan paradigma berpikir coaching dan melakukan refleksi terhadap praktik supervisi akademik tersebut.