REFLEKSI
Peristiwa bernuansa negatif yang saya tulis adalah pada usia SD (11 tahun) hingga usia SMA (18 tahun). Saya terlahir memiliki rambut yang keriting dan mengembang. Sya terlahir menjadi anak pertama yang ada setelah kakak saya meninggal saat usia 5 tahun. Ayah saya seorang pegawai negeri sipil dan ibu saya seorang ibu rumah tangga dari keluarga sederhana. Pada usia 5 tahun saya masuk TK (TK Patriot kota Bandung), kemudian melanjutkan ke SD (SDN 6 Cipagalo -Kabupaten Bandung), pada saat SD peristiwa negatif saya alami. Banyak teman lakilaki yang mengejek saya karena rambut yang saya miliki, mereka memberisebutan Sigaling kepada saya, dalam Bahasa Sunda sigaling berarti sikeriting . Hal itu membuat saya malas ke sekolah waktu itu, hingga nilai rapot matematika saya 5 dengan tinta merah, hal itu juga membuat saya merasa takut dan tidak percaya diri jika berada di tempat baru hingga saya SMA kelas 3. Namun berbeda dengan guru-guru saya, beliau semua memperlakukan semua muridnya dengan baik. Pada saat baru masuk SMA (SMAN 22 Bandung) kelas 1 (usia 16 tahun) saya masih mengalami perasaan takut dan tidak percaya diri, karena tidak ada yang mau duduk sebangku dengan saya. Di sinilah saya mendapat motivasi dari ayah saya, setiap pulang sekolah saya mengadu kepada ayah saya, bahwa tidak ada teman yang mau duduk sebangku dengan saya, namun beliau berkata “Tunjukkan kepada mereka kalau kamu lebih pinter dari mereka.” Hal itu membuat saya termotivasi untuk rajin belajar demi mendapatkan peringkat di kelas. Pada saat cawu 1 saya mendapatkan peringkat 10 besar di kelas. Namun perasaan takut itu masih ada, walaupun semenjak itu saya tidak pernah duduk sendirian lagi di sekolah. Peristiwa bernuansa positif terjadi pada saat SMA kelas 3 perasaan takut dan tidak percaya diri jika berada di tempat baru pun hilang, hal itu berkat guru Tatanegara saya, Berawal dari pembelajaran beliau yang meminta muridnya menuliskan tentang kejadian apa yang membuatmu merasa takut. Dari jawaban yang saya tulis bahwa saya merasa takut di tempat baru karena bentuk ramnut yang saya miliki. Kemudian beliau berkata kepada saya bahwa, “rambutmu yang keriting /ikal adalah kehendak Allah, dan pasti ada hikmah besar dari rambutmu itu, dengan itu orang akan lebih mudah untuk mengenalmu. Tunjukkan kalau kamu anak baik dan berprestasi. Percayalah jika kamu baik maka Allah akan mengelilingmu dengan orang- orang yang baik.” Mulaisaat itu saya merasa tidak takut lagi jika berada di tempat baru, dengan selalu berbekal hati tulus dan niat baik. Saya sangat berterima kasih kepada semua guru saya, berkat beliau saya menjadi orang yang lebih baik. Momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang karena peristiwa tersebut sangat menyentuh hati saya. Pelajaran hidup yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya adalah mendekati anak dengan hati tulus dan niat baik, maka Allah akan menghadirkan anak anak yang baik pula. Maka peran saya sebagai guru adalah mendekati murid dengan hati yang tulus dan niat baik, menghadirkan situasi belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi murid.
NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK MENURUT SAYA
Nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan hati murid, rekan guru dan komunitas sekolah saya adalah niat baik yang tulus (mandiri), menjalin kerjasama yang baik (kolaboratif), berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid, sesuai dengan perkembangan zaman (inovatif), terbuka terhadap saran dan kritik (reflektif). Peran yang saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah adalah saya berusaha berperan sebagai guru, teman, dan partner yang baik bagi semuanya.
Tujuan Pembelajaran Khusus:
CGP mengetahui hubungan antara emosi, cara kerja otak, kebutuhan dasar manusia, daya untuk memilih, motivasi intrinsik, dan struktur sistemik lingkungan dalam pembentukan nilai-nilai dalam diri seseorang
CGP menjelaskan makna Profil Pelajar Pancasila dalam transformasi pendidikan.
CGP menjelaskan makna nilai-nilai yang perlu dikembangkan guru penggerak.
CGP menjelaskan makna peran guru penggerak dalam transformasi pendidikan.
CGP mengetahui bahwa keteladanan dan sistem pembiasaan yang konsisten di suatu lingkungan mempengaruhi penumbuhan nilai-nilai dalam diri seseorang.
CGP mengelaborasi makna pemimpin pembelajaran di sekolahnya masing-masing.
Ada 22 slide yang harus CGP simak dan pahami untuk Materi Nilai dan Peran Guru Penggerak
CGP merancang kegiatan yang memanfaatkan kekuatan nilai para pihak secara kolaboratif
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat menciptakan gambaran dirinya di masa depan, setelah mengikuti rangkaian program pendidikan Guru Penggerak
Tanpa terasa, Bapak/Ibu telah memasuki sesi pembelajaran Pembelajaran 4 Demonstrasi Kontekstual!
Sebagaimana judul unitnya, maka setelah merefleksikan pembelajaran sebelumnya, kini Bapak/Ibu diminta untuk berbagi dengan menyajikannya dalam bentuk sebuah karya.
Dalam pembelajaran ini, kita akan mengelaborasi pemahaman kita mengenai Nilai dan Peran Guru Penggerak. Namun sebelum melakukan elaborasi pemahaman bersama instruktur, Anda diminta untuk menuangkan berbagai pertanyaan mengenai materi Nilai dan Peran Guru Penggerak yang masih ingin digali lebih lanjut pada aktivitas ini.
Diharapkan Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak dapat mendorong rasa keingintahuannya dalam bentuk pertanyaan mendalam untuk dibahas bersama Instruktur. Jadi, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, namun seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 1.2 ini.
CGP melakukan proses pengembangan diri untuk menguatkan nilai-nilai dan peran mereka sebagai Guru Penggerak
“Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk bangsa Indonesia dengan cara Indonesia”
Ki Hajar Dewantara
Sebagai tahapan terakhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, Aksi Nyata merupakan ruang bagi Bapak/Ibu CGP menerapkan apa yang telah diperoleh dalam satu rangkaian modul. Bagian ini diharapkan dapat menjadi awalan proses implementasi dari konsep-konsep yang sudah didapatkan.